Bab.3 Fujiko Diberhentikan

1147 Kata
Masih di White Mansion, Masaki masih berbicara dengan perawat yang biasa merawat Kenzi, terlihat Fujiko, masih mau bekerja di rumah Kenzi. Dia merasa tidak pernah membuat kesalahan, dan tidak mau diberhentikan. "Maaf Nona Fujiko, saya hanya mengikuti perintah Tuan Kenzi." "Saya masih ingin bekerja di sini merawat Tuan Kenzi, karena saya merasa, tidak ada kesalahan yang saya buat, saya harus menemui Tuan Kenzi." "Tolong jangan diganggu dulu, tuan sedang kurang sehat, butuh istirahat." Fujiko tak menghiraukan Masaki, dan segera masuk ke ruangan Kenzi. Masaki pun ikut menyusul khawatir kedatangan Fujiko akan menganggu waktu Tuan Kenzi. "Maaf Tuan Kenzi, saya sudah pesan tuan tidak mau diganggu dulu, tetapi dia memaksa masuk." "Hmm, ya sudah tidak apa, tinggalkan kami berdua, tidak apa - apa Masaki, kau bisa kembali lanjutkan pekerjaanmu." "Siap tuan." "Ada apa lagi Fujiko, sehingga kau memaksa masuk ruanganku!" "Jujur tuan, saya masih ingin merawat tuan, saya belum mau diberhentikan, karena saya merasa tidak pernah membuat kesalahan." "Kau memang tidak pernah membuat kesalahan, tetapi ini sudah keputusanku, jadi aku harap kau bisa menerimanya, untuk honormu, sudah aku transfer, aku sudah tidak membutuhkanmu untuk berada di sini lagi." Fujiko masih berusaha memohon pada Kenzi agar dirinya masih boleh bekerja, namun permohonan Fujiko, untuk tetap bekerja di White Mansion tidak digubris oleh Kenzi. Fujiko ternyata memendam perasaan sayang pada Kenzi, dia sudah jatuh hati akan ketampanan sang raja mafia itu. "Fujiko, aku mohon bangunlah, tidak perlu kau berlutut seperti ini, jika memang nanti aku membutuhkanmu lagi, aku pasti menghubungimu, jadi aku berharap kau jangan pernah memancing emosiku, sekarang kau kemasi semua barangmu jangan sampai ada yang tertinggal, aku tidak pernah suka dibantah." Dengan raut wajah yang sedikit kesal, Fujiko segera keluar ruangan Kenzi dan mengemasi semua barangnya bersiap untuk kembali ke yayasannya. 'Baiklah, jika kau membuangku seperti ini, kau lupa Tuan Kenzi, saat kau mabuk dua bulan yang lalu, kau paksa aku untuk menemanimu tidur, kau sudah mendapatkan kesucianku, aku sudah rela merawatmu tanpa libur, kau mencampakkan aku begitu saja seperti sampah, lihat saja, suatu saat aku akan kembali untuk membuatmu hancur, aku tidak akan pernah mau melihat kau bahagia, karena kau hanya untukku' ucap Fujiko saat dia sedang mengemasi barangnya. Jam berjalan begitu cepat, tak terasa sudah pukul lima sore, Kenzi dan Yuki, telah bersiap di kamar mereka masing - masing, untuk datang ke acara undangan para pengusaha terbesar malam ini. Kenzi melihat jam di tangannya dan segera menuju kamar Yuki. "Yuki, apa kau sudah siap, kita harus jalan sekarang, jangan sampai kita terlambat." Pintu kamar Yuki terbuka, Kenzi seketika mematung melihat penampilan Yuki yang terlihat begitu cantik dengan balutan gaun berwarna cream, Yuki terlihat seperti wanita anggun, membuat Kenzi takjub dibuatnya. "Aku sudah siap, bagaimana apakah bagus dan sudah pantas di badanku." "Hmm ya boleh juga, cukup cantik, ya sudah kita jalan sekarang, tetapi kali ini kita satu mobil ya." "Ya baiklah, walau sebenarnya aku tidak terbiasa satu mobil dengan lelaki asing yang belum aku kenal." "Sudah tidak perlu cerewet, sakit telingaku mendengarkan ocehanmu itu. Apa perlu aku yang membuatmu diam." "Baiklah aku akan diam, puas kau lelaki aneh." "Hahaa, aneh tetapi tampan kan!" "Apa! Tampan dari mana, yang ada wajahmu itu seperti Jocker." "Jocker! Kau ini buta ya, lihatlah secara dekat, aku sangat tampan seperti ini, kau bilang aku seperti jocker, sepertinya kau harus memakai kacamata Yuki. Kau tahu di luar sana, banyak wanita dari kalangan foto model, dokter dan semua wanita pintar menginginkanku." jawab Kenzi sembari mendekat ke arah wajah Yuki "Hah, justru mereka yang tidak sehat penglihatannya, melihat lelaki yang wajahnya seperti jocker sepertimu dibilang tampan, mereka yang buta berarti." "Hahaha, kau ini lucu sekali, kau pikir kau juga cantik, kau itu tak lain hanya wanita biang onar apa bagusnya. Sungguh, kau saja yang berani menyebutku jocker, kalau aku mau, dalam sekejab abis nama baik orang tuamu di surat kabar." "Ya itulah andalanmu, selalu mengancamku, ya sudah sebarkan saja, silahkan, biar semua masyarakat tahu, akulah ratu biang onar di Golden University." "Hei sudahlah, masih mau berdebat terus, masuk mobil, nanti kita terlambat Yuki." "Apa perduliku, mau terlambat atau tidak, ini kan acaramu." "Sudah pak supir, kita jalan sekarang, tidak perlu mendengarkan gadis cerewet ini." "Baik Tuan Kenzi." jawab sang supir sembari tersenyum simpul melihat kelakukan Kenzi dan Yuki yang seperti kucing dan tikus Dari arah kejauhan nampak seseorang sedang bersembunyi di sekitar jalanan luar White Mansion, dia sedang memperhatikan, kalau ada gadis muda yang saat ini menemani Kenzi. 'Kenzi, liat saja nanti, aku bersumpah kau akan membayar semua luka yang telah kau buat padaku' ucap seorang misterius yang mengamati rumah Kenzi. Masih menuju perjalanan, nampak Kenzi memandangi Yuki di hadapannya, yang tengah duduk di kursi tengah mobil Limosin hitam miliknya. Yuki yang mengetahui sedang diperhatikan oleh Kenzi, dia seperti salah tingkah dan gugup. Kenzi hanya tersenyum dan memegang erat tangan Yuki. "Kau gugup ya, dengan Jocker." "Apa ahh tidak, aku hanya tidak terbiasa dengan pakaian ini." "Hmm, sudahlah mengaku saja, lihat wajahmu memerah seperti itu, kau bilang aku seperti Jocker kan, berarti aku seram dan aneh, tetapi mengapa saat aku menatapmu dengan intens kau terlihat seperti salah tingkah dan gugup, kau pasti sudah terbuka sekarang, kalau aku tampan kan!" "Apaan sich, aku bilang, aku hanya tidak terbiasa dengan gaun ini, aku ini gadis tomboi yang tidak mau ribet, lalu kau paksa aku untuk memakai gaun aneh dan menemanimu ke acara malam ini." "Berarti gadis tomboi yang sekarang ada di hadapanku, bisa luluh juga, gugup dan salah tingkah saat ditatap oleh Kenzi, hahaha, kau ini, aku ini lelaki dewasa, yang usianya dua puluh tahun lebih tua darimu, jadi aku sudah pengalaman akan wanita, kau bisa berbohong pada orang lain, tetapi tidak denganku." "Sudahlah ahh, kalau kau masih meledekku seperti ini, maka aku minta turunkan aku di sini." "Heii...sudahlah aku hanya bercanda, kau ini cerewet sekali." "Kalau kau sudah tahu aku cerewet, sudah jangan selalu membuat ulah padaku." "Yang membuat ulah itu kau di kampus, aku hanya ingin mengetes seberapa jujurnya dirimu, ternyata di dalam hatimu itu, kau sebenarnya mengakui kalau aku memang begitu memikat hati semua wanita." "Bangga kau seperti itu, ya sudah kalau begitu untuk apa kau masih menyendiri, kau bilang di luar sana, banyak wanita yang mengejarmu dari kalangan wanita cerdas dan foto model, lalu mengapa kau tidak menikahi salah satu di antara mereka." "Aku tidak semudah itu, karena aku tidak mau mereka mencintaiku hanya karena aku ini mapan dan memiliki segalanya, aku belum menemukan wanita yang benar - benar tulus mencintaiku, karena aku sendiri banyak kekurangan, aku yakin saat mereka tahu keadaanku yang sebenarnya mereka tidak akan pernah mau menyukaiku lagi, mereka belum tahu saja dunia asliku seperti apa." "Memangnya kau ini manusia apa, duniamu berbeda, kau tinggal di planet memangnya. Ada - ada saja kau ini." "Sudah tidak perlu dibahas, ingat saat di dalam pertemuan nanti, kau jangan pernah terpisah dariku, dan jangan cerewet, tidak perlu menjawab pertanyaan orang asing." "Ya baiklah aku akan mengunci mulutku, puas kau! Dasar lelaki aneh."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN