Teriakan itu tidak sampai merusak bangunan di kawasan sekolah, tetapi cukup untuk membuat ribuan siswa panik dan kaget. Sekolah mengimbau melalui pengeras suara untuk tetap berada di lapangan terbuka karena beberapa pihak akan memeriksa status gedung sekolah mereka, juga mencari tahu sesuatu apa yang menimbulkan suara sekeras itu. Mereka kini berkumpul di halaman depan gedung asrama yang dibalut rumput hijau. Lampu-lampu jalanan padam, listrik juga dengan sengaja dipadamkan untuk mengantisipasi adanya korsleting. Bear menggenggam tangan kedua sahabatnya, mencari lokasi terjauh. Mereka bertiga tidak ingin ada yang mengendus percakapan mereka. “Apakah monster itu kabur atau justru ada monster lain yang muncul?” Tidak ada yang bisa memastikan hal itu untuk sementara waktu. Bear hanya bisa

