Hiks hiks hiks. Suara tangisan lirih dari sosok wanita paruh baya di dalam pelukan gadis muda tidak berhenti sejak tadi. Tidak ada air mata lagi yang keluar tapi hatinya tetap ingin saja menangis tanpa henti. Gadis muda lainnya pun sama hanya ada sisa sesegukkan saja darinya. Tidak jauh dari keduanya, lelaki berperawakan tinggi dan gagah berdiri dengan tangan terkepal kuat disisi sudut ruang, ia menatap cemas kearah pintu berwarna putih yang sedang tertutup rapat di dekatnya. Di atas pintu itu terdapat sebuah lampu menyala berwarna merah sejak 3 jam yang lalu. Andre lelaki itu mengalihkan pandangan matanya melihat dua sosok penting dalam hidupnya. Clarissa dan Mama Sari ibu angkatnya. Andre menarik napas panjang. Ia tidak boleh lemah di hadapan mereka. Andre harus tetap kuat dan tegar unt

