"Masaki ayo cepat kita ke bandara sekarang, aku tidak mengerti mengapa menjaga satu gadis saja dia tidak becus, kau tanyakan ke toko mana Yuki membeli buku komiknya."
"Tadi Nakamura menjelaskan, Nona Yuki hilang di Golden Mall."
"Okay sesampainya di sana, kita cek semua kamera cctvnya."
Tiga jam kemudian, Kenzi dan beberapa rombongan pasukannya telah tiba di Tokyo. Segera dia pergi menuju Golden Mall. Sesampainya di sana, dia meminta kunci ruangan kamera cctv seluruh tempat Golden Mall.
Terlihat Nakamura masih di lokasi Golden Mall juga, dia sangat takut dengan Kenzi yang memandanginya begitu tajam.
"Aku sudah bilang kan, kau jaga baik - baik Yuki, kenapa dia bisa lolos dari penjagaanmu, jelaskan padaku." ucap Kenzi sembari menarik kemeja Nakamura.
"Maafkan saya Tuan Kenzi, saya sudah ingin mengawal Nona Yuki, tetapi dia yang tidak nyaman akan pengawalan."
"Kau bodoh sekali, di sini siapa yang atasanmu, kau begitu saja mengikuti kemauannya, aku tidak akan memberikanmu gaji di bulan ini, dan sementara kau jangan dulu bekerja di rumahku, sampai aku memanggilmu kembali, aku tidak mau melihat wajahmu lagi Nakamura, pergi dari hadapanku sekarang."
'Yuki kau di mana, aku sudah katakan jangan pernah kau sendiri, jika sampai sesuatu terjadi padamu, aku bersumpah tidak akan memaafkan diriku sendiri.' ucap Kenzi saat sedang mengecek kamera cctv
"Tuan Kenzi, lihat itu, Nona Yuki dipukul oleh orang tak dikenal lalu dibawa pergi, di zoom saja nomor mobilnya tuan."
"Kurang ajar, siapa mereka yang berani menganggu ketenanganku, cepat kau lacak nomor mobilnya, dan hubungi nomor Yuki sekarang."
"Baik Tuan Kenzi, sudah saya share nomor mobilnya pada pihak kepolisian , namun ponsel Nona Yuki tidak dapat dihubungi."
"Kita cek sekarang ke basement, siapa tahu menemukan petunjuk ponsel Yuki berada di mana, karena aku cek gpsnya lewat ponselku, masih di sekitar Golden Mall ini."
"Siap Tuan Kenzi."
Sesampainya di basement, dari arah belakang, terlihat sebuah ponsel namun sudah dalam keadaan mati, Kenzi mendekat dan benar saja itu ponselnya Yuki.
"Ini ponselnya Yuki, hmm Masaki sekarang kau minta pihak kepolisian untuk melacak keberadaan nomor plat mobil penculik itu, siapa otak dibalik semua ini, jika dia dendam padaku, mengapa harus Yuki yang menjadi sasaran."
"Baik Tuan Kenzi, ini masih dalam proses pelacakan lokasi mobilnya, begitu dapat lokasinya mereka akan memberikan informasinya kepada kita."
"Sampaikan pada semua tim, untuk tetap siaga di sini, begitu kita berhasil menemukan lokasi penculik biadab itu, kita habisi mereka semua."
"Siap Tuan Kenzi."
Menuju bekas pabrik kosong tempat para penculik suruhan Fujiko menculik Yuki. Tak lama Yuki yang masih dalam kondisi pusing karena hantaman keras di belakang lehernya, dia menatap tempat yang tidak pernah dia kenal, mata - mata penculik itu sudah seperti ingin memangsa Yuki bagaikan singa menunggu rusa.
Mereka mengikat tangan tangan dan kedua kaki Yuki hingga membuat Yuki sulit untuk bergerak.
"Haiii nona cantik, rupanya kau sudah bangun ya, masih pusing ya kepalamu, kalau masih pusing tenangkan dulu, kalau sudah segar, layani kita semua ya, hahaha." ucap para penculik sembari menyentuh wajah Yuki
"Cuiihhh, siapa kalian, jangan pernah menyentuhku dasar lelaki biadab kalian semua." jawab Yuki sembari meludahi salah satu penculik itu.
(Plakkkk) Penculik itu menampar wajah Yuki
"Diam kau gadis bodoh, semakin kau tidak bisa menjaga sikapmu, maka kami akan cepat melucuti pakaianmu, kami sudah lama tidak menikmati sebuah hadiah empuk, lebih tepatnya daging empuk, kami ini semua singa - singa lapar. Apalagi kau ini sangat harum sekali, mulus, tentu kau bisa memberikan kepuasan kami secara berulang - ulang, kami tidak akan membuangmu apalagi membunuhmu, kau akan kami jadikan pemuas nafsu kami, hahaha."
"Jangan ...aku mohon, jangan lakukan itu, lebih baik aku mati dari pada menjadi pemuas nafsu kalian, dasar kalian semua lelaki biadab, aku tidak pernah mengenal kalian, tetapi kenapa kalian memperlakukan aku seperti ini."
"Mungkin kita sudah berjodoh nona cantik, hahahaha."
"Sudahlah John, jangan lama - lama, eksekusi sekarang daging mudanya, pasti rasanya sangat menyegarkan ini, hahahah."
"Ya kau benar juga, aku pun sudah tidak sabar menikmati tubuh gadis cantik ini. Diam kau hah, apa susahnya melayani kami."
John salah satu ketua penculik menampar wajah Yuki lagi, dan melucuti semua pakaikan Yuki, hingga tidak memakai sehelai benang pun, dari mulut Yuki sudah mengeluarkan darah akibat dari tamparan keras John.
Yuki pun dipukul dibagian wajahnya hingga dia tak bisa lagi melawan perlakuan biadab para penculik itu, Yuki harus menerima kenyataan, harus dilecehkan oleh lelaki - lelaki biadab, hanya air mata deras mengucur sembari menahan sakitnya perlakukan para penculik itu saat merudapaksa dirinya.
Saat mendapat kabar lokasi dari kepolisian, Kenzi dan tim segera merapat ke bekas pabrik kosong itu.
"Biar aku saja yang mengurus mereka, kalian semua berjaga di sini."
"Siap Tuan Kenzi."
Saat mereka baru saja selesai dengan tindakan biadabnya, terdengar suara beberapa mobil yang mengepung tempat itu, nampak sebuah Jeep hitam yang menerobos masuk ke dalam bekas pabrik kosong itu. Kenzi dengan emosi yang memuncak melihat kenyataan Yuki sudah dalam keadaan tidak berdaya, tanpa pakaian sehelai pun, dia menghajar semua pelaku penculik itu.
"Dasar lelaki biadab kalian semua, menyentuh Yuki sama saja kalian menggali kuburan kalian sendiri." ucap Kenzi sembari menghajar semua pelaku itu, salah satu pelaku yang bernama John meminta ampun agar dia tidak dibunuh seperti teman - temannya.
"Ampun tuan, sakit."
"Apa! Sakit katamu, apa yang kalian lakukan tidak akan pernah bisa membayar sakitnya Yuki, atas perlakukan kalian, kalian lupa, kalian itu semua lahir dari seorang perempuan, kalian lupa di rumah memiliki anak dan istri, dasar biadap kalian semua, katakan padaku, siapa yang sudah menyuruhmu?" tanya Kenzi dengan penuh amarah layaknya iblis
"Saya hanya disuruh Nyonya Fujiko, mantan perawat Tuan Kenzi."
"Fujiko! Kurang ajar, ternyata dia masih menyimpan dendam padaku. Ingat Fujiko, sebentar lagi umurmu akan aku persingkat."
Setelah mendengar pengakuan John bahwa otak penculikan itu adalah Fujiko, Kenzi tetap melenyapkan John dengan cara menembak ke bagian kepalanya. Melihat semua pelaku sudah tewas, Kenzi segera melepaskan jas panjangnya untuk menutupi tubuh Yuki.
"Maafkan aku Yuki, tenang saja aku sudah lenyapkan mereka semua, itu harga yang pantas untuk mereka."
"Aku tidak mau pulang, berikan saja aku pistol itu, berikan." ucap Yuki yang sudah merasa depresi akibat dirinya sudah ternodai
"Sstttt sudah, jangan pernah kau melakukan itu ya, maafkan aku yang sudah membawamu ke rumahku, ini semua murni kesalahanku."
"Aku sudah ternoda, sudah kotor, aku tidak layak lagi hidup di dunia ini."
"Sudahlah aku tidak mau kau bertindak bodoh, apapun keadaanmu, aku tetap menyayangimu, kau hanya korban, nanti kita berobat di rumah sakit terbaik, lihatlah para pelaku sudah aku lenyapkan, jangan kau pikirkan lagi, aku menerimamu apa adanya, aku yang salah di sini."
"Tetapi apa salahku, sehingga aku diperlakukan seperti ini."
"Otak dari penculikanmu, dia adalah mantan perawatku, yang sudah aku pecat, biar nanti malam aku bereskan dia juga, kita harus ke rumah sakit sekarang, kau harus segera dirawat ya, aku akan mengutus orangku untuk menjagamu."