dongeon tower 52

2664 Kata
Dongeon tower 52 Keributan di luar semakin tak terkendali. Aku bergegas untuk segera keluar, hanya saja sebelum itu aku memperingati Seto dan putrinya untuk tetap tinggal di rumah, barulah seyelahnya aku berlari keluar. Ketika Aku keluar dari dalam rumah, suasana di liar benar-benar gelap gulita. Beruntung aku memiliki skill penglihatan malam, dengan ini aku bisa melihat semuanya dengan jelas bahkan kondisi desa yang sudah mulai hancur karena p*********n juga terlihat dengan sangat jelas. Suara teriakan kembali aku dengar, kali ini semakin jelas dan nyata. Aku bergegas, lalu ketika aku mengangkat kepala ke atas, Aku bisa melihat puluhan penduduk desa telah ditangkap oleh gargoyle. Mereka dimakan hidup-hidup. Bahkan karena hal itu, ada beberapa tetes darah yang jatuh seperti hujan. Itu adalah darah penduduk desa yang menjadi korban. Mereka benar-benar monster yang bengis, setelah semua yang terjadi. Entah kenapa dendam yang aku miliki mulai menguap, aku tak bisa mengalahkan penduduk desa apalagi dengan apa yang terjadi sekarang. Rasa iba mulai menyelimuti perasaan ku. Tantang ku mengepal dengan kuat karena amarah yang ada di dalam diriku. Seketika itu juga aku mengangkat tangan ke udara, dan setelahnya aku berteriak dengan kuat. "Loki!" Saat itu juga sebuah bayangan hitam muncul. Dia Loki yang segera menerjang ke atas langit ketika salah satu dari gargoyle menukik ke arahku. Itu adalah tindakan bodoh, jangan pikir aku lemah dan kalian bisa menyantap ku. Aku adalah orang yang sudah ditakdirkan untuk menyantap jiwa kalian. Jika kalian sudah memakan manusia hidup-hidup maka biarkan aku menyantap jiwa kalian. Loki menyerang dengan ganas, setelah apa yang sudah kami dapatkan sebelumnya, Loki sudah berkembang pesat. Kabut hitam langsung menyelimuti gargoyle yang hendak turun dan membuatnya jatuh ke atas tanah. Aku bergegas mendekatinya, lalu merubah Augus menjadi sebuah pedang satu tangan dan setelahnya aku menebas makhluk sialan itu hingga menjadi santapan bagi Loki dan juga Augus. Dia egoku ini adalah monster yang haus akan sebuah kekuatan. Dengan ini aku bisa lebih mudah melakukan sebuah serangan. Keterampilan Kerakusan diaktifkan Durability+890, Strength+760, Magic+1390, Spirit+1230, Agility+980 akan diterapkan pada statistikmu Flame Bullet Magic telah ditambahkan ke daftar kemampuan. Keserakahan Loki diaktifkan. Jiwa yang terserap 1 Gargoyle level 27 Keterampilan : panah api dan serangan udara. Tersisa 123/299 Inilah yang aku tunggu. Loki mendapatkan prajurit bayangan yang sangat bagus. Aku langsung mengeluarkan gargoyle milik ku dan setelahnya aku langsung melakukan serangan secara dadakan, dengan adanya bayangan yang aku miliki aku bisa melakukan serangan dari udara. Lalu senjata utama yang sudah tidak sabar ingin aku coba. Bayangan Hado! Aku segera merilis mereka hingga membuat keadaan mulai terkendali. Aku memerintahkan mereka untuk segera menyerang gargoyle yang tersisa. "Augus. Apakah kamu mampu menyerap mereka semua?" [Jangan meremehkan ku. Bahkan sebanyak apapun energi yang aku dapatkan, aku bisa menyerap dalam keadaan apapun!] "Baguslah!" Aku bisa melihat mereka yang telah ditangkap. Dan sudah jelas jika mereka tidak bisa lagi diselamatkan. Mereka sudah meninggal karena serangan itu. Sungguh di sayangkan aku sedikit terlambat untuk datang. Namun di sisi lain aku juga merasa sedikit senang saat menyadari hal itu. Ya setidaknya dendam ku sudah terbalaskan dengan sendirinya. Lalu ketika aku sudah bersiap untuk melakukan serangan. Para gargoyle sudah bersiap untuk menyerang ke arahku. "Bersiaplah, santapan akan datang ke arah mu." Aku menghunus Augus dan berniat untuk mencegat gargoyle yang hendak menukik turun dari langit. Kecepatannya sungguh luar biasa, bahkan dengan kemampuan itu aku sendiri pasti akan kesulitan untuk menghalaunya, tapi karena aku memiliki Augus, semua bisa ku kendalikan. Appraisal diaktifkan. Sebelum membunuhnya alangkah sebaiknya aku melihat statistik yang dimiliki oleh musuh. Gargoyle・Noir Lv27 Daya tahan: 890 Kekuatan: 760 Sihir: 1390 Semangat: 1230 Kelincahan: 980 Kemampuan: Sihir Peluru Api Sudah ku duga jika para gargoyle ini bahkan bisa menggunakan sihir api. Sayangnya itu bisa menjadi masalah jika mereka tetap di udara. Namun siapa yang menyangka jika aku sendiri sudah memiliki prajurit bayangan yang juga bisa terbang. Dan tidak hanya itu Loki juga bisa memberikan serangan fisik yang mana itu akan sangat membantu. Tanpa membuang waktu lagi, Loki segera menyerang beberapa gargoyle, bahkanndia bisa membasmi beberapa monster terbang itu dengan mudah dan melahap jiwa mereka, menambahkan beberapa gargoyle ke dalam prajurit bayangan. sedangakn di sisi lain. Bayangan Hado juga menunjukkan bagaimana kekuatan dianyang sesungguhnya. Dengan pedang bayangan dia berhasil melompat ke sana sini dan menebas beberapa gargoyle yang menukik ke arahnya. melihat semua berjuang keras, aku tak ingin tinggal diam. Segera saja aku langsung mengubah pedang menjadi bentuk busur. Karena bagiku aku bisa mengeluarkan potensi Augus dalam bentuk ini, dan dengan ini aku juga bisa menyerang mereka yang berterbangan ke sana kemari. Pertama-tama, aku membidik salah satu gargoyle yang ada di dekatku, lalu setelahnya aku segera menyerang salah satu Gargoyle - Noir yang sedang mengunyah perut seseorang. Dengan rasa marah yang memuncak aku segera menarik busur ku dan setelanya anak panah langsung melesat dengan cepat, tidak terhalang oleh kegelapan malam, bahkan dengan mudahnya dia secara akurat menemukan jalannya menembus di antara mata gargoyle. Hingga membuatnya tergeletak seketika. Keterampilan Augus diaktifkan. Durability+890, Strength+760, Magic+1390, Spirit+1230, Agility+980 akan diterapkan pada statistikmu Flame Bullet Magic telah ditambahkan ke daftar kemampuan. Sihir kedua sudah berhasil ku dapatkan, tapi ini bukan waktunya untuk bahagia. Gargoyle noir yang telah ditembak jatuh bersama dengan mayat penduduk desa tepat di depanku dengan suara basah. Aku terkejut seketika saat melihat siapa yang menjadi korban. Penduduk desa ini…….ternyata adalah kepala desa yang telah memerintahkan untuk menjadikanku korban. Pria yang bisa memberikan perintah evakuasi, dan satu-satunya yang akan dipatuhi penduduk desa lainnya telah meninggal. Tidak peduli apa yang Aku atau Seto katakan, mereka tidak akan mendengarnya. Karena secara tidak langsung penduduk desa adalah orang-orang yang kolot dan hanya mau mendengarkan ucapan kepala desa. Cih! Ini akan semakin sulit saja. Aku mengangkat kepala, lalu mengangkat busur tinggi-tinggi untuk membidik salah satu dari mereka. Ketika tiga gargoyle sudah ada di dalam jarak tembak, aku segera mengeluarkan tiga anak panas secara bersamaan yang melesat dengan cepat menuju para gargoyle yang sudah terbidik. Busur adalah senjata yang lebih efektif untuk melakukan serangan secara dadakan. Karena secara tidak langsung dia bisa membidik apa saja dan dengan tambahan keterampilan yang dia miliki, anak panah akan mengikuti target kemanapun dia pergi, berbeda dengan pistol ataupun senjata Laras panjang. Mereka hanya akan menghabiskan banyak mana tanpa hasil yang efektif. Aku sendiri lebih nyaman menggunakan busur saat melawan monster yang memiliki pergerakan cepat ataupun monster yang bisa terbang. Tak lama setelah aku melesatkan anak panah. Tiga gargoyle sudah terjatuh di atas tanah. Skill Augus kembali aktif dan menyerap semua yang Isa dia serap. Seperti yang sudah-sudah, Loki