Tasya berjalan ke arah ruangan Kasya sambil membawa bungkusan berisi kotak bekal makan siang. Begitu dekat pintu ruangan Kasya, Tasya mendapati Diva berjalan ke arah yang sama. Tatapan mereka bertemu. "Mau apa lo ke sini?" Nada bicara Diva terdengar ketus. "Mau ketemu calon suami gue." Jawab Tasya dengan santai. Diva terlihat kesal mendengar jawaban Tasya, "Calonnya Arka itu gue!" "Arka?" Tasya memasang senyuman, "Kalau lo memang calonnya, harusnya lo diizinkan memanggil dia Kasya bukannya Arka. Lo ngga tau ya kalau hanya yang dekat dengannya yang boleh memanggilnya dengan nama Kasya?" Ucapan Tasya sukses membuat Diva semakin kesal. Perdebatan keduanya sampai mengundang perhatian beberapa orang yang lewat. Diva menatap bungkusan di tangan Tasya lalu merebutnya. "Heh!" Tasya akan me

