"Nakamura, nanti siang tolong kau antarkan Yuki ke toko buku ya, ingat jangan pernah lengah menjaganya, jika sampai kau lalai menjaga Yuki, maka aku pastikan kau akan menyesal. Jika dia ingin pergi membeli sesuatu yang lain, kau harus selalu menjaganya, dengar itu!"
"Siap Tuan Kenzi."
"Ya sudah aku berangkat dulu ke Beijing , jika ada masalah apapun, segera kabari aku."
Kenzi dan beberapa rombongan sudah berangkat menuju Beijing, pesawat yang mereka gunakan adalah pesawat pribadi milik mendiang ayah angkat Kenzi.
Tiga jam kemudian, Kenzi dan pada rombongan sudah tiba di Beijing, Kenzi tiba di rumah yang sudah disewanya untuk melakukan penyerang ke rumah Alson, mereka menyiapkan penyergapan semua perlengkapan untuk serangan ke rumah Alson, otak dari penyerangan malam itu kepada Mr Lim.
Menuju kediaman Alson, nampak penjagaan lumayan ketat, Kenzi dan beberapa pasukannya mencoba memasuki kediaman Alson. Alson tidak mengetahui kalau kedatangan Kenzi untuk menjemput kematiannya.
"Selamat pagi, Tuan Alson apa ada di rumah?" tanya Kenzi dengan santai
"Ada tuan, silahkan masuk sudah ditunggu di dalam."
"Baiklah terima kasih."
Kenzi dengan dan para pasukannya melangkah santai menuju ruangan Alson.
"Kalian berjagalah di luar, begitu aku berikan sinyal, lakukan penyerangan, habiskan mereka semua, dan kau Masaki bagaimana, apakah saluran cctv di rumah ini sudah berhasil diputuskan."
"Semua sudah beres, kebetulan saya mempunyai mata - mata yang menyamar bekerja dengan Alson."
"Bagus, ya sudah kau berjagalah juga di luar, begitu ada aba - aba dariku, segera habiskan semua pasukan Alson."
"Siap tuan."
Sesampainya di ruangan Alson, Kenzi disambut dengan sangat terhormat.
"Wah selamat pagi Tuan Kenzi, lama kita tidak berjumpa, bagaimana apakah ada info terbaru mengenai barang itu."
"Pagi juga Tuan Alson, ya sudah lama kita tidak bertemu, masalah barang yang tuan mau, siang ini baru datang, nanti aku infokan, aku tidak bisa lama - lama, aku hanya ingin menyampaikan pesan berdarah untukmu."
"Pesan berdarah! Apa maksud dari perkataanmu?"
"Tuan Alson yang licik, kau pikir aku tidak tahu, kau lah otak dari penyerangan Mr Lim tadi malam" ucap Kenzi yang sudah menodongkan pistol di kepala Tuan Alson.
"Dia yang sudah memulai perang denganku, dia memenangkan tender secara curang."
"Tidak, justru kau yang bermain belakang, kau lupa Mr Lim banyak jasa padamu, dulu kau itu bukan siapa - siapa tanpa Mr Lim, tetapi mengapa kau sekarang menyerangnya dari belakang, hanya karena kau kalah tender darinya, kau bahkan selalu mengancamnya, jika dia tidak turun dari tender itu, kau sudah membunuh anaknya dulu, kau tahu siapa yang berhasil menghabisi anak buahmu semalam, mereka semua anak buahku, kita semua teman, tetapi kau licik, kau tidak pernah mau mengakui kekalahan."
Door....dorrr ( Kenzi melayangkan tiga peluru di kepala Tuan Alson, seketika dia memberikan sinyal kepada anak buahnya untuk menghabisi semua pasukan Alson.
Dalam waktu satu jam, semua sudah selesai, Kenzi dan anak buahnya segera pergi meninggalkan kediaman Alson dan melaporkan kepada Mr Lim, semua misi sudah selesai. Kenzi sempat terkena pelesetan peluru di lengan kanannya, namun dia menahannya dan menutupnya dengan sebuah kain. Dia pun segera kembali ke rumah sewaannya, lalu mengobati lukanya, setelah itu dia harus berangkat lagi untuk transaksi kokain di sebuah pelabuhan
Kembali menuju White Mansion, Yuki sudah terbangun dan bersiap pergi ke toko buku, Nakamura sudah siap menunggu Yuki di dalam mobil untuk mengantarnya ke toko buku.
Nakamura membuka pintu mobil dan mempersilahkan Yuki masuk.
"Pagi menjelang siang Nona Yuki, bukannya nanti siang mau perginya."
"Sekarang saja, karena siang aku sudah malas keluar, kita pergi ke toko buku yang letaknya dekat Golden School ya pak."
"Baiklah nona, lalu setelah itu apa nona mau membeli sesuatu yang lain?"
"Setelah ke toko buku, aku mungkin mau ke supermarket, nanti bapak tunggu saja di basement parkiran mobil ya. Aku ingin membeli buah dan coklat saja."
"Maaf nona, Tuan Kenzi telah berpesan, saya harus mengawal kemana pun nona pergi."
"Tenang saja, aku bisa menjaga diriku sendiri, aku tidak nyaman saat orang - orang melihat, aku dalam pengawalan, aku mohon pak, aku tidak terbiasa, sudah tenang saja, toh Tuan Kenzi tidak tahu kan, bapak berjaga saja di basement parkiran ya, karena toko bukunya dan supermarket kan satu gedung, jadi tidak mungkin di tempat keramaian itu, ada orang jahat pak."
Satu jam perjalanan, sampailah Yuki di Golden Mall, yang terdapat toko buku, supermarket serta beberapa outlet baju - baju ternama, yang merupakan milik Kenzi juga.
"Nona yakin, bisa sendiri?"
"Tenang saja pak, tunggulah di parkiran basement, nanti aku menyusul."
"Saya tidak mau nanti kesalahan karena tidak menjaga Nona Yuki."
"Sudahlah tidak apa - apa."
Dari arah kejauhan, nampak terlihat sebuah mobil Van hitam dengan berjumlah enam orang sedang mengamati Yuki, masing - masing sudah siap ingin membawa Yuki.
"Hei, kau lihat itu, dia adalah gadis yang menjadi target utama kita, cantik bukan, jika kalian berhasil menculiknya, maka aku serahkan dia untuk kalian, terserah mau kalian apakan gadis itu, ingat jangan sampai gagal. Tunggu dia sampai selesai berbelanja dulu dan kembali ke basement ini".
"Siap Nyonya kami sedang mengamati gadis muda itu."
"Aku pergi dulu, kerjakan dengan bagus, jangan sampai gagal, silahkan kalian apakan saja gadis itu, yang terpenting jangan sampai dia ditemukan orang - orang Kenzi."
"Tenang saja Nyonya serahkan semua pada kami, kami pastikan tidak akan gagal."
Setelah selesai berbelanja, Yuki menghubungi Nakamura untuk menjemputnya di depan pintu basement, namun Nakamura tak menyadari kalau batrei ponselnya habis, sehingga Yuki berjalan ke arah parkiran, saat dia sedang melangkah dari arah belakang seperti ada benda tumpul yang memukul lehernya, seketika Yuki pingsan tak sadarkan diri, segera gerombolan lelaki itu memasukan Yuki ke dalam mobil Van itu dan membawanya pergi.
"Wah gadis yang sangat cantik, sudah kita eksekusi saja, sudah lama kita tidak menikmati daging muda, hahaha, sudah dapat uang, dapat pula dagingnya."
"Ya, cepet kabari Nyonya."
Lalu terlihat salah satu gerombolan penculik itu menelpon seseorang untuk memberitahukan bahwa misi penculikan berhasil.
"Siang Nyonya, kami sudah berhasil menculik gadis muda itu, lihatlah foto yang kami kirimkan."
"Hmm, baguslah, bayaran kalian segera aku transfer bebeberapa menit lagi, kalau perlu kalian hilangkan saja gadis itu."
"Wah gadis cantik dan mulus seperti ini, sungguh sayang dibuang begitu saja, dia bisa menjadi pemanis kami nyonya, kenikmatan yang masih segar yang bisa dipakai berulang - ulang."
"Terserah kalian mau apakan gadis itu, yang terpenting dia sudah tak ada lagi di rumah Kenzi."
"Siap nyonya."
Masih di area basement Golden Mall, dua jam sudah Nakamura menunggu, tetapi Yuki juga tidak nampak keluar dari mall, Nakamura keluar dari mobil dan mencari keberadaan Yuki di dalam mall, dan bertemu salah satu karyawan supermarket yang memberitahu bahwa Yuki sudah keluar supermarket dua jam yang lalu.
Mendengar hal ini, Nakamura panik, dan segera menghubungi ponsel Yuki, namun sudah tidak bisa tersambung, karena saat penculikan ponselnya sudah dibuang oleh para gerombolan penculik itu .
Tanpa berpikir panjang, Nakamura segera menghubungi Masaki untuk menyampaikan bahwa Yuki menghilang.
Saat masih transaksi di Beijing, Masaki membuka pesan singkat di ponselnya, dia segera mendekat ke arah Kenzi , yang membuat Kenzi mengepal tangan dan menunda transaksi kokain siang itu.
"Maaf Tuan Jeky , kita lanjutkan sisa transaksi minggu depan, karena barangnya juga belum datang semua, karena terkendala di bagian pengiriman, sisa barangnya akan saya kirimkan minggu depan, saya juga harus buru - buru ada masalah di Tokyo."
"Lalu masalah pembayarannya bagaimana?"
"Transfer saja sesuai jumlah barang, saya harus kembali ke Tokyo."
"Siap Tuan Kenzi."