Puas menangis, Kasya membawa Tasya duduk di sofa ruangannya. Keduanya duduk bersebelahan, Tasya menyandarkan kepalanya dibahu Kasya. "Sya," Panggil Tasya setelah mereka saling diam selama beberapa detik. "Ya?" "Kenapa lo bisa suka sama gue? Bukan karena kasihan kan seperti kata Diva tadi?" "Engga, gue ngga pernah terpikir hal itu." "Lalu?" "Gue juga ngga tau sejak kapan, yang pasti setelah kembali bertemu. Awalnya gue berusaha menghindar tapi akhirnya mengalah, mungkin sejak saat itu gue mulai melihat lo. Mungkin saat ada yang mengaku menyukai lo, gue sedikit kurang suka, mungkin saja sejak saat itu." Tasya menegakkan tubuhnya menatap Kasya, "Siapa?" "Apanya?" "Siapa yang lo maksud?" "Oh... Gue ngga mau sebut namanya." "Kenapa?" "Lo penasaran?" Tasya mengangguk. Kasya tersenyu

