BAB 39_MASA LALU

1259 Kata

Lobi rumah sakit sedikit membuat Anggara merasa bergidik. Memory tentang kehilangan ibunya di rumah sakit ini begitu masih kental. Walau banyak yang telah berubah namun aromanya masih sama. Aroma kematian dan kebencian menyatu. Anggara menghembuskan nafasnya kasar. Mencoba mencari ketenangan. Ia harus benar-benar terlihat sedang bersimpati sedang dalam hati. Mengapa salah satu musuhnya masih hidup?!! "Bagaimana kabarmu, " sapa Anggara setelah pintu dibuka dan terlihat Bayu terbaring lemah. Bayu itu mencoba menyunggingkan senyum meski getir. Bayu menatap Anggara tajam. Pikirannya berkecamuk. 'Entah mengapa firasatku mengatakan, kecelakaan yang menimpaku ada kaitannya dengan dia. Siapa sebenarnya dia? Apa motifnya jika benar Anggara yang memutuskan rem di mobilku. Tak mungkin itu ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN