"Kenapa ngga diangkat?" Kasya menatap Tasya dan ponsel ditangan gadis itu yang sedang berdering dan menampilkan nama Reyna. Tasya menghela nafas sedikit berat lalu menjawab panggilan Reyna, sejujurnya ia belum siap menerima kejutan baru. "Ha-Halo Rey?" "Sya, gue tau ini lagi ngga pas tapi gue juga ngga mungkin tunda buat kabarin--" "Apaan Rey?" Tasya mendengar suara ribut di sekitar Reyna, "Rey?" "Sya, lo bisa ke toko sekarang?" "Ada apa memangnya Rey?" "Toko... Toko kebakaran Sya." Suara Tasya tercekat di tenggorokan, langsung saja ia matikan ponselnya dan berdiri. "S-Sya, aku harus ke toko sekarang," Wajah panik Tasya kembali muncul. "Ada apa?" Kasya ikut berdiri. "Toko... Toko aku..." Belum sempat selesai bicara, Tasya segera berlari meninggalkan kantin. Kasya yang bingung pu

