Sakit

2488 Kata

Keesokkan harinya Clarisssa terbangun dengan mata sembab, hidung memerah dan wajah yang pucat pasi. Semalam wanita itu ketiduran setelah menangis hingga subuh menjelang, tanpa selimut ataupun bantal satu pun. Ia bergegas memasuki kamar satu-satunya di rumah ini ketika terbangun, takut putranya menangis ketika mencari keberadaannya. Di dalam kamar ia melihat Raka masih tertidur pulas dengan nyenyaknya, wanita itu kembali menangis dalam diam menatap nanar kearah bocah yang wajahnya 95% mirip dengan lelaki yang seharusnya menjadi ayah dari putranya. Ia terdiam sebentar, sebelum kembali melangkah dan duduk di tepi tempat tidur menatap lekat wajah polos buah hatinya. Clarissa tidak membenci atas kehadiran putranya dan dia juga tidak menyalahkan lelaki itu atas apa yang telah terjadi padanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN