“Jadi gitu?” tanya Rea saat Danis selesai menceritakan alasannya mendiamkan Rea selama dua minggu ini secara detail. “Tapi yang, pas kamu makan red velvet tu,” Danis mengernyitkan dahinya, “aku belinya kan pas malam, aku bingung lho sayang, pas sampai rumah.” Lanjutnya. “Kenapa?” tanya Rea. “Aku gak mau makan tu kue tapi hati aku tu nyuruh beli dan harus beli. Eh ternyata mamanya anakku yang lagi ngidam,” kekehnya. Ah Danis. Rea merasa dirinya benar-benar ingin mencubit pipi suaminya itu. Entah kenapa menurut Rea, suaminya terlihat lucu ketika menceritakan asal kue merah yang ada di kulkas hari itu. Apa lagi saat Danis mengatakan mamanya anakku, Rea merasa hatinya membucah sangking bahagianya. “Itu artinya kita sehati sayang,” ucap Rea. Danis membenarkan. Dia mulai mengelus perut bun

