"Kasya marah nih ke Mama?" Goda Elvina pada anak sulungnya yang tengah fokus menyetir di sampingnya. Beberapa menit yang lalu, mereka baru saja mengantar Tasya kembali ke toko setelah mengajaknya makan siang bersama. Sejak dari restauran hingga saat ini, Kasya hanya diam. Memang Kasya bukan pria yang sering bicara, namun Elvina sadar bahwa diamnya Kasya saat ini adalah diam menahan kesal. Jelas terlihat di wajah Kasya menurut Elvina yang pastinya sudah sangat mengenal beberapa gerak-gerik Kasya. "Ngga." Jawab Kasya dengan tatapan lurus ke depan, ke arah jalanan yang cukup ramai kendaraan. "Jangan bohong deh Sya, Mama tau banget lah kamu, kan Mama yang lahirin kamu, jaga kamu dari masih kecil sampai sekarang." "Jadi Mama mau aku bilang kalau aku lagi marah?" "Engga. Mama mau kamu bila

