Bab 18.

1130 Kata

“Eh, eh, Om Mau ngapain?” Begitu sampai dan tiba di kamar, Kalila memekik tertahan ketika Darius memeluknya dari belakang. Menyandarkan dagunya di pundak Kalila dengan dua tangan melingkar erat di perutnya. Napas Darius terdengar berat, Kalila diam tidak lagi memberontak. “Om, ngapain?” Kalila berubah canggung dan gugup. Dapat ia rasakan degup jantung Darius yang berdegup kencang lantaran posisi mereka berdekatan. “Kamu bilang sudah menyiapkan lingerie untukku, mana?” tanya Darius. Sukses membuat sepasang mata Kalila membola, Kalila menyiku perut Darius pelan. Kalila ingin memaki diri sendiri karena gampang bawa perasaan. “Ih, mana ada. Itu 'kan cuma pura-pura aja,” balas Kalila berupaya melepaskan pelukan Darius, jika terlalu lama, Kalila nyaris jantungan rasanya. “Aku ingin melihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN