92 - Perasaan Buruk

1192 Kata

Revan mengajak Tasya untuk berpindah ke ruangan Kenan. Tasya duduk di kursi kerja sedangkan Revan berdiri di sisinya. "Silahkan Ibu Tasya, lakukan hal awal seperti yang sudah kita rencanakan." Tasya mengangguk mengerti lalu mengambil gagang telepon kabel di dekatnya. Tasya menelpon salah satu pegawai kantornya untuk diminta menemuinya sekarang. Selang beberapa saat setelah Tasya menutup telepon, seorang pria sudah berdiri di hadapannya. "Ada apa ya Bu?" Tasya sebenarnya tidak ingin bertemu pria itu karena dia merupakan orang yang saat ini mereka curigai. Namun saat ini Tasya harus bersikap profesional, selain karena dirinya sedang menjabat sebagai atasan di kantor, juga ada rencana yang harus mereka lakukan demi segera terselesaikan masalah ini. "Pak Erwan." "Iya Bu?" "Beberapa har

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN