Chapter 6

2154 Kata
Aku tidak dapat melihat dengan jelas siapa sosok yang berlari kearah kami dibawah guyuran hujan deras seperti ini. Namun sosok tersebut nampak tidak asing. Samar samar sepertinya sosok tersebut mirip dengan Dong Mu, dan ternyata benar yang berlari kearah kami adalah Dong Mu. Aku tidak pernah sebahagia ini, mungkin ini karena efek samping berada dibawah guyuran hujan deras yang terlalu lama. "Tuan Muda, apakah anda masih kuat? apakah aku perlu menghadap Guru Liu?" tanyanya panik melihat keadaanku yang basah kuyup. "Dong Mu, dengarkan aku. Kau tidak boleh menghadap Guru Liu, ini hukuman yang harus aku jalani. Dan lagi aku masih kuat. Kau tenang saja tidak akan terjadi apa apa padaku. Apa kau mengerti Dong Mu?" jawabku. "Hamba mengerti tuan muda, hanya saja semenjak kecil tuan muda tidak pernah berada dibawah guyuran hujan deras seperti ini. Hamba hanya khawatir tuan muda jatuh sakit nantinya,” ucap Dong Mu terdengar sangat cemas. "Aku tidak apa apa Dong Mu, kau tidak perlu mengkhawatirkanku. Setelah hukuman selesai katakan pada Dong Mei untuk menyiapkan air hangat untukku, juga makan malam yang enak, sepertinya aku akan makan banyak sekali," perintahku pada Dong Mu. "Hamba laksanakan tuan muda," jawabnya sambil berlalu pergi hingga bayangannya hilang ditelan derasnya guyuran hujan. Setelah percakapan itu, Kang dan aku tidak saling berbincang lagi, kami hanya diam sambil menggigil menahan dinginnya udara. Akhirnya hujan mulai mereda, tapi langit sudah gelap, kami masih bersujud, tinggal beberapa saat lagi sebelum hukuman ini berakhir. Aku melihat di kejauhan penampakan aula makan yang penuh, murid lalu lalang keluar masuk aula makan. Perutku lapar sekali, kepalaku pusing. Aku menoleh kearah Kang. "Kang, kau baik baik saja?" tanyaku. "Aku baik baik saja Lin Hao, aku hanya lapar dan haus,” jawab dengan suara pelan, nampaknya dia kelelahan. "Sebentar lagi hukuman selesai Kang, terima kasih telah menemaniku menjalani hukuman ini” "Kau tidak perlu sungkan Lin Hao, aku tulus kok membantumu" Akhirnya waktu hukuman berakhir, kakiku serasa mati rasa, aku berusaha bangkit berdiri. Ahhh .... badanku pegal semua. Aku menoleh kearah Kang, kulihat wajahnya seperti terkejut dan bertanya tanya. Ada apa gerangan? .... "Lin Hao, kain apa itu yang jatuh diatas sepatumu?” Aku memandang kebawah dan tersentak, itu adalah kain penutup dadaku. Oh tidakkk .... pasti selama hujan tadi ikatannya mengendur dan terlepas. Lalu aku mendengar Kang bertanya lagi padaku "Lin Hao, maaf .... da ... dadamu" Kuberanikan diri melihat kearah dadaku, dan benar saja buah dadaku terlihat menonjol. Oh tidakkkkk ..... berarti sekarang dadaku terlihat seperti b*******a wanita. Kumenoleh kearah Kang dan dia sedang menatap dadaku. Segera kuambil kain penutup d**a yang jatuh tadi dan cepat cepat aku menutupi dadaku dengan cara menyilangkan tanganku, lalu aku berpamitan kepada Kang dan langsung berlari menuju kamarku. Pikiranku kacau baru beberapa hari disini penyamaranku sudah hampir ketahuan. Kubuka pintu kamar, kulihat Dong Mei menghampiriku seraya berkata "Tuan Muda, aku khawatir padamu, kau basah kuyup, cepatlah berendam di air hangat, aku akan menghangatkan makan malam. Tadi makananmu sudah diantar kemari oleh temanmu. Lalu aku masak beberapa makanan kesukaanmu sebagai tambahannya. Tuan Muda mandi saja dulu, pakaiannya sudah aku siapkan. Aku segera kembali" "Baiklah,” jawabku. Aku berjalan menuju bak mandi, kulepas pakaianku yang basah kuyup, aku masuk kedalam bak mandi, kusandarkan punggungku ke pinggir bak mandi, air mandi ini sangat nyaman dan wangi. Kupejamkan mataku sejenak sambil kubayangkan wajah terkejut dari Kang tadi. “Arghhh bagaimana aku harus menghadapi dia besok? apakah rahasiaku sudah ketahuan? Fei Er ... Fei Er ... percaya diri saja, tidak akan ada hal buruk yang terjadi padamu,” (gumamku dalam hati). Lalu kubersihkan rambutku, kubasuh mukaku sekali lagi, setelah merasa benar benar bersih aku keluar dari bak mandi dan berpakaian. Sesaat kemudian Dong Mei masuk kedalam kamar dengan membawa 2 piring penuh makanan. Aroma nya sangat wangi. "Salam tuan muda, aku memasak makanan kesukaanmu, setelah lelah dihukum seharian pasti tuan muda sangat lapar bukan?" "Iya,” jawabku sedikit lesu. "Tuan Muda katakan ada apa? apakah anda merasa tidak sehat?" "Aku tidak apa apa Dong Mei, hanya saja tadi ketika aku beranjak berdiri setelah lama bersujud, kain penutup dadaku terlepas, dan Kang yang pertama kali melihat kain itu ada diatas sepatuku, lalu dia bertanya kain apakah yang jatuh itu? juga dia berkata Lin Hao dadamu ... dan kulihat matanya menatap kearah dadaku, ketika aku melihat dadaku sendiri, aku kaget sekali karena buah dadaku terlihat menonjol,” jawabku dengan nada kesal. "Hah! ... tuan muda berarti tuan muda Kang sepertinya sudah mencurigai identitas anda, ini tentunya tidak baik, anda harus berhati hati. Sudahlah tuan muda hari sudah malam, yang sudah terjadi biarlah terjadi, jangan dipikirkan lagi. Anda makanlah terlebih dahulu, aku akan memanggil Dong Mu serta Pengawal Chen terlebih dahulu. Hamba keluar dulu tuan muda,” ujar Dong Mei seraya berlari keluar kamar. Tidak berapa lama kemudian Pengawal Chen, Dong Mu dan juga Dong Mei masuk kedalam kamar, mereka membungkuk serta memberi salam. Kami berempat duduk mengelilingi meja makan. Dong Mei menceritakan kepada mereka perihal peristiwa yang terjadi kepadaku barusan. Lalu kulihat ekspresi Pengawal Chen yang datar. “Dia pasti akan berceramah lagi,” (gumamku dalam hati). Dan ternyata aku benar. "Tuan Muda, mulai saat ini anda harus lebih waspada dan hati hati, berarti Tuan Muda Kang sudah mulai mencurigai anda, apakah anda mendengarkan?" : tanya Pengawal Chen penasaran. "Ya Pengawal Chen, aku tahu, aku akan lebih hati hati, kalian jangan kuatir,” jawabku. Setelah selesai makan, aku minta mereka pergi beristirahat, sebab aku pun ingin segera tidur. Aku sangat lelah. Kepalaku pusing. Malam itu butuh waktu agak lama bagiku untuk memejamkan mata, aku khawatir kalau identitasku akan cepat terbongkar berarti aku harus segera kembali ke istana, kalau aku segera kembali ke istana, berarti aku harus berpisah dengan Kang, dan aku tidak akan bisa bertemu dengannya lagi untuk selamanya. Tanpa terasa air mata mengalir di pelupuk mataku. Ahh ... sudahlah nikmati saat saat ini sebelum aku kembali ke istana. Sementara itu diruangan lain tepatnya di dalam kamar tidur Kang. Kang duduk didepan meja belajarnya seraya mengingat ingat kejadian tadi malam. “Kain apakah itu? kenapa Lin Hao memakai kain yang ukurannya pun tidak terlalu lebar? untuk menutupi apakah kain itu? kenapa d**a Lin Hao terlihat seperti d**a wanita pada umumnya? apakah sebenarnya Lin Hao adalah seorang wanita yang menyamar sebagai pria? wajah Lin Hao pun cantik, tidak terlihat seperti wajah pria.” (gumamnya dalam hati). Disamping itu, Kang merasa risau, dia merasa dirinya sedikit aneh malam ini, dia mencoba menelisik kedalam hatinya apakah perasaan aneh yang dia rasakan didalam hatinya? apakah mungkin perasaan itu perasaan suka kepada Lin Hao? akan tettapi belum diketahui dengan jelas apakah Lin Hao seorang pria atau wanita? Kang merasa bingung. Malam itu Kang terus bergumul dengan pertanyaan pertanyaan tentang Lin Hao. Akhirnya dia bertekad untuk menyimpan sendiri hal ini, agar tidak ada orang lain yang ikut mencurigai Lin Hao. Dia ingin menyelidiki dan memastikan hal ini sendiri, sembari berharap kalau Lin Hao adalah benar seorang wanita, sebab kalau Lin Hao seorang pria maka Kang merasa dia bukanlah pria normal. Pagi hari tiba, ayam jantan berkokok pagi sekali. Sementara itu aku (Fei Er) masih terlelap dalam alam mimpi. Dong Mei bergegas masuk kedalam kamar dan membangunkanku. Aku berkata kepadanya kalau aku masih ingin tidur, tapi tiba tiba Dong Mei memberitahuku hal yang mengejutkan, aku langsung bangun dari tempat tidur saat itu juga dengan mata yang terbelalak. Pagi ini aku sudah dikejutkan oleh berita bahwa Guru Liu akan meninggalkan Perguruan Dao untuk sementara waktu dikarenakan ada keperluan keluarga yang harus beliau selesaikan, maka dari itu pelajaran ditunda dan murid murid diberi libur, atau dapat melakukan kegiatan bebas asalkan tidak melanggar hukum. Itu artinya aku bebas melakukan apa saja, aku dapat menjelajahi tempat ini dan perbukitan sekitar Perguruan Dao, atau jalan jalan ke kota terdekat. Tanpa menunggu lama aku langsung beranjak dari tempat tidur menuju bak mandi. Kulepas pakaian tidurku dan langsung berendam. Dong Mei membantu membersihkan rambut dan punggungku, selesai mandi tidak lupa aku tetap memakai penutup d**a, mengikat rambutku keatas, dan memakai pakaian pria. Sekilas terbersit dalam pikiranku apa yang harus kukatakan ketika aku bertemu dengan Kang? .... (sambil menghela nafas panjang) aku memutuskan untuk tetap bersikap biasa layaknya kejadian kemarin malam tidak pernah terjadi, menjaga identitasku baik baik, dan sedikit menghindari Kang dan kakaknya, hanya itu yang bisa kulakukan. Selesai bersiap siap, aku menuju meja makan, kulihat Dong Mei sibuk membagikan mangkuk makan untukku, Pengawal Chen, Dong Mu dan untuk dirinya sendiri. Makanan yang dimasak Dong Mei benar benar wangi dan terlihat menggiurkan. Lalu kami mulai makan bersama sama. Tidak lama kami mendengar pintu kamar diketuk, dan seseorang diluar kamar memanggil manggil namaku "Lin Hao, apakah kau sudah bangun?" tanya orang tersebut. Aku menjawab pertanyaan orang tersebut sambil berjalan menuju pintu kamar "Ya, aku sudah bangun. Tunggu sebentar kubukakan pintunya,” jawabku. Kubuka pintu kamar dan kulihat salah seorang teman sekelasku dengan raut muka yang bergembira langsung memberitahuku bahwa Guru Liu tidak ada di Perguruan Dao untuk beberapa waktu, dan para murid akan pergi ke sungai di bagian barat perbukitan untuk menangkap ikan sambil berendam di sungai, namun tiba tiba teman tersebut mendekatkan mukanya kearahku lalu berbisik kalau kami dapat menemui gadis gadis cantik yang sedang mencuci bajunya di sungai. "Hah!! … ,” jawabku dengan ekspresi muka terperanjat. "Kenapa Lin Hao? kau ikut bergabung bersama kami apa tidak? ikutlah dengan kami, ini adalah acara bebas dan kau dapat mengajak para pelayanmu untuk ikut denganmu juga. Ikan yang berhasil kita tangkap akan kita bakar bareng bareng nanti malam, bagaimana?" tanyanya padaku. "Umm ... baiklah,” jawabku dengan perasaan ragu, penuh cemas dan kuatir karena ini berurusan dengan air lagi, aku takut kejadian kemarin malam akan terulang. "Kita langsung berkumpul di area sungai, cepatlah kau bersiap siap, jangan sampai terlambat, aku sudah mengajak semua murid, ini akan seru Lin Hao, semua murid akan ikut bermain di sungai, kapan lagi kesempatan ini akan datang. Aku pamit dulu, kutunggu kau disana,” ujarnya dengan penuh semangat. "Baiklah ... baiklah, kau pergilah, aku akan menyusul,” jawabku. Kuarahkan pandanganku menuju area kamar Kang dan Kakak Huang, kulihat mereka sedang duduk di teras. Tanpa kusadari Kang menatap kearahku. Aku merasa kaget dan gugup sekali. Kulemparkan senyum kecil kepadanya, dia pun membalas senyumanku. Ohhh aku tidak kuat melihat senyumannya. Hatiku berbunga bunga. Lalu aku kembali ke meja makan dan memberitahu kepada Pengawal Chen, Dong Mu dan Dong Mei perihal acara hari ini. Tampak raut muka khawatir di wajah mereka. "Tuan Muda kau harus berhati hati,” ucap Dong Mu padaku. "Ya, aku tahu,” jawabku. Kudengar suara helaan nafas yang cukup panjang dari Pengawal Chen. Aku cukup siap untuk mendengar pidatonya "Aku akan menunggu di pinggir sungai tuan muda, jika kau membutuhkanku, kau tinggal berteriak saja memanggil namaku,” ujar Pengawal Chen padaku. "Baiklah, ayo sekarang kita bersiap siap. Dong Mu, Dong Mei siapkan semua keperluan kita berempat”. Selesai bersiap siap, kami berempat bergegas menuju sungai, kualihkan pandangaku ke sekitar gedung perguruan, nampaknya semua murid sudah berangkat ke sungai sebab aku tidak melihat satu orang murid pun. Aku, Dong Mu, Dong Mei dan Pengawal Chen berjalan menyusuri areal perbukitan di sebelah barat dari Perguruan Dao. Jalannya cukup curam, banyak pohon pohon tinggi menjulang, sebenarnya udaranya cukup sejuk, hanya saja pepohonan tinggi ini menghalangi masuknya sinar matahari. Selain ditumbuhi pepohonan, areal perbukitan juga ditumbuhi oleh berbagai jenis tanaman. Setelah berjalan cukup lama, akhirnya kami sampai di area sungai, terdengar suara teriakan teman teman, sepertinya mereka benar benar senang kalau tidak ada pelajaran. Dari bukit untuk menuju sungai ternyata harus melewati jalan setapak yang cukup terjal, kami berjalan pelan pelan menuruni curamnya jalan setapak ini, ditambah tanahnya sedikit basah sehingga membuat kami harus berjalan ekstra hati hati jika kami tidak ingin tergelincir. Akhirnya kami mendarat juga ditanah yang datar. Kulihat semua orang sudah masuk kedalam sungai, lalu kudengar beberapa orang berteriak memanggilku dari kejauhan "Lin Hao kami disini, cepat kemari,” teriak beberapa orang teman teman sambil melambaikan tangan kearahku. "Ya, aku datang,” jawabku. Dengan sigap dan langkah yang dipercepat aku bergegas menuju kearah teman temanku, sambil melemparkan pandangan ke sekitar area sungai, kulihat terdapat beberapa wanita sedang mencuci baju sambil bercanda dengan beberapa orang pria “Ternyata benar apa yang dikatakan oleh salah satu temanku,” (gumamku dalam hati). Pengawal Chen duduk di pinggir sungai sambil merebahkan dirinya diatas rerumputan, Dong Mu dan Dong Mei meletakkan perlengkapan kami berempat disamping Pengawal Chen. Kulihat Kang dan Kakak Huang sedang sibuk berlarian di dalam sungai mencoba untuk menangkap ikan. Lalu dengan girangnya aku segera berlari kearah teman temanku untuk bergabung menangkap ikan. Langkahku diikuti oleh Dong Mu dan Dong Mei. Inilah pertama kalinya aku masuk kedalam sungai, airnya begitu sejuk dan bersih, banyak ikan didalamnya. Semoga saja aku tidak heboh sendiri. Aku berlari kesana kemari mencoba menangkap ikan dengan tangan kosong, sesaat kemudian akhirnya aku berhasil menangkap 1 ekor ikan, tanpa sadar aku berteriak dengan suara kencang. “Horeee ... aku berhasil. Akhirnya aku berhasil menangkap ikan”. Kurasa banyak mata yang memandang ke arahku. “Kenapa mereka semua memandangiku?” 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN