Guna menghindari kecurigaan, Dallas berbalik badan meninggalkan ibunya serta Darius tanpa penjelasan. Darius menggelengkan kepalanya pelan, tidak habis pikir dengan Dallas yang begitu kasar pada orang yang lebih tua darinya. “Haish, anak itu benar-benar keterlaluan!” Darius geram. “Saya nggak papa kok, Tuan. Terima kasih sudah menolong saya,” balas Narsih mengulas senyum karena Darius sudah menolongnya. Narsih menatap kepergian Dallas dengan pedih. Menekatkan diri datang ke luar kota demi bisa bertemu anaknya, tapi Dallas malah mengusirnya. Alhasil, Narsih pun mencari pekerjaan saja agar menetap di sini sampai Dallas mau diajak pulang ke kampung halaman. “Mbok ngapain datang ke sini?” Masih penasaran, Darius mengajukan tanya lagi. “Mbok lagi mau ketemu temen di kampung aja, Tuan, tapi