yang melihat monster mulai mendekati ajal langsung datang dan menyerap jiwa mereka dengan cepat. Hal itu sangat bagus untuk menambah koleksi pasukan bayangan yang aku miliki. Gargoyle lainnya tidak bergeming, bahkan ketika mereka melihay salah satu dari mereka terbunuh. Justru sebaliknya, mereka sudah lupa diri oleh rasa daging manusia, dan terus menyerang hanya agar mereka bisa mendapatkan lebih banyak makanan. Hak itulah yang membuat ku sedikit kesulitan untuk menangani mereka. Pada saat yang bersamaan, Augus tiba-tiba berkata untuk memperingatkanku. "Al, hati-hati dengan sihir hujan api! Lebih baik rubah aku menjadi bentuk sabit." Mendengar peringatan itu aku segera memeriksa secara langsung, dan benar saja beberapa gargoyle sudah bersiap untuk mengeluarkan sihir api sejalan besar. Tak ada waktu lagi, aku segera mengubah augus menjadi bentuk sabit seperti yang perintahkan, setelah itu, ketika aku menyadari shir ini memiliki skala serang yang cukup besar. Aku segera teringat Seto dan tak lama setelahnya aku langsung melompat ke atap rumah Seto untuk melindunginya. Seketika itu juga, langit berubah warna menjadi merah, dia terbakar. Setidaknya ada 30 peluru api yang siap untuk di lancarkan menjadi hujan. Mereka sudah bersiap untuk membidik desa, dan tak lama setelahnya, mereka turun dengan cepat. jatuh bagaikan meteor yang siap menghancurkan apa saja yang mereka lalui. Penggunaan 30 sihir api secara bersamaan oleh gargoyle membakar area yang luas. Koordinasi itu tentu saja sangat menakutkan aku tak bisa berkata-kata selain melindungi apa yang bisa aku lindung. Hempasan peluru api berhasil menembus dan menghancurkan apa saja. Bahkan segala sesuatu yang langsung terkena itu, langsung terbakar begitu mudah. Pada posisi ini aku sudah bersiap dengan sabit Augus yang bisa aku gunakan untuk memblokir serangan mereka. Setidaknya skill ketiadaan bisa aku gunakan di sini. "Loki! Datang dan bantu aku!" Aku berteriak, mengingat keserakahan milik Loki akan sangat berguba sekarang. Dia datang dengan cepat, lalu tanpa menunggu perintah dia langsung menyelimuti sabit di tanganku dengan cepat, dan menunggu. Aku segera mengayunkan sabit dengan tenaga penuh. Dan setelahnya. Meski tidak semuanya berhasil aku halau. Setidaknya aku berhasil memblokir beberapa bola api yang akan mengenai rumah Seto dan menyerap semua energi itu yang langsung ku jadikan sebagai energi untuk diriku sendiri. Semua bentuk sihir bukanlah apa-apa jika dihadapkan dengan loki, semua bola api yang datang dan menyentuh Loki langsung menghilang tanpa jejak. Augus pernah mengatakan tentang Keserakahan yang mana skill ini dapat memotong hampir semua hal dengan mudah. Tak terkecuali sihir, yang tentu saja akan mampu di potong dengan mudah dan di serap dengan cepat. Itu bahkan bisa mengurangi skill yang datang, tentu saja efek yang sangat menguntungkan untukku. Bahkan itu adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan sebelumnya. Aku dapat dengan mudah memotong peluru api gargoyle, menghilangkannya dengan mudah. Namun berbeda halnya dengan efek tidak langsung dari semua skill yang bisa aku potong dan aku serap. Contohnya saja, Aku tidak bisa memadamkan rumah yang terbakar karena disebabkan oleh efek secara tidak langsung dari bola-bola api itu. Dan Loki yang menyelimuti sabit Augus tidak bisa melahap kobaran api itu. Mereka hanya bisa memotongnya saja ketika dalam bentuk sihir. Ngomong-ngomong, dengan kemampuan seperti ini, aku merasa tak terkalahkan saat menggunakan mereka berdua. Karena dengan ini segala serangan akan mampu dengan mudah aku halau. Bagaimanapun, keserakahan dan sabit sudah menunjukkan keuntungan luar biasa melawan sihir. Ketika Aku melihat sekeliling, desa itu terbakar dengan cepat, suasana bahkan menjadi terang seperti siang hari. Tak lama setelah itu teriakan kembali terdengar, orang-orang mulai berlarian dari dalam rumah-rumah yang terbakar itu, penduduk desa bahkan langsung berguling-guling di tanah mencoba memadamkan api di tubuh mereka. Menunggu kesempatan ini, gargoyle menukik untuk menyerang dan mengambil mereka satu persatu, itu adalah kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan hidangan yang bagus. Sayangnya, tidak lebih dari setengah jumlah penduduk desa yang selamat dari serangan itu. Meski begitu gargoyle masih serakah dan terus berusaha untuk mendapatkan lebih. Mereka sekarang mengincar rumah Seto yang merupakan satu-satunya rumah yang tidak tersentuh api. Ini membuat ku lebih mudah untuk tinggal dan menunggu kesempatan untuk menyerang merek secara tidak langsung mereka akan datang kepadaku dengan sendirinya, bahkan itu lebih mudah. Melihat gelagat merek, posisinya sudah terlihat sama dan seketika itu 30 gargoyle menembakkan peluru api secara bersamaan ke arah rumah Seto tempat aku berjaga. Aku mungkin bisa mencegah dua pukulan sebelumnya, tetapi 30 sekaligus seharusnya itu tidak mungkin bagi ku untuk memblokir semua serangannya, atau begitulah yang mereka pikirkan. Peluru api berkumpul, melesat ke arahku secara langsung. Di sini, aku akan menunjukkan kepada mereka apa yang sudah aku peroleh dari berburu goblin berulang kali di ibukota dan beberapa petualang yang aku lakukan sebelumnya. Sepertinya ini akan lebih mudah dari pada yang aku bayangkan. "Augus apa kamu, siap? Sepertinya aku akan menggunakan itu." "Jangan pikirkan aku, aku tentu saja bisa melakukannya, yang Aku khawatirkan adalah Kamu … tapi mari kita coba. Sejauh mana kami sudah berkembang." Aku tersenyum lalu segera mengambil kuda-kuda sebelum akhirnya aku melakukan sebuah gerakan. "Loki! Bersiaplah!" Aku menggenggam erat Augus, dan setelahnya aku langsung melemparkan sabit hitam ke arah kawanan gargoyle, aku benar-benar membuat putaran dengan sekuat tenaga. Karena Loki bersama dengan sabit Augus yang membuat bilah sabit bertambah kuat, setidaknya 30 peluru api dengan cepat terhalau saat menembusnya. Selain itu, itu juga merobohkan gargoyle yang berdiri di belakang sihir. Sabit yang telah menyelesaikan perannya kembali padaku seperti bumerang. Ini dia….hasil dari latihanku yang berulang-ulang. Ke-28 gargoyle yang telah dicabik-cabik berjatuhan di sekitar rumah Seto. Keterampilan Augus diaktifkan Endurance+24920, Strength+21280, Magic+38920, Spirit+34440, Agility+27440 akan diterapkan ke statistikmu. Hanya ada 2 yang tersisa. Tapi, sebagai monster yang suka menyerang dalam kelompok, mereka mengambil tindakan yang diharapkan. Mereka dengan cepat berbalik dan melarikan diri. "Mencoba lari huh?!" Aku dengan cepat mengubah sabit menjadi busur, dan segera menjatuhkannya dengan 1 tembakan. Sambil mendengar penambahan statistik dari melahap 2 Gargoyle・Noirs, aku mengganti busurku kembali ke bentuk sabit. Kelompok seperti ini, seharusnya memiliki sosok pemimpinnya. Namun, sampai ini aku belum melihatnya. Aku penasaran seperti apa bentuk dari pemimpin mereka "Alea, di atas!" "Tentu, aku sudah tahu itu." Sambil memuntahkan bola api ke arahku, bayangan hitam besar turun dari langit. Keterampilan Penilaian dengan cepat menentukan identitasnya. Gargoyle・Neo Lv47 Daya tahan: 12890 Kekuatan: 11760 Sihir: 23390 Semangat: 23230 Kelincahan: 12980 Kemampuan: Sihir Peluru Api, Tahan api. Monster itu segera menerjang ke arahku dengan begitu cepat. Menukik lalu mengeluarkan sihir dengan mudahnya. Berbeda dari yang kecil, ia bahkan berani meluncurkan sihir apinya dari jarak dekat untuk mengalahkanku. Kekuatan sihirnya juga lebih kuat dari gargoyle noir. Begitu, sepertinya dia memiliki ketahanan terhadap api yanh memungkinkan untuk menggunakan taktik ini dalam pertempuran semacam ini. Namun, di mataku dia masihlah seekor monster. Dia terus bertarung dengan mengandalkan naluri, tapi sepertinya dia masih tidak menyadari kekuatan sabit hitam? Gargoyle neo berusaha membakar rumah Seto. Monster itu mendekat dengan kecepatan penuh yang sulit untuk aku janhkaum Pada jarak seperti ini. Aku bisa melihatnya dengan satu garis lurus pergerakan, dan pada saat itu aku segera mengayunkan sabit dengan keras hingga membuat Gargoyle neo terbelah dua sebelum bisa meluncurkan bola api lagi. Keterampilan Augus diaktifkan. Endurance+12890, Strength+11760, Magic+23390, Spirit+23230, Agility+12980 akan diterapkan ke statistikmu. Tahan Api telah ditambahkan ke daftar keterampilan. Dengan ini Aku memperoleh keterampilan berbasis api kedua ku. Melalui Appraisal. Aku menemukan bahwa Fire Resistance mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh Fire Magic hingga setengahnya. Sayang sekali, karena itu berarti hanya terbatas pada kerusakan sihir. Berkat memakan gargoyle itu, skill Loki telah kenyang. Dan aku juga mendapatkan koleksi prajurit bayangan yang baru. Dan bukan hanya itu saja. Kini rasa sakit di mata kanan ku mulai hilang, dan aku merasa kondisi ku sudah prima. Sementara keadaan desa sendiri dalam kondisi yanh menyedihkan. Semua rumah lain kecuali rumah Seto telah terbakar habis. Bola api gargoyle telah membakar mereka menjadi hitam hangus. Biaya pertarungan itu sangat besar, penduduk desa yang selamat yang berhasil merangkak keluar dari rumah yang terbakar menderita luka bakar yang mengerikan. Aku dapat mengkonfirmasi 4 orang yang selamat dari atap tempat aku berdiri. Termasuk Aku, Seto, dan putrinya, yang tersisa hanya 7 orang… tidak mungkin mempertahankan desa hanya dengan jumlah orang itu. Melihat rumah-rumah yang masih membara, Aku merasa agak tidak enak hati. Aku tidak sanggup bahkan untuk melindungi desa ini dengan tanganku. Dan membiarkan mereka merasakan kerugian yang cukup fatal di sini. Hanya saja, aku bisa merasakan sesuatu saat melihat rumah-rumah di hadapanku mulai terbakar. Perasaan kompleks sejak aku masih kecil itu terbakar seperti rumah yang ada di hadapanku, dan yang tersisa dalam diriku hanyalah abunya. Entah bagaimana, aku merasakan lubang kosong di dadaku. Saat aku sedang duduk di atap menyaksikan kobaran api membara tanpa pandang bulu, Seto keluar dari rumahnya. Dia kemudian berkata ketika dia melihatku. "Alea, apa-apaan ini …" "Kami diserang oleh sekelompok gargoyle. Aku nyaris tidak bisa bertarung sambil melindungi rumah ini, tapi aku berhasil melawan mereka. Sayangnya mereka memiliki serangan api jarak jauh yang membuat rumah-rumah terbakar, dan aku tidak bisa melindungi mereka sekaligus." Aku fokus kembali ke desa saat aku berbicara. Hingga beberapa saat setelahnya aku tidak mendengar apa-apa lagi dari Seto, Aku berasumsi bahwa dia terlalu terkejut untuk mengatakan hal lain. Putrinya bahkan lupa bagaimana cara menangis, dia berpegangan pada kaki ayahnya seolaho tidak ingin terpisah. Itu adalah desa yang buruk. Tapi setelah semua itu hilang, rasa sakit di dadaku perlahan-lahan menghilang. Dan tergantikan oleh kekosongan yang tak bisa dikatakan di hatiku. Mungkin, bisakah Aku mengatakan bahwa ini adalah perasaan nostalgia ku? Ketika melihat bagaimana kondisi rumah-rumah terbakar seperti yang terjadi pada rumahku dulu. Tapi ada satu hal yang jelas bagi ku. Hari ini, Aku benar-benar kehilangan kampung halaman ku dan orang-orang yang dulu pernah menyakitiku. Rasanya agak aneh, tapi tidak bisa dikatakan secara langsung. Aku hanya bisa diam memandangi mereka dalam diam.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN