Tiga hari usai sadarnya Dea, wanita itu pun diizinkan pulang. Wajahnya terlihat lebih cerah dan berwarna dari sebelumnya. Namun, sayang sejak Bagas menceritakan hal yang telah ia lakukan, senyum tak pernah lagi terukir di wajah cantik wanita itu. "Apakah tidak ada yang tertinggal lagi?" tanya mama Bagas usai membereskan pakaian Dea dan cucunya. Dea yang ditanya pun hanya menganggukkan kepalanya, pandangannya menatap lurus ke anaknya yang berada di dalam gendongannya. Mama Bagas melangkahkan kakinya mendekat ke arah Dea, ia menatap lekat wajah menantunya itu. "Kamu itu kenapa, Nak? Akhir-akhir ini mama liat kamu murung, bahkan menjawab pun seperlunya saja." Lagi-lagi Dea hanya menjawab dengan gelengan kepala kecil, ia bahkan tak menatap wajah ibu mertuanya saat menjawab. "Baiklah, ma

