Knop pintu yang dibuka pelan, ruang tidur yang temaram hanya bercahayakan bulan di langit dan secercah cahaya dari kerlip bintang. Rudolf melepaskan coatnya, melemparnya ke sofa, sambil melepaskan sepatunya dengan tidak sabar disusul dengan kaos kaki. Wangi parfume yang bercampur aroma keringat dari kulit Alena seakan bagai candu bagi Rudolf. Ia melangkah dengan lebar menuju ke tepian tempat tidur. Alena yang tertidur pulas dengan tali gaunnya yang melorot. Meringkuk di balik selimut dengan rambut coklat yang tersebar di atas bantal, wajah cantik yang tertimpa cahaya bulan tampak begitu cantik. “Alena,” desis Rudolf saat berhasil melepaskan celana jins yang dikenakannya disusul dengan menarik ke atas kaos yang membalut tubuh berototnya. Rudolf menurunkan celana dalamnya, tubuhnya telanj

