Raga Darius ada di pesta, tetapi pikirkan melalang buana ke mana-mana. Dia tidak menikmati acara, hanya bisa diam di tempat duduknya sambil bermain ponsel. “Bocah itu masih marah padaku sepertinya,” gumam Darius, sudah mengirimkan beberapa pesan, tetapi tidak mendapatkan balasan. Padahal Kalila aktif sejak tadi. “Darius, minum yuk,” ajak Selena, mencari kesempatan untuk mendekati Darius. “Kamu saja.” Darius menolak sopan. Dia sudah punya istri. Meski Kalila tidak mencintai, Darius akan tetap menghargai. Ditolak oleh Darius, Selena menampilkan raut seolah baik-baik saja, tetapi menyimpan kekesalan dalam hatinya. “Takut istrinya cemburu ya, Darius? Kalila masih labil sih, wajar aja kalau cemburuan.” Perkataan Selena seperti sedang mengejek Kalila. “Menurutku bagus, itu artinya benar-be

