Kacau. Semua rencana dan misi Laura mendadak hancur dan sirna. Dia benar-benar menyesal telah masuk ke dalam permainan yang merebut harga dirinya hanya karena sosok Liam. Mungkin jika hanya membuat fisiknya luka atau membuatnya malu, Laura tidak akan merasa takut. Tapi mereka terlalu berlebihan, melewati batas dan membuatnya terkesan tidak punya harga diri. Pelecehan. Tindakan mereka sudah bisa dibilang seperti itu, bukan? Suara tangis yang tadinya memenuhi ruang UKS perlahan menghilang. Gadis itu sudah lebih tenang. Matanya menatap langit-langit UKS dengan begitu dalam. Otaknya dipenuhi banyak tanda tanya yang harus bisa diselesaikan. Bagaimana caranya membalas dendam kepada mereka? Bagaimana cara mengembalikan nama baiknya? Haruskah dia teruskan mendekati Liam? Ah, sepertinya

