"Jangan gegabah. Ini hutan bukan mall seenaknya kau melenggang. Nasib baik kita berdua masih hidup. Gadis bodoh! " "Kau yang bodoh! Kau kesetanan menerjang harimau dengan tangan kosong! Ciih.. Andai aku tak ada, kau bisa jadi santapan makan malamnya! " timpal Almaira. "Seharusnya aku yang marah dan mengumpat. Aku menyerang harimau itu untuk menyelamatkanmu. Aku memang bodoh, masih peduli walau kau menipuku bersandiwara seolah mencintaiku. Kau benar-benar penipu ulung. Andai kau bisa sedikit bersabar, kau akan menemukan kebebasanmu! Tanpa harus melewati maut seperti kemarin, " jawab Anggara tak mau kalah. "Bullshiit. Membebaskanku karena akan menikahiku? Takkan pernah terjadi! " "Tenang saja. Aku akan mengantarkanmu ke rumahmu kembali dan menyerahkan diriku ke polisi. Aku tahu di ma

