dongeon tower 43

2885 Kata
Dongeon tower 43 Roarrrr! Teriakan yang melengking itu langsung menggema di seluruh penjuru ruangan dan membuat beberapa orang di sana terkejut. Tapi tidak dengan Brain. Dia malah tersenyum saat melihat sosok yang saat ini tengah terpojok di sana. "Kau melakukannya bukan?" Tanya Felix menebak apa yang dilakukan oleh Brain. Mereka sudah lama bersama, untuk itu dia seperti sudah memahami apa yang dilakukan boleh rekannya itu. "Tentu saja, memang kau pikir sedari tadi aku melakukan apa?" "Baguslah. Kita akan lebih unggul mulai sekarang." Felix menatap Alea yang saat ini tengah menghadapi pria tua di sana. "serahkan semua di sini pada kami. Kamu bisa fokus dengan musuh mu!" Mendengar biru tentu saja Alea tersenyum, apa yang dia ingin lakukan sedari tadi akan dia lakukan sekarang. Dan tidak ada lagi yang menghalangi dirinya untuk be senang-senang. "Baiklah Augus. Mari kita mengamuk sesuka hati." [Hemb, kau pikir aku melakukan apa sedari tadi? Kau saja yang tidak becus menggunakan ku?] "Oh ayolah, maafkan aku. Kali ini aku akan benar-benar serius?" Alea tersenyum kecil menatap pria itu dengan Augus yang sudah dia rubah menjadi pedang. Dan Jess yang saat ini diselimuti Loki. Dia akan melahap sedikit demi sedikit jiwa milih pria itu dan menjadikannya sebagai energi. "Baiklah mari kita mulai kesenangan kita?" Alea segera m l sat dengan kecepatan dan keterampilan pedang ganda yang dua miliki. Dia meliuk dengan sempurna, memberi tebasan demi tebasan yang sayangnya mampu di halau oleh pria tua itu dengan mudah. Dia menepis dengan energi sihir gelap yang membentuk sebuah perisai tak terlihat, hingga beberapa saat setelahnya perisai itu mulai retak karena Alea yang terus menebas dan terus menebas. Merasa terpojok. Pria tua itu mengambil langkah kebelakang untuk menjaga jarak, hanya saja Alea seolah mengetahuinya dan segera merubah Augus menjadi pistol. Satu tembakan cepat membuat perisai itu tak mampu lagi bertahan lagi dan akhirnya pecah. Alea memanfaatkan kesempatan itu untuk melancarkan serangan. Dia segera melesat dan memberikan tebasan pada tubuh tua itu menggunakan Jess dan Loki. Dan kali ini dia berhasil memberikan luka pada pria tua itu. Dan kesempatan itu segera di manfaatkan Alea untuk memerintahkan Loki masuk ke dalam celah luka milik pria tua itu. Alea mundur dengan senyum terbit di bibirnya. "Bagaimana? Apa kau ingin melanjutkannya?" Pria tua yang merasa terpojok itu langsung marah, tatapannya merah nyalang dan memberikan ancaman yang sedikit membuat Alea bergetar. Aura yang terpancar benar-benar kuat dan itu sedikit mengganggu Alea di sana. "Kalian semua benar-benar sampah! Kalian pantas untuk mati!" Dia mengerang kuat. Pria tua itu memancarkan aura yang begitu kuat dengan tatapan yang begitu tajam. Lalu setelahnya dia mengangkat tongkat sihirnya dan menciptakan sihir kegelapan yang sangat kuat. "Mati! Mati! Mati!" Dia terus mericau dengan tatapan yang terus mengintimidasi. Hingga tak lama setelahnya dia benar-benar melepaskan sihirnya dan menghantam langsung ke arah Alea (Menghindar!) Alea tidak memiliki kesempatan yang bagus untuk menghindari serangan itu. Menggunakan Loki juga tidak bisa karena saat ini Loki masih menggerogoti energi milik pria tua itu. Segera saja dia merubah Augus dengan tergesa, lalu menggunakannya sebagai perisai dan dia berusaha menahan serangan itu hanya dengan satu pedang saja. [Sial! Ini benar-benar menyakitkan sialan!] "Ugh! Maafkan aku. Tidak ada waktu untuk mengeluh!" Alea mengangkat pedangnya, dia berusaha memberikan ayunan yang kuat di sana. Meskipun ayunannya tidak benar, setidsknys itu bisa membelokkan tembakan sihir itu sedikit saja. Dan karenanya, Alea mampu bertahan dari serangan maha dahsyat itu. [Itu membakarku sialan!] Napas Alea terengah karena hak itu. Dia hampir menggunakan seluruh energinya hanya untuk membelokkan serangan besar itu. Beruntung apa yang dilakukan boleh Alea membuat energi itu mel dan di sisi kanan, dan hak itu tikus raksasa di sana ketakutan. Dia bahkan berhenti menyerang perisai James dan menjerit karena kondisi di sekitarnya yang sangat berbahaya. Melihat kesempatan itu Felix dan juga Brain memilih untuk beralih ke posisi menyerang dengan tergesa-gesa. Hanya saja beberapa saat dia berusaha memberikan serangan, tikus itu langsung berlari dan meninggalkan mereka. Dia berlari kebelakang tubuh pria tua itu dengan ketakutan. Felix dan yang lain langsung mendekat ke arah Alea begitu menyadari ada keanehan yang terjadi di sana. Sepertinya dia tidak ingin terpisah lebih jauh dari tuannya. untuk seekir monster seperti itu rasanya aneh ketika dia memiliki pemikiran dan rasa takut begitu melihat kemarahan dari tuannya. Dia memberikan kesan yang terintimidasi di sana. Hingga tak lama setelahnya, James langsung bersiap di depan tiga orang lainnya saat dia menyadari ssst musuhnya berhasil merapalkan mantra yang di rasa sangat berbahaya. "Tetap di belakangku!" Alea mengangguk dan segera bersiap untuk serangan yang sama seperti tadi. Dia sudah menyiapkan Augus dan juga Jess, hingga Felix memilih untuk berjalan tepat di depannya dengan merentangkan tangan di hadapan Alea. "Tenang saja, aku akan melindungi mu kali ini." "Sayangnya aku tidak terlalu membutuhkan perlindungan mu kali ini. Kita berada di posisi sulit jadi fokus saja untuk melakukan serangan." "Kau benar-benar keras kepala." Kali ini Brain yang berjalan di depan Alea. Mereka berdua melindungi Alea dari segala bahaya yang ada. Sedangkan di hadapan mereka James sudah siap dengan perisai emasnya dan keterampilan bertahan yang mampu menangkis tembakan sihir kegelapan yang akan datang. "Bersiaplah!" James sudah mengaktifkan perisainya, dan Felix serta Brain sudah siap mengambil kesempatan untuk melancarkan serangannya. Tak lama setelahnya suara benturan, terdengar begitu keras, energi kegelapan menerjang perisai James dengan kuat. Felix dan Brain masih berlindung dan mengamati. Hingga tak lama setelahnya mereka berdua mengeluarkan keterampilan secara bersamaan dan menyerang pria tua itu secara bersamaan. Pertahanan yang terbuka dari pria itu tentu saja membuat dia lengah dan terkena serangan secara langsung. Hal itu menyebabkan serangannya melemah dan pertahanannya terbuka. Alea yang melihat kesempatan itu segera berlari menggunakan Augus. Dia mengambil peluang untuk segera memotong bagian tubuh dari pria itu. Hanya saja pedang yang dia gunakan tidak mampu untuk menembus apa yang dia incar. Tikus besar tadi langsung menghalau serangan Alea dan saat itu. Dia malah menjadi sasaran bagi Alea dsn dengan Augus dia berhasil memotong Kaltim tikus itu seolah-olah itu adalah sepotong kayu. Tikus itu mengambil waktu yang sangat tepat dan berhasil memblokir serangan Alea, hanya saja dia harus mengorbankan kakinya sebagai ganti dari keselamatan tuannya. Melihat keadaan semakin berbahaya, dan Alea sudah tidak memiliki kesempatan lagi membuat Alea mundur dan berlindung di belakang tiga orang lainnya. Tikus yang merasa kesakitan itu mulai menjerit kuat, dan hal itu menjadi kesempatan yang bagus bagi Alea untuk menggerakkan Loki agar segera berpindah dan masuk ke dalam luka tikus yang perlahan mulai beregenerasi. Kakinya mulai tumbuh, tapi beruntungnya sebelum tikus itu benar-benar menyembuhkan dirinya. Loki sudah berhasil masuk ke dalam tubuh tikus itu. Menyadari hal itu Alea tersenyum, dia akan memerintahkan Loki untuk menyerang tikus itu dari dalam. bahkan dengan adanya Loki di dalam tubuh tikus itu, Alea bisa memanggil tikus bayangan untuk membantu Loki di sana. "Serangan bagus kawan." Alea tersenyum kecil sebelum mengatakan. "Ini kemenangan untuk kita." "Apa maksudmu?" Tanya Felix yang tidak mengerti dengan ucapan Alea. Tanpa mereka sadari. Selama pertarungan sebelumnya, Alea sudah memasukkan Loki ke dalam pria tua itu. Dan di sana dia sudah meninggalkan beberapa tikus bayangan untuk menggerogoti tubuh bagian dalam milik pria tua itu. Bahkan kini dia sudah mendapatkan sedikit demi sedikit dari jiwa pria itu. Itulah kenapa dia membiarkan Loki pergi dan membuat pertahanannya sedikit terbuka tadi. "Kita lihat saja. Sekarang fokus saja ke dalam pertarungan. Aku akan melakukan tugasku dari belakang." "Jika kau memang seyakin itu, maka aku akan mengikutimu." Brain dengan semangat mengeluarkan keterampilannya, dengan mudah dia langsung menyerang pria tua itu dengan racun miliknya. Lalu saat dalam melakukan p*********n. Tiba-tiba saja Alea bertanya. "Brain, apa kau sudah menanamkan racun pada tubuh pria itu?" "Hah? Apa maksudmu?" "Katakan saja, apa kau sudah menanamkan racun pada pria tua itu." "Sejauh ini belum?" Mendengarkan itu Alea tersenyum untuk kesekian kalinya. "Baguslah, aku harap untuk beberapa saat lebih baik jangan tanamkan racun ke dalam. Tubuh pria tua itu. Aku sedikit membutuhkan pria tua itu dalam keadaan yang bagus." "Apa yang kau bicarakan. Lalu bagaimana caraku menyerang pria tua itu?" "Lakukan serangan racun dari luar, dan jangan sentuh jiwanya?" Alea berpikir jika Brain menyerang jiwa pria tua itu dengan racun. Maka dia akan kesulitan untuk mendapatkan jiwa yang murni. Dia membutuhkan jiwa untuk dari pria tua itu, untuk itu dia berharap jika Brain tidak melakukannya. "Terserah kau saja!" Dengkus Brain sebelum akhirnya dia menerjang dan melakukan serangan dengan segala keterampilan yang dia miliki. Pun dengan Felix, mereka berdua melakukan serangan kombinasi yang sangat bagus hingga perlahan-lahan kekuatan dan jiwa pria tua itu mulai melemah. Itu adalah kesempatan yang bagus untuk Alea. Alea segera melancarkan serangannya. Dan membuat pria tua itu terbatuk untuk beberapa saat sebelum akhirnya dia menyadari sesuatu. Alea tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh pria tua itu. Tapi saat dia merapal sebuah mantra dan menyerang tubuhnya sendiri, Alea merasa jika bayangan tikus di dalam tubuh pria itu mulai menghilang dan lenyap. Alea benar-benar terkejut karena secara