Laura tertawa kecil mendengar pernyataan tidak suka dari Liam. Gadis itu juga merasa tergelitik dengan wajah datar Liam yang tidak sesuai dengan nada suaranya yang terkesan kesal. "Utututu jadi sukanya sama gue nih?" Liam mendengus, laki-laki itu sepertinya sadar jika Laura kembali dengan sikap pede mampus yang dia punya. Jadi, dia tidak membalas sama sekali perkataan dari Laura. Sadar tidak mendapatkan respon, Laura pun menatap Liam. Kebetulan kelas memang belum dimulai. Ah, soal tatapan penasaran dan juga sinis dari yang lain jelas sejak kemarin sudah Laura abaikan. Tidak mungkin juga mereka akan menyentuh Liam, cap pembunuh yang Liam miliki jelas menjadi ketakutan mereka. Apalagi yang berani mendekati Liam akan menerima sangksi dari Dominus. "Liammmm," panggilnya panjang membuat Li

