Pagi ini adalah pagi termalas yang Laura alami. Gadis itu merasa enggan masuk sekolah karena masalahnya kemarin. Apalagi namanya sudah dicap buruk, hal yang benar-benar mengganggu hati dan pikiran Laura. Semalam, Selly sempat meneleponnya, menanyakan kabar Laura karena gadis itu membolos pelajaran setelah masalah terjadi. Selly benar-benar teman yang baik, meski gadis itu tetap berlaku sama, tidak berani mendekati dirinya saat di sekolah. Namun, setidaknya Selly selalu ada saat dia dalam masalah. Wajah lesu dengan bibir sedikit pucatnya sudah tertutup apik oleh makeup tipis. Senyumnya berusaha dia tampilkan sebaik mungkin meski nyatanya dia terpaksa. Gadis itu berdecak saat lengkung bibirnya terlihat aneh di cermin kamarnya. Wajahnya kembali berusaha menciptakan senyum senatural mungki