tidak langsung pria tua itu menyadari apa yang dia rencanakan. "Felix. Serang dengan serangan penuh!" Alea yang frustasi langsung memerintahkan Felix untuk melancarkan serangan. Mendengar itu Felix langsung mengeluarkan keterampilan api. Dan setelah beberapa saat tubuhnya mendapatkan sebuah armor api, dan pergerakan Felix benar-benar di luar kendali. Dia mampu bergerak sangat cepat dan melancarkan serangan demi serangan. Hanya saja pria tua itu terlihat lebih kuat dari sebelumnya, di bantu dengan tikus besar miliknya dia berhasil menepis semua serangan Felix. Alea yang tidak tahan melihat semua itu langsung mengambil Augus dan segera membatu Felix. Ketika Alea hendak meluncurkan serangan berikutnya, tikus di belakang tubuh pria tua itu langsung melancarkan serangan dengan cakarnya yang tak lama setelahnya berbuah menjadi ribuan cakar yang melesat begitu cepat ke arah Alea. Dia hampir saja terkena serangan itu jika Felix tidak menyelematkan nya. "Terima kasih." Felix mengangguk, lalu setelahnya di melihat pria tua itu, dia segera mengeluarkan pergerakan api dan berusaha untuk melancarkan serangan kedua. Hanya saja pria tua itu seolah siap dengan serangan yang akan datang. Terlihat bagaimana dia tetap tenang ketika Felix melancarkan serangannya. Perisai kegelapan mulai muncul kembali menyelimuti dia sosok yang ada di sana. Felix meningkatkan kekuatannya dan mulai menerjang dan menembakkan bola api yang sangat kuat ke arah perisai, sedangkan Alea masih menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan serangannya. Felix benar-benar mengamuk. Dia mulai menunjukkan siapa dirinya, tubuh yang diselimuti dengan api dan bola-bola api yang ada di sekitarnya menunjukkan seberapa kuat dirinya. Tidak hanya itu James juga sudah bersiap untuk menghalau setiap serangan yang dilancarkan ke arah Felix. Sedangkan Brain dia masih fokus untuk membuat udara beracun yang ada di sekitar pria tua itu. Mereka masih menunggu momentum untuk melakukan serangan ketika pria tua itu mulai melemah. Pertama, Felix mulai menembakkan bola api dengan skala yang sangat besar dan banyak. Ribuan bola api membanjirinya perisai kegelapan itu hingga perlahan perisai itu mulai retak. Tak tinggal diam. Tikus di dalam pun melakukan sebuah perlawanan untuk menghalau serangan Felix. Dengan jurus ribuan cakar dia berusaha untuk menyerang Felix, hanya saja James sudah bersiap untuk menangkis setiap serangan dari tikus itu. Alea yang sedari tadi berdiam langsung melancarkan serangannya, dia memerintah Loki untuk memanggil lebih banyak bayangan tikus di dalam tubuh tikus besar itu. Ini adalah pertarungan yang tidak menguntungkan untuk dia sosok monster yang ada di sana. Alea tersenyum ketika dia berhasil memanggil hampir tiga puluh tikus di dalam tubuh itu dan perlahan dia mulai menggerogoti tubuh itu hingga membuat daya regenerasi milik tikus itu mulai berkurang. Dan kini dia bisa mengendalikan permainan. Tikus itu mulai tak berdaya dan terlihat menghentikan serangannya. Dia terlihat begitu lemas di sana. Momentum ini adalah kesempatan yang bagus untuk Felix dan yang lain. Hingga tak lama setelahnya pria tua itu mulai mengendurkan sihirnya. Kekuatannya mulai melemah. Menandakan mantra itu telah menghabiskan hampir seluruh kekuatannya. Sebenarnya, kekuatannya mulai berkurang sejak awal, tapi karena keberadaan tikus itu membuat pria tua itu bisa membalikkan keadaan. Dan sekarang ketika tikus itu mulai melemah pria tua tidak bisa melanjutkan serangannya. Pria tua tidak dapat bereaksi untuk sesaat ketika energi sihirnya mulai berkurang. dan Felix mengambil kesempatan itu, dia memanggil seluruh keterampilan apinya untuk menghancurkan perlindungan pria tua itu hingga ledakan terjadi dan pria tua itu segera terlempar dengan luka bakar yang cukup serius. Sekarang, perlindungan itu sudah sepenuhnya menghilang dan kesempatan bagi Felix untuk melancarkan serangannya. Tidak punya waktu untuk ragu, Felix dan yang lain langsung melancarkan serangan dengan kuat. Brain menutup seluruh udara dengan racun. Felix membakar keadaan yang ada, dan James masih mengawasi tikus yang tengah tak berdaya di sana. "Sekarang!" Sebelum pria tua itu kembali. Alea langsung menggunakan kesempatan untuk menyerang tikus di sana menggunakan Augus, di langsung melesat dan secepat yang dia bisa, Alea memenggal kepala tikus itu hingga benar-benar putus. Setelahnya dia memerintahkan Loki untuk melahap jiwa itu. Jiwa yang sangat kuat mulai merasuk ke dalam tubuh Alea. Dia segera menghindar dan menjauh. Membuat seolah-olah tikus itu musnah karena serangan langsungnya. Ini sangat mudah ketika mereka mulai kehilangan fokus dalam pertarungan. Terlebih banyangkan tikus memiliki peran yang banyak untuk Alea. Dia tersenyum dan menunggu saat-saat dia mendapat seluruh jiwa murni yang sangat kuat. Dia juga tidak sabar untuk mendapatkan bayangan tikus yang sangat kuat untuk senjata rahasianya nanti. Untuk kali ini dia tidak bisa menggunakannya, karena itu akan memancing perhatian dari orang-orang yang ada di tempat ini. Keterampilan Loki Diaktifkan. Endurance +1590, Physical Strength +720, Magic +910, Spirit +510, Agility +1110 akan diterapkan pada statistik saat ini. Bukankah tikus itu sangat kuat. Bahkan statistik yang dia miliki lebih kuat dari para Hobgoblin yang sering menjadi santapan dirinya. Alea menunggu beberapa saat sebelum akhir ya dia melihat tubuh tikus itu mulai menghilang dan notifikasi muncul di hadapannya. Keserakahan Loki diaktifkan. Jiwa yang terserap 1 Tikus tanah tahap dua level 25 Keterampilan, cakar kegelapan Tersisa 27/100 Level 25, ini adalah jekpot untuk sebuah pasukan bayangan. Dia bisa menaikkan level pasukan bayangan dan memberikan cukup banyak kekuatan. Jadi sekarang. Apa yang sebaiknya dia lakukan kepada pria tua itu. Pria tua yang terlibat begitu marah saat dia melihat Alea memenggal kepala peliharaan dengan sangat sadis. Dia menatap Alea dengan tatapan merah di sana. Hanya saja Felix dan brain tidak membiarkan sosok itu melakukan serangan. Dia mengikat dan memojokkan tubuh pria tua itu dalam satu sisi. Dalam keadaan terdesak, pria tua yang diselimuti dengan amarah mulai merapal dan dia bisa mengeja sisa nyanyian itu secara terus menerus. Dan tak lama setelahnya pergerakan aneh terjadi pada pria tua itu. Dia perlahan berubah menjadi manusia setengah tikus dengan raungan amarah yang menyelimuti ruangan itu. "Mati! Manusia rendahan seperti kalian pantas untuk mati!" Melihat bahaya yang mendekat, Felix langsung mempersiapkan keterampilannya, dia bersiap untuk melakukan serangan secara dadakan jika itu dibutuhkan. Si sisi lain, James yang tidak bisa menunggu lagi langsung melesat dan memberikan sebuah pukulan. Dia meninju perut pria tua itu. Hanya saja serangan James seolah tak berarti, kekuatan fisik pria itu bertambah berkali-kali lipat untuns orang manusia yang kini sudah menjadi manusia setengah tikus. Pukulan James berhasil di tangkap oleh pria tua itu dan setelahnya dia mengangkat tangan itu hingga ke udara, setelah menatap James, manusia tikus itu langsung membanting tubuh James berkali-kali di atas tanah. Tidak ingin ada masalah yang dihadapi oleh James, Alea langsung melancarkan serangan, dia bergerak dengan cepat dan melakukan serangan yang sama seperti yang dia lakukan pada tikus tadi. Tapin kali ini dia menggunakan Augus dan juga Loki untuk melukai manusia tikus itu dengan sekali tebasan. Hanya saja kulit yang bertambah keras membuat dia kesulitan untuk melancarkan serangan. Puncaknya, Alea tak mampu bertahan. Bahkan saat dia menangkap Augus dan membanting tubuh Alea ke atas tanah. Itu adalah pukulan yang sangat kuat hingga membuat Alea memekik kesakitan Augus hampir saja terlepas dari tangannya, dan dengan kesadaran yang hampir hilang. Alea merubah Augus kembali menjadi cincin. Tidak akan bagus untuk kehilangan Augus dalam pertarungan seperti ini. Hanya saja ketika Alea terbaring, rupanya manusia tikus itu langsung mengulurkan tangannya dan meremas leher Alea, mencekiknya. Alea berjuang keras, dan menggunakan tangan kanannya untuk mencoba membebaskan lehernya. Dia merasakan sakit yang luar biasa di leher dan paru-parunya, dan matanya menjadi hitam. Dia hampir mati saat itu. Bahkan ketika dia berusaha untuk melepaskan diri, Felix membantunya, tapi ketika Felix akan melempar bola api miliknya, manusia tikus itu menjadikan tubuh Alea sebagai tameng. Dan hal itu mengurungkan niat Felix untuk menyerangnya. "Sialan! Apa yang sudah kau lakukan bodoh!" Alea tak menjawab ketika Felix menjerit kepadanya. Alea bahkan bisa mendengar napasnya sendiri. Dia bisa merasakan dingin tangan pucat milik manusia tikus itu. Rasanya jiwa Alea telah meninggalkan tubuhnya, dan hanya bisa mengamati dari samping. (Jangan mati di tempat ini!) {Gunakan aku tuan!} [Bodoh apa yang kau lakukan, segera gunakan Loki sekarang juga!] Alea tak bisa berpikir dengan jernih, paru-parunya terasa kosong dan tenaganya mulai berkurang habis. Tidak ada cara lain. Dia harus menggunakannya. Jika dia ingin selamat. Terserah dengan Felix ataupun yang lainnya. Ini adalah kesempatannya. Alea segera mengeluarkan Loki, dan setelah itu dia memanggil bayangan tikus tanah tahap dia untuk muncul dan dengan cepat tikus tanah untuk menggunakan keterampilan cakar kegelapan untuk memotong tangan manusia tikus di sana. Melihat hal itu tentu saja membuat Felix dan yang lain terkejut. Mereka tidak bergerak sedikitpun ketika menyaksikan apa yang dilakukan Alea Dan ketika tangan itu terputus, Alea bisa menghirup udara lagi. Dia bahkan sampai terbatuk-batuk karena terlalu terburu-buru untuk menghirup udara. "Sialan! Akan ku bunuh kau!" Alea benar-benar marah. Mata yang tertutup bahkan terasa begitu panas dan tanpa sengatan penutup mata itu terbuka. Sesuatu yang aneh terjadi saat penutup mata itu terbuka. Dan rasa panas itu mulai menjalar lagi. Seiring amarah Alea yang memuncak.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN