Jika saja Dharma tidak datang, mungkin kehebohan itu akan berlanjut menjadi sebuah perkelahian sahabat lama. Sayangnya, selisih beberapa detik, motor Dharma membelah lautan siswa itu dengan wajah yang sangat-sangat mengerikan. Menyetandarkan motornya, Dharma berbalik sambil melepas helm hitam miliknya. Hoodie hitamnya disingkap dari atas kepala dan matanya menghunus menatap Liam, kemudian beralih pada gadis di belakang Liam. Sesak dan rasa ingin menarik gadis itu agar mendekat ke arahnya begitu terasa menjengkelkan. Namun, perasaan itu bisa dikendalikan dengan wajah datarnya yang menatap lawan dengan tajam. "Pagi-pagi bikin kehebohan, huh?" tanyanya. Dharma yang memang belum berbaikan dengan Gama lantas mendorong sang ketua OSIS itu karena menghalangi jalannya. Kini posisi yang berhad

