Sumber dari Semua Kabar Burung

1421 Kata
Zoresham pada malam hari selalu tampak berbeda, bahkan bisa dibilang berbanding terbalik dengan keadaan disaat matahari masih menempati singgasananya. Selain karena rumah-rumah yang menyalakan lampu, beberapa tempat pun tampak asing sebab hanya muncul ketika rembulan menggantung di langit. Salah satu tempat dimana kebahagiaan fana ditemukan, kasino.  Para bangsawan merupakan pengunjung tetap tempat yang menawarkan berbagai macam cara untuk menemukan kebahagiaan. Jika ingin mencari pundi-pundi emas, maka tidak ada salahnya untuk bertaruh pada keberuntungan, siapa tahu dewi fortuna berkenan.  Tapi tidak hanya itu saja, mereka yang ingin mendengar sisi lain dari setiap cerita yang terjadi di kerajaan pun bisa mendatangi tempat ini. Ketika banyak orang yang berkumpul bersama, maka disanalah pula kabar burung bermula.  “Kita sudah tiba, apakah Anda yakin dengan ini, Marchioness?” Zeref membuka pintu kereta dengan kedua alis yang sudah menukik cukup tajam. Namun berbeda halnya dengan sosok penumpang yang tidak lain adalah gadis berparas jelita, pemilik manik krimson yang tersisa⸺marchioness Parthenia Idril Tinuvel.  “Apa salahnya jika aku mengunjungi kasino? Lagipula aku sudah bukan anak-anak lagi, Zeref. Ingat kita disini untuk menyelesaikan pekerjaan kita.” Idril melangkah penuh percaya diri. Ia bahkan tanpa ragu melingkarkan tangannya pada lengan sang butler yang sudah menghela nafas, entah untuk yang keberapa kalinya.  “Saya tahu … tapi tetap saja saya merasa salah, karena menjawab pertanyaan Anda. Atau mungkin seharusnya saya tidak menjawabnya,” kata Zeref yang berhasil membuatnya hampir tersedak ketika melihat raut sang marchioness yang tampak menyeramkan.  “Coba saja kau berani melakukan hal semacam itu. Akan kupastikan untuk menggantung tubuhmu di atas pohon willow di belakang mansion, atau kau mungkin perlu diingatkan aku bisa menggunakan beberapa senjata.” “Kau hanya perlu memilih saja … pedang, belati, atau pistol? Mungkin kau ingin mencoba kekuatan seorang Veela?” Idril mengucapkan itu semua dengan wajah yang berseri-seri seolah apa yang baru saja ia katakan adalah sebuah hal menyenangkan. Zeref hanya bisa menggeleng pelan dan mengulum senyum masam. Ia jadi berpikir lama-kelamaan gadis bersurai pirang itu cocok dengan sang duke. Mereka memiliki kesamaan yang terlalu  banyak.  “Baiklah, mari selesaikan ini dan semuanya akan berakhir dengan bahagia,” kata Zeref yang mencoba menyemangati dirinya sendiri.  Eden of wheels adalah kasino terbesar dan yang paling terkenal di seluruh kerajaan Zoresham. Di sini seluruh keajaiban terjadi. Banyak turis yang terkadang mampir berkunjung hanya untuk melihat seperti apa kasino paling besar dan megah di seluruh wilayah, Dan sesaat setelah Idril melangkah masuk ia merasakan perasaan yang mungkin para turis rasakan.  “Ini … sebuah kasino?” tanya Idril yang mulai memperhatikan setiap sudut ruangan megah dan berpilar. Ia dapat menemukan tidak hanya para pria saja, tapi bahkan para wanita juga berada di sana. Beberapa dari mereka hanya duduk melingkar ada pula yang turut bergabung di atas meja pertaruhan.  Namun alasan kedatangan Idril tiba disana bukannya ingin mencoba bertaruh dengan keberuntungannya. Meski mungkin tujuan sang marchioness termasuk dalam suatu kebahagiaan fana yang ditawarkan kasino.  Iris krimson Idril sibuk bergerak kesana-kemari, sampai akhirnya ia mengulum senyuman miring menawan ketika berhasil menemukan sosok yang dicarinya, Seorang wanita berambut kemerahan tengah duduk bersama para pria dan wanita. Ia tampak duduk sendirian dan seolah menjadi pendongeng diantara mereka.  *** Beberapa saat yang lalu “Siapa … yang berani membuat rumor demikian? Aku bertanya padamu, siapa!?” Zeref yang mendengar suara sang marchioness naik beberapa oktaf tiba-tiba menjadi tergagap. Ia mencoba menenangkan Idril terlebih dahulu dengan memberikan tanda untuk duduk.  “Saya tidak tahu dengan persis dari mana rumor itu beredar, tapi salah satu dari para bangsawan berkata bahwa sumber ini berasal dari dia yang paling cerdas dan tahu segalanya. Sebuah mesin pencari yang rupawan, Ophelia Floyn.” “Ophelia Flyon …?” Idril mengernyit. Ia merasa asing dengan nama yang baru saja disebutkan oleh sang butler. Ia mencoba kembali membuka memori setiap nama dari para bangsawan yang ada di Zoresham, tapi tidak ada satupun yang memiliki marga Floyn. Sehingga sang marchioness hanya diam dengan alis yang terlipat.  “Ophelia Floyn bukanlah seorang bangsawan. Dia adalah salah satu gadis penghibur yang paling terkenal di Zoresham. Selain terkenal akan kecantikannya, dia juga dikenal sebagai sang pendongeng atau mesin pencari.” “Alasannya? Mengapa seorang gadis penghibur memiliki panggilan yang terdengar cukup menarik dan pinta?” “Itu karena dia adalah tempat dimana semua rumor dan kabar burung berasal. Tidak ada yang tahu persis darimana Ophelia mengetahuinya, tapi apa yang diucapkannya itu seolah menjadi sebuah kebenaran yang dipercaya banyak orang.” “Lalu … apakah maksudmu rumor tentangku dan duke berasal dari wanita bernama Ophelia ini?”Zeref tidak menjawab, ia hanya mengangguk sembari mengalihkan pandangannya karena ia pasti tahu raut seperti apa yang dipasang oleh sang marchioness.  “Zeref, kau sangat menghormati duke, bukan? Kalau begitu siapkan kereta secepatnya. Minta para pelayan juga menyiapkan gaunku,” kata Idril yang telah melangkah meninggalkan sang butler dengan raut kebingungan.  “Aku harus menemuinya … sang pendongeng, Ophelia Floyn. Aku harus memberikan mulutnya pelajaran sebelum situasi semakin memburuk.” *** Dan demikianlah mereka berakhir menginjakan kaki di kasino. Bahkan kini keduanya berhasil menemukan sosok yang dikenal dengan Ophelia. Wanita penghibur yang menjadi sumber dari semua rumor dan kabar burung.  Idril bersembunyi di dalam kerumunan para wanita yang berebut untuk mendengarkan, rumor hari ini dan berita terpanas apa yang terjadi di kerajaan mereka, “Nona Ophelia, saya mendengar jika Anda mengatakan bahwa duke Vladmire dan marchioness Tinuvel memiliki hubungan khusus. Memang hubungan seperti apa?” Wanita berambut kemerahan disana mengulum senyum miring. Ia menyedot cerutu panjang dari pipa di tangannya, “Duke Vladmire dan marchioness Tinuvel … ternyata topik ini akan selalu menjadi hidangan utama kita sepertinya. Dua orang ini memiliki hubungan khusus, yaitu … kekasih.” Suara memekik tertahan terdengar dari para wanita, Idril yang berada di dalam kerumunan hanya memilih diam dan memperhatikan sosok Ophelia dengan seksama, sementara Zeref yang berdiri tidak jauh darinya berharap semoga sang nona tidak akan menancapkan belati-belati miliknya di depan semua orang. “Seperti yang kita tahu … duke bukanlah sosok pria yang mudah untuk ditaklukan. Tapi bagi marchioness mungkin tidak berlaku. Beliau berhasil menaklukan musim dingin milik Zoresham … itulah mengapa mereka datang bersama dan bahkan berdansa bersama juga ketika pesta pengangkatannya digelar.” “Sayangnya hubungan mereka adalah sesuatu yang tidak sepantasnya dilakukan karena ternyata … marchioness merayu duke. Entah apa yang beliau lakukan, tapi yang jelas dari yang saya dengar beliau mencoba memanfaatkan duke.” Zeref meneguk salivanya. Ia mencuri pandang ke arah sang nona yang masih berdiri dengan tenang. Ia tidak mencekik atau melemparkan belati-belati pada Ophelia, sebaliknya ia justru menarik diri dari kerumunan dan hanya duduk di atas sofa dengan pandangan yang masih terjatuh pada sosok bersurai kemerahan tersebut. Mereka diam di sana selama beberapa jam, Idril baru mulai kembali bergerak setelah Ophelia beranjak menuju ruangan lain di kasino, dan ruangan tersebutlah yang menjadi tujuan selanjutnya.  Benar saja, Idril langsung berjalan dan mengikuti Ophelia yang telah menghilang di balik daun pintu, tapi itu tidak lama karena mereka segera melihatnya lagi, kali ini dalam keadaan yang berbeda. Raut terkejut terlihat begitu kentara saat melihat Idril memasuki ruangan secara tiba-tiba.  “Jadi … inilah sang pendongeng yang telah mendongengkan kisah ku dan duke. Sayang sekali karena kau menceritakannya dalam versi cerita yang salah.” Ophelia terkejut setengah mati. Ia tidak akan pernah menyangka gadis bermanik krimson itu akan datang dan menemuinya.  “Ma-marchioness Tinuvel … apa yang Anda lakukan di sini?”  “Apalagi …? Tentu saja, untuk melihat seperti apa wanita yang disebut sebagai mesin pencari. Aku akan langsung berterus terang saja. Kau apakah ingin mati atau semacamnya …? Apakah kau sengaja melakukannya?” Ophelia yang masih dalam keadaan terkejut setengah mati hanya bisa memandang ke arah gadis bersurai pirang yang telah berdiri di hadapannya dengan  tatapan dingin.  “Sa-saya tidak mengerti maksud ucapan Anda. Saya tidak pernah mengatakan atau menceritakan kisah-kisah yang Anda tuduhkan.” Mendengar wanita berambut kemerahan tersebut menyangkal membuat Idril sangat ingin menghantam kepalanya dengan pedang. Idril tertawa terbahak sebelum kembali memberikan tatapan mengintimidasi yang membuat Ophelia membeku di tempat.   “Kau … jika sekali saja kau berbohong padaku. Aku akan menembakmu. Saat ini aku akan menarik satu dari tiga senjataku. Atau haruskah kau sendiri yang memilihnya … aku membawa pedang, belati, dan pistol kira-kira yang mana ingin kau gunakan.” “A-apa … tunggu! Saya benar-benar tidak tahu apa yang sudah Anda bicarakan. Saya dan ucapkan tadi hanya sebuah cerita untuk senang-senang saja.” Idril mendekat ke arah Ophelia yang telah gemetar. Ia memandang sosok wanita yang jauh lebih tinggi darinya dengan tatapan menusuk, “Kau jangan membuatku mengulanginya lagi … kau yang memberitahukan semua rumor ini bukan?”  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN