Bunyi decapan terdengar menyapa pendengaran, bunyi yang tercipta dari tautan bibir Prisa dan Dallas yang terus melumat bibir satu sama lain. Dallas merengkuh pinggang sang istri, semakin menekan tubuhnya agar menempel tanpa jarak. Prisa menengadah ke atas kala bibir basag Dallas menyapu leher jenjangnya, memberikan gigitan kecil serta tanda kepemilikan di sana. “Uh! Enak banget!” desah Prisa sudah tidak kuasa menahan gelenyar yang menyengat di tubuhnya. Dallas terus membelit lidah, tidak membiarkan percumbuan lepas. Prisa melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami, dalam sekali angkat, Prisa duduk di meja rias. Tatap mata Dallas terus tertuju pada wajah merah Prisa yang sedang meraup pasokan udara. Dallas berjongkok, menarik kain segitiga milik istrinya. Dia menciumnya dengan mat

