Cyn menolehkan kepalanya saat dirasa pintu ruangan Gio telah terbuka dan keluarlah beberapa orang dari sana, Cyn melihat sepertinya mereka ingin pamit pulang. Cyn melirik red velvetnya di atas meja, dirinya mengigit bibirnya gugup. Ia sebenarnya tahu Gio tidak akan marah tetapi kenapa dirinya segugup ini. Mana gerombolang itu masih menggoda pemuda itu. Gio berjalan ke arah meja Cyn dan menyeritkan dahinya, "tumben kamu minuman manis?" tanya Gio bingung. Cyn memamerkan giginya, "nanti aku jelasin," ujarnya. "Ke ruanganku yuk," ajak Gio. "Abang udah kenyang?" Sabian sedari tadi diam sambil menyedot apa yang di depaannya. "Iya." mengangguk lesuh. Gio langsung membawa anak itu ke gendongannya tanpa berontak sedikitpun dari Sabian. "Ga berat mas?" tanya Cyn seraya mengambil tas dan

