dongeon tower 17

2263 Kata
Alea. Dari semua hal yang aku dapatkan di dalam lorong ini, aku memutuskan untuk terus berlari melewati lorong dan membunuh setiap momster yang menghadang, aku mengambil kesempatan dari para monster yang lengah untuk mencuri level yang ada. Menggunakan mana Augus dan setelahnya aku mengisinya kembali menggunakan mayat para goblin di sana. Dan kemudian, setiap kali aku melewati bebatuan dan lorong berbelok, hingga beberapa kali aku menemukan goblin yang lengah, aku segera mengayunkan Augus yang aku ubah menjadi pedang untuk memenggal leher mereka. Itu adalah serangan yang sangat efektif, karena mereka yang lengah memberikan aku keuntungan lebih banyak, aku bisa menghabisi mereka perlahan-lahan, dan mendapatkan hasil yang luar biasa. Tak jarang. Aku juga menggunakan Augus untuk membantai puluhan orc yang ada di dalam goa itu hingga tak lama setelahnya aku mendapatkan notifikasi yang membuatku terdiam setelah pertarungan berakhir. [Keterampilan khusus Augus Diaktifkan] [Ketahanan +30, kekuatan fisik +40, kekuatan magis +10, semangat +10, kelincahan +30 telah ditambahkan ke status] "Kau merasakannya?" Aku bertanya pada pedang yang menjadi bagian dari hidupku ini. Dia adalah satu-satunya senjata yang akan membantuku untuk menyelesaikan semua ini. Semua hal yang sudah aku mulai sejak awal. Walau aku lemah, tapi aku bisa menjadi kuat berkat Augus, dia adalah sesuatu yang sangat berguna untukku. Dia adalah nyawa serta harapan yang aku miliki saat ini. [Yah, aku merasakannya, semangat dan rasa lapar yang membuat diriku terus ingin melahap semua energi ini! Perasaan ini seolah meledak dalam diriku, dan semua karena kau!] "Aku senang mendengarnya." Itu lebih baik, ketika status Augus di perbarui, maka secara tidak langsung dia akan menjadi lebih kuat. Namun tingkat kelaparan yang dia miliki akan naik beberapa kali lipat, dan itu akan membuatnya semakin tajam dan kuat. Sederim kemudian aku bisa mendengar suara anorganik beberapa kali. Itu adalah suara dari aungan monster yang memiliki kekuatan magic yang sangat besar. Aku yakin, beberapa langkah lagi aku akan bertemu dengan Monster yang lebih kuat dari sebelumnya. Bahkan aura yang mereka lancarkan berhasil membuatku terdiam tanpa bisa bergerak, ini adalah kemungkinan terburuk yang pernah ada. [Apa yang kau lakukan! Mereka sudah menanti kedatangan kita!] "Aku tahu itu, hanya saja keadaan ini membuatku sulit untuk bernapas!" [Abaikan itu, aku akan mengurus sisanya, kau hanya tinggal menggunakan ku semau mu, dan aku akan mencabik mereka semua!] "Sial! Kau selalu mampu membangkitkan semangat ku!" Aku tersenyum puas, inilah yang dia maksud, seharusnya tidak ada yang bisa membuatku takut ketika aku bersama dengan Augus. Dia adalah satu-satunya yang bisa aku andalkan, dan karena keberadaannya aku menjadi kuat. Aku kuat karena dirinya, lantas apa yang aku takutkan sekarang. [Cepatlah, aku semakin menjadi lapar sekarang!] Aku tahu, para giblin dan laba-laba itu masih belum cukup untuk augus. Lagi. Kelaparan Augus tidak akan terpuaskan dari hal-hal seperti ini. Namun semua itu membuatku tergerak untuk melanjutkan perjalanan, yah, semakin kuat Augus, maka aku juga akan semakin kuat dibuatnya, ini adalah sebuah keuntungan yang sepadan, aku tidak akan takut lagi, aku memilih berlari, menyusuri aura gelap yang menusuk pembuluh darahku, hingga beberapa saat aku menghentikan gerakan dan mengambil beberapa waktu untuk bernapas. Ini akan sangat lama, aura itu semakin menjauh, bukan monster kuat yang aku dapatkan, melainkan para monster kecil dengan jumlah yang sangat banyak mengadang perjalanan kami. Ini berlalu semakin lama dan semakin membuatku bosan! Sial! Aku merasa jika aku dipermainkan di tempat ini. "Hey Augus! Kau yakin ini jalannya?" [ Apa maksudmu? Tentu saja, aku bisa merasakan aura ini!] "Tidak! Aku hanya merasa jika aku dipermainkan!" [Tidak usah terkecoh, itu hanyalah sebuah pengalihan, aku akan menunjukkan jalannya.] "Terserah kau saja!" Aku hanya bisa mengukur Narayan Augus, dan kembali berlari menyusuri lorong dan menebas semua monster yang menghalang, orc dan goblin adalah mangsa yang mudah. Ini tidak lebih mudah saat Augus semakin naik level. Walau aku yakin, lorong ini sangatlah panjang. Namun sekarang tidak terlalu masalah untukku, selain mendapatkan pengalaman lebih banyak, aku juga bisa mengumpulkan kekayaan yang ada di sepanjang lorong ini. Memperkuat Augus dan mengumpulkan semua inti core yang ada. Ini sangatlah banyak, dan beruntungnya lagi, ini semua adalah milikku. Dalam perburuan normal, setelah mendapatkan hadiah penaklukan, kami akan membagi sama rata sesuai dengan posisi kita masing-masing. Namun sekarang, Aku tidak perlu untuk melakukannya, semua ini adalah milikku, dan aku akan dengan cepat menaikkan kemampuan Augus dan segera mengumpulkan informasi untuk naik ke lantai tiga. jadi setelah mengambil napas, Aku menyerap semua energi dari para Monster yang sudah aku kalahkan dan mulai berlari lagi menuju target berikutnya. Lorong semakin melebar dan saat ini aku sampai di sebuah tempat yang cukup luas di dalam lorong, seperti sebuah lapangan yang sangat lebar. beberapa langkah berlalu, aku mendengar langkah kaki berlari ke arahku dari arah depan. Bukan hanya itu saja, bahkan aku bisa merasakan derap langkah kaki di lamtai, tidak hanya dari punggungku, tapi juga depanku, dan sampingku. Ada jumlah yang cukup besar. Sial! Sepertinya saat aku terlalu fokus berlarian menuju area berikutnya, para goblin dan orc mengetahui keberadaan ku dan mengepungku dinyempaybini. Sepertinya mereka memanggil paea goblin dan monster lain agar berkumpul untuk menghancurkanku yang berusaha masuk ke daerah mereka? Aku berhenti. Mengambil bentuk Augus untuk menjadi sebuah pedang besar dan menggenggamnya dengan kedua tanganku. "Aku harap kau bisa mendapatkan informasi tentang sosok yang kau katakan tadi! Aku akan mengatasi mereka!" [Aku mengandalkan mu!] Aku tersenyum, melirik setiap monster yang ada di sekitarku, ini adalah pertarungan dengan jumlah yang tak sebanding, walau kekuatan mereka tidak sebanding dengan ku, tapi jumlah yang membuatnya sulit untuk dikalahkan. Sementara Augus memeriksa tanda-tanda sosok yang dia sebut rekan itu, Aku bergerak lebih cepat untuk mencari target pertama ku. Baiklah, siapa yang akan menjadi pertama. Sembari memperhatikan setiap monster yang siap menyerang ku. aku berdiri di tengah-tengah mereka. Hingga akhirnya, langkah kaki yang berlari di belakangku, bisa terdengar satu demi satu. Saat aku melihat sekeliling, para goblin dan orc sudah mengepungku. Sepertinya ada sekitar 50 dari mereka, itu cukup banyak. Mungkin karena mataku sudah terbiasa dengan malam, aku bisa melihat posisi para monster itu. Dari ekor mata aku mulai melihat siapa saja yang ada di sana, Goblin Fighter dan Goblin Guards, dan guardian orc juga ada di sana. Mereka bukanlah apa-apa jika dihadapkan dengan Augus, aku bisa saja menghabisi mereka dalam sekejap, menjadikan mereka sebagai sumber kekuatan Augus dan menjadikan mereka sebagai sumber latihan ku. Bahkan aku yakin, aku bisa memotong pedang dan perisai mereka menjadi dua bagian hanya menggunakan Augus. Namun ada masalah untuk menghabisi para monster ini, jika aku membunuh mereka maka akan ada lebih banyak lagi dari mereka yang datang. Dan itu akan sangat merepotkan. Terlebih Augus masih fokus untuk Melakukan pencarian saat ini. Itu akan semakin sulit untukku. [Aku siap!] Aku terkejut, tapi di lain sisi aku juga merasa senang saat Augus datang dan memberikan angin segar untukku. Ini adalah peraturan yang mudah saat aku dan Augus bersama, bahkan jika mereka meningkatkan jumlah mereka, Aku tidak perlu menyiapkan strategi khusus melawan goblin, terutama karena Aku dan Augus dalam keadaan yang bagus untuk sebuah pertarungan. "Kau sudah mendapatkannya?" [Tidak jauh dari tempat ini. Mungkin mereka mengetahui tujuan kita, untuk itu mereka menghalangi kita untuk datang ke sana.] Masuk akal, mungkin mereka membutuhkan sumber kekuatan itu untuk kepentingan mereka, maka secara tidak langsung ketika sumber kekuatan mereka terancam, mereka berusaha untuk melindunginya. "Tapi jumlah mereka bukanlah apa-apa untuk sekarang." [Bagaimana dengan stamina mu?] "Kurasa cukup." [Jika seperti itu lebih baik kau selesaikan saja.] "Seperti yang kau minta." Entah kenapa aku merasa begitu bersemangat sekarang, ketika aku menyadari jika lambat lain stamina dan kemampuan ku meningkat, aku berusaha untuk mencobanya. Mengetahui seberapa jauhnya diriku berkembang. Saat aku menatap mereka dengan tatapan tajam, mereka bergerak mundur, itu hanyalah sebuah gertakan biasa dan mereka sudah terancam dengan hal itu. Aku tahu, para goblin hanya memiliki status yang paling rendah diantara monster lainnya, untuk itu ketika aku mengeluarkan tatapan tajam berupa gertakan, mereka langsung mengambil sikap untuk pertahanan diri. Aku melirik goblin di sekitarnya, dan ketika melihat mereka lengah, aku segera memburu mereka satu per satu. Menghabisi para goblin terlebih dahulu karena mereka adalah yang terlemah diantara para monster yang ada di sekitarku. Para goblin yang menyadari ketidaknormalan yang ada pada Augus mencoba melarikan diri, tapi sayangnya mereka sudah terlambat. Mereka kehabisan waktu ketika berusaha untuk menghindari seranganku, dan akhirnya mereka semua menjadi mangsa yang sangat mudah untuk ku habisi, satu persatu mereka timbang, tersisa beberapa yang masih berdiri dengan kaki bergetar di sana. Siapapun yang melihat hal ini mungkin akan menertawakan diriku, karena sudah merasa bangga hanya dengan membunuh goblin saja monster paling lemah yang pernah ada, mungkin mereka akan mengira jika aku sama seperti goblin, si manusia lemah yang hanya bisa membunuh monsyer lemah saja. Mereka pasti akan berpikir bahwa membunuh para goblin adalah tugas yang mudah, dan tidak berguna, untuk itu hampir di banyak tempat para pemburu selalu meninggalkan para goblin karena menganggap membunuh mereka hanyalah membuang stamina saja. Menurutku itulah kesalahan yang sering dilakukan oleh para pemburu. Mereka selalu tergesa-gesa tanpa melihat apa yang sebenarnya tengah dilindungi oleh para monster kecil seperti mereka. Aku benar-benar menikmati pertarungan ini. Rasanya aku tidak bisa berhenti untuk berlari dan menghabisi satu persatu para goblin yang mencoba untuk lari. Hingga tak lama kemudian aku menebas goblin terakhir. Para goblin jatuh, tubuh mereka tergeletak satu sama lain. Dan tersisa beberapa orc serta lizardman yang kini mulai berdatangan. "Sepertinya pekerjaan ini tidak akan ada habisnya." [Apa kau takut?] Aku tersenyum, jika boleh jujur aku memang merasa takut. Namun aku sudah terlanjur masuk ke dalam sarang para monster. Untuk itu aku akan segera menyelesaikan semua ini. Semua yang sudah aku mulai, aku akan menyelesaikannya. Perlahan aku mendekati para goblin, menggunakan tubuh mereka untuk mengisi kembali mana Augus yang mulai berkurang. [Keterampilan Kerakusan Diaktifkan] [Ketahanan +40, kekuatan fisik +20, kekuatan magis +10, semangat +10, kelincahan +10 telah ditambahkan ke status] Fuu, setidaknya aku sudah meningkatkan keterampilannya sedikit. Itu akan memberikan keuntungan bagiku. Karena sekarang adalah saatnya untuk menghabisi para orc dan lizardman yang datang. Aku hanya akan menggunakan taktik bertahan dan menyerang. Itu lebih berguna di dalam kondisi sepeti ini, aku yakin setelah kekalahan para goblin tadi, mereka pasti mendapat gertakan untuk lebih berhati-hati dalam melawanku. Itu yang aku pikirkan, karena aku sudah mengalahkan hampir semua goblin yang memiliki jumlah lebih dari 150 goblin. Itu adalah jumlah yang banyak, dan mereka pasti akan merasa aura yang berbeda dari sebelumnya. [Yang kau lakukan hanyalah membuang banyak waktu. Lebih baik serang mereka secara bersamaan! Aku tidak ingin kehilangan yang satu ini!] "Apakah itu tidak bisa menunggu?" [Tidak!] Aku menghela napas pelan, sepertinya Augus sudah tidak sabar untuk menyelesaikan semua ini. Baiklah aku akan mengambil posisi, menggunakan kuda-kuda dan mempertahankan penglihatan ku, sebelum akhirnya aku berlari dengan kecepatan yang aku miliki. Aku segera menghampiri para orc yang dilengkapi dengan armor tebal dan juga senjata yang lebih bagus dari para goblin sebelumnya. Ini akan memakan banyak waktu. Tapi sayangnya, ketajaman Augus tidak bisa diremehkan. Armor yang mereka kenakan sama sekali tidak berguna di hadapan Augus. "Berapa lama lagi batas waktu kita?" Aku bertanya untuk memastikan jika aku masih memiliki waktu untuk mengambil banyak pengalaman kali ini. [Tidak banyak!] "Baiklah, aku akan menggunakan banyak mana mu untuk melakukan bini." Jangan salahkan aku, karena dia yang tidak bisa bersabar. Maka aku akan menggunakan banyak mana untuk mencoba skill kombinasi yang akan aku ciptakan. Sederhana saja. Aku akan merubah bentuk Augus menjadi pedang untuk menebas para orc yang datang. Lalu secepat itu juga aku merubah bentuknya menjadi pistol dan menembak beberapa lizardman yang berusaha memberi serangan kepadaku. Itu akan lebih berguna dan memangkas waktu yang aku miliki, walau tentu saja harus ada yang dikorbankan untuk itu. Sesaat aku mendengar erangan Augus yang terdengar berat dan kasar. Aku melirik ke arahnya dan tersenyum sembari memberikan serangan pada monster yang datang tanpa henti. "Maaf saja. Jika kau protes maka aku akan berhenti saat ini juga!" [Terserahlah saja.] Aku tersenyum mendengarnya, ini adalah kesempatan yang bagus. Karena menggunakan pistol adalah pemborosan mana, dan beberapa langkah saja mana Augus sudah terkuras, maka aku menggunakan momentum saat para orc menerjang ke arahku, aku segera mengarahkan Augus dan menusuk tubuh orc, setelahnya aku melakukan penyerapan secara tidak langsung, itu lebih efisien untuk melakukan pengisian saat pertarungan dari pada harus mundur dan mencari mayat para monster untuk di serap kembali. Dan akan semakin memudahkan para monster untuk melakukan p*********n. Aku mengambil setiap kesempatan yang ada, bahkan saat orc tidak lagi berlari ke arahku. Aku sendiri yang datang dan memberikan serangan kepadanya. Semua itu berlangsung cukup lama dan hampir saja menguras stamina ku. Beruntung aku masih menyimpan potion yang diberikan Brain, jika tidak aku akan benar-benar kehabisan stamina di tempat ini. Pertarungan berakhir, dan aku segera membiarkan Augus melahap mereka dengan rakus. Aku tahu jika semua ini sudah membuatnya kelelahan, bahkan terlalu banyak mana yang terbuang untuk membersihkan para monster di tempat ini. Namun di sisi baiknya, aku berhasil menyelesaikannya dan Augus tidak marah dengan apa yang aku lakukan. "Sepertinya kita membutuhkan item regenerasi mana, kau akan terlalu boros bertarung dalam.bentuk pistol. Dan sangat tidak mungkin untuk menggunakan pistol yang membuang banyak mana ketika menghadapi bos monster." Aku berpikir untuk membeli beberapa item yang bagus untuk regenerasi mana yang aku miliki, walau itu tidak berguna untukku, tapi setidaknya itu berguna untuk Augus. Aku segera membuka ruang chat. Lalu sejenak aku mengirim pesan kepada Felix untuk menanyakan item yang cocok untukku. [Hey Felix, apa kau tahu satu item yang berguna untuk meregenerasi mana? Aku pikir. Setelah melewati banyak pertarungan. Aku membutuhkan item tersebut!] Aku terdiam saat melihat Felix sedang mengetik balasan untukku, dia terlalu lama untuk mengetik sebuah balasan pesanku saja, sepertinya dia akan mengimel panjang karena aku baru saja mengabarinya sekarang. Huh! Dia terdengar seperti ibu-ibu pengasuh sekarang, selalu saja marah setiap kali aku tidak memberinya kabar.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN