Memutar Arah Rumor

1217 Kata
Ada beberapa hal yang selama ini selalu diterima Ophelia sebagai gadis penghibur. Informasi dari para bangsawan atas dan kemarahan atas informasi. Ia bukanlah seseorang yang mudah goyah hanya karena seseorang mencaci maki karena berita atau rumor yang dibawanya, bahkan ia tidak pernah merasa ketakutan. Tidak sampai ia bertemu dengan gadis bermanik krimson.  Ophelia telah menerima begitu banyak perlakuan dari bangsawan. terlahir dalam lingkungan yang keras membuatnya belajar bahwa tidak ada yang bisa kau dapatkan, bila kau berhati lemah dan itulah mengapa ia memilih memanfaatkan keahliannya dalam mengorek informasi untuk bertahan hidup. Selama ini ia hidup dengan cara demikian. Ditodong pisau, diancam, bahkan sampai dijambak. Itu semua pernah ia terima. Tapi ia tidak pernah sekalipun merasa takut dan gemetar. Namun entah mengapa kali ini berbeda. Sebuah pisau bahkan tidak menodongnya, tapi tubuh Ophelia tidak bisa gemetar. Ia hanya menerima ancaman dari gadis yang usianya berada jauh di bawahnya,marchioness Tinuvel  hanya berbicara dengan nada yang dingin dan tatapan tajam seperti orang-orang yang selama ini protes kepadanya. Tapi gadis itu berhasil membuatnya bertekuk lutut, ketakutan. Seolah-olah saat ini ia sedang berhadapan dengan iblis. Manik krimsonnya itu memandang Ophelia begitu dalam hingga membuatnya menyerah dan memilih untuk membuka mulut.  “Kau jangan membuatku mengulanginya lagi … kau yang memberitahukan semua rumor ini bukan?” Dua kali sudah Idril menanyakan hal yang sama kepada si wanita penghibur. Idril tidak memukul atau melakukan kekerasan lain. Ia hanya menyudutkan tubuh Ophelia di dinding dan menatap matanya, menuntut penjelasan.  “Sa-saya … saya mohon maaf! Marchioness Tinuvel, saya tidak pernah bermaksud untuk berkata buruk tentang Anda dan du-duke V-Vladmire. Sa-ya mana mungkin berani melakukan hal semacam itu,” kata Ophelia yang akhirnya bersimpuh dengan kedua tangan menyatu di hadapan wajahnya.  “Tapi kenyataannya kau berani … barusan kau melakukannya. Kau ingat saat aku bertanya diantara kerumunan? Dengan mudahnya kau menjawab segalanya semudah itu. Jika saja bukan karena kau tidak pernah melihat wajahku, mungkin kau tidak akan pernah menjawabnya dan mungkin kau akan memilih lari.”  “Saya … benar-benar minta maaf,” ucap Ophelia yang telah menunduk dengan tangan yang masih menyatu, berharap memohon ampun.  “Sayangnya hubungan mereka adalah sesuatu yang tidak sepantasnya dilakukan karena ternyata … marchioness merayu duke. Entah apa yang beliau lakukan, tapi yang jelas dari yang saya dengar beliau mencoba memanfaatkan duke.” Idril mengucapkan kembali salah satu ucapan yang dilontarkan oleh Ophelia membuat wanita berambut kemerahan tersebut semakin panik dan ketakutan. “I-itu memang benar … saya mengucapkannya. Tapi sungguh! Saya tidak pernah bermaksud untuk berkata buruk tentang Anda berdua. Ini hanya karena … saya menerima sebuah permintaan saja.” Ophelia semakin tertunduk. Ia menggigit bibir merah sensualnya, ia tidak lagi bisa mengelak lebih jauh. Ini akan berbahaya untuknya. Ia mungkin memerlukan pundi-pundi emas, tapi itu semua akan sia-sia jika ia sendiri tidak dapat menikmatinya.  “Apa maksud Anda …? Apakah seseorang menyuruh Anda untuk melakukannya?” Zeref yang sedari tadi diam dan berusaha memperhatikan dari belakang akhirnya ikut bergabung. Ia bahkan melangkah mendekat untuk melihat apakah wanita tersebut hanya sedang berdusta atau tidak.  “Benar … benar begitu. Tuan! Saya selalu memilah-milah informasi yang akan saya ceritakan pada mereka yang bertanya. Selama ini saya menerima pertanyaan dan akan menjawabnya jika memang terdapat kebenaran atau saya mengetahui jawabannya dengan pasti.” “Dan alasan mengapa saya menerima sebutan mesin pencari dan banyak orang mempercayai ucapan saya … karena saya menyampaikan kebenaran,” imbuh Ophelia dengan mata sayu.  “Tapi yang kau lakukan pada kami … bukan sebuah kebenaran. Sejak kapan kau menemuiku? Kau bahkan tidak bisa mengenali wajahku. Lalu bagaimana bisa kau tahu bahwa berita yang kau sampaikan adalah sebuah kebenaran?” Idril memberondong Ophelia dengan pertanyaan menuntut. Ia benar-benar kehilangan ketenangan nya, terlebih saat mendengar namanya dan sang duke disebut dimuka umum. Ia langsung berada di puncak emosi.  “Marchioness, tenanglah terlebih dahulu … alangkah lebih baik, jika kita juga berhasil menemukan orang yang berada di balik rumor tersebut. Mungkin benar, Ophelia adalah dalang pertama yang membuat berita ini menyebar. Tapi setelah dia mengucapkan hal ini ternyata ada sosok yang lain di belakangnya.” Zeref menuturkan dengan pelan, berharap agar sang nona dapat mengerti dan mau mendengarkannya. Bukannya ia tidak merasa marah karena mereka yang ia hormati menerima ketidakadilan seperti ini, justru karena peduli pria berkacamata itu ingin mencabut semua sumbernya sampai akar.  “Surat! Saat itu saya menerima surat. Saya saat itu menerima tugas dari salah satu klien, dan saat pagi tiba saya menerima surat tanpa pengirim yang diletakan di dalam tas saya,” sergah Ophelia tanpa basa-basi. Ia meneguk salivanya dengan ketakutan ketika menerima kembali tatapan menakutkan dari Idril. Ia tidak pernah tahu akan merasa ketakutan teramat sangat pada gadis yang usia bahkan jauh di bawahnya. “Surat yang berisi permintaan untuk menyampaikan semua rumor itu … saya tidak tahu dari mana asalnya. Jika biasanya saya menjadikan klien saya … para bangsawan sebagai sumber mencari informasi. Kali ini saya hanya bahkan tidak tahu dari mana sumber ini berasal. Tapi … ka-karena saya diberikan uang jadi saya …” “Menerimanya. Memang uang adalah sebuah godaan terberat yang bisa membuat siapapun bertekuk lutut. Bahkan sebuah kebenaran tidak segan-segan dikubur rapat. Lalu apa kau tahu siapa orang yang memberikan permintaan ini?” Idril bertanya  kembali dan kali ini Ophelia menggeleng pelan. Wajahnya begitu pucat pasi seperti seorang mayat.  “Kau … ingin uang bukan? Kalau begitu aku akan buat permintaan. Ubah semua rumor itu … kau harus mengubah semuanya sesuai dengan kenyataan. Tidak ada bagian marchioness yang merayu duke, karena semua ucapanmu itu tidak ada yang benar,” ujar Idril lugas.  “Ta-tapi … bagaimana dengan citra saya? Saya akan tidak lagi dipercaya karena mengatakan hal yang berbeda,” sergah Ophelia dengan suara cukup keras. Ia kembali menunduk setelah manik krimson Idril memandang ke arahnya . “Zeref … siapkan satu juta keping emas untuk Ophelia. Dan kau Ophelia, bukankah rumor selalu seperti itu …? Dia akan berubah sama seperti seekor burung yang terkadang kehilangan arahnya. Ini adalah bisnis yang kutawarkan, bagaimana? Aku yakin ini jauh lebih banyak dari yang kau terima.” Ophelia ternganga. Ia tidak percaya akan ditawarkan pundi-pundi uang begitu banyak. Bahkan mungkin dengan uang dari marchioness ia tidak akan perlu melakukan hal semacam ini lagi, sehingga akhirnya ia mengangguk, menyetujui permintaan sang marchioness.  “Baiklah kalau begitu semuanya sudah beres. Kita pergi dari sini, Zeref. Oh, dan Ophelia, jika kau berniat mengelabui ku … jangan berharap bisa melihat cahaya lagi, kau mengerti?” Idril menarik dagu si wanita penghibur. Selain memberikan tatapan tajam ia juga mengulum seringai yang mengerikan.  Setelahnya Idril melangkah pergi meninggalkan wanita bersurai kemerahan yang masih bersimpuh dengan tubuh bergetar. Mereka melenggang dari surga milik Zoresham karena urusan sang marchioness yang telah usai.  “Zeref, setelah ini kau harus memantau pergerakan rumor. Apakah Ophelia telah melakukan tugasnya dengan benar,” kata Idril.  “Lalu … katakan pada kusir bahwa aku tidak akan langsung kembali ke mansion Tinuvel.” “Apa …? Maaf, tapi kemana Anda akan pergi, Marchioness?” Zeref bertanya dengan kedua alis yang bertautan. Idril terdiam selama beberapa saat, tangannya mengepal erat dan wajahnya tampak dipenuhi kekhawatiran.  “Vladmire … aku akan berkunjung kesana.” “Tapi … kenapa? Apakah terjadi sesuatu?” “Tidak ada … tidak tahu, aku hanya ingin pergi kesana. Jika kau sudah mengerti lakukan saja perintahku, kau mengerti?” “Saya mengerti, Nona.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN