"Kau merasakannya?"
Aku baru saja membantai semua hobgoblin yang ada di tempat ini. Semua bersih tanpa ada yang tersisa, dari semua yang aku hancurkan, aku bisa merasakan jika kekuatan Augus benar-benar meningkatkan sekarang.
[Appraisal]
– Fate Graphite Augus – Lv 59
Daya tahan: 20782
Kekuatan Fisik: 18730
Sihir: 9501
Stamina: 12001
Kelincahan: 17302
Keahlian: perubahan, Kerakusan, Penilaian, Membaca Pikiran, Penyembunyian, Penguasaan Pedang Satu Tangan, Penguasaan Pedang Dua Tangan, Penguatan Kekuatan Fisik (Kecil), Penguatan Daya Tahan (kecil), Penguatan Daya Tahan (Sedang),
Walau tidak ada yang bertambah dari keterampilannya, tapi setidaknya status yang dia miliki benar-benar bertambah dan itu sangat penting untuk terjun dalam sebuah pertarungan.
[Aku merasa jika aku semakin kuat.]
Aku tersenyum, sepertinya Augus akan semakin menjadi sombong kali ini, dia selalu berkepala besar tiap kali dia berpikir jika dirinya bertambah kuat. Namun tidak bisa dipungkiri, itulah yang terjadi. Dia memang bertambah kuat seperti yang aku katakan sebelumnya.
"Kita akan terus mengasah kemampuan, dan setelah itu kita akan menyelesaikan semua lantai untuk menjadi sang penakluk!"
Itu adalah ambisi ku sejak aku menginjak kaki di dalam menara. Namun untuk mewujudkan hal itu aku harus menyelesaikan masalah yang saat ini kami hadapi. Masalah yang masih belum terpecahkan oleh banyak pemburu. Bahkan para petinggi dan para pemimpin Serikat. Masalah yang sampai saat ini membuat kami para pemburu terjebak di lantai tiga.
Semua tidak lain karena kami belum menemukan gerbang untuk menghadapi monster bos di ruangan ini, sekaligus monster yang menjaga portal menuju lantai empat.
Sudah hampir dua tahun berlalu kami masih terjebak di lantai empat. Dan untuk itu aku sangat penasaran, apakah aku bisa menemukan ruang bos dan menyelesaikan lantai ini.
Walau seandainya nanti aku menemukan pintu gerbang itu, aku tidak yakin jika aku bisa menghadapinya seorang diri, tapi setidaknya aku masih memiliki Felix untuk membantuku menyelesaikan semua masalah itu.
[Kau tahu. Aku tidak menyangka jika aku akan bertambah kuat seperti sekarang ini!]
"Berterimakasih lah kepadaku!"
[Cih, jangan harap, semua yang kau lakukan tak lebih karena bantuan ku juga!]
Aku tergelak sekali lagi. Setidaknya dia bisa memberikan sebuah hiburan dengan sikap angkuhnya itu. Hak konyol seperti itu sangat jarang aku temui sebelumnya, dan sekarang aku bisa merasa terhibur karena keberadaannya.
"Baiklah. Karena kita sudah selesai dengan semua monster yang ada, lalu kemana kita akan pergi sekarang?"
[Gerbang, kita akan masuk ke dalam gerbang itu.]
"Kau yakin? Kita tidak tahu apa yang ada di dalam sana, bisa saja di dalam sana ada monster yang lebih kuat dari para hobgoblin di tempat ini."
[Bukan masalah. Aku sudah bertambah kuat. Jadi aku bisa mengatasi mereka dengan mudah.]
"Sombong! Jangan lupakan hal penting, kau heh saja bertambah kuat, tapi hanya kau yang berkembang di tempat ini. Sedangkan aku sama sekali tidak bergerak. Aku mungkin saja tidak bisa memaksimalkan kekuatanmu. Karena aku masih berada di level satu."
[Tidak masalah. Aku percaya padamu!]
"Terserah kau saja! Aku sudah memberitahu mu sejak awal, jadi jangan mengeluh saat di dalam nanti!"
[Iya iya, aku akan mengingat itu!]
Aku mendengkus pelan lalu setelahnya mulai melangkah masuk dan membuka pintu gerbang yang menjulang tinggi.
Perlahan pintu itu terbuka, gelap adalah hal pertama yang aku lihat sebelum akhirnya obor yang berada di dinding kiri g mulai menyala satu persatu, hingga akhirnya seluruh ruangan itu diterangi oleh cahaya yang membuatku bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
Pertama kali aku melihat adalah sistem yang memberitahukan bahwa di dalam sana adalah area yang sangat berbahaya dengan tingkat baya yang sangat tinggi.
Tidak salah lagi. Saat ini aku berhadapan dengan Monster bos tersembunyi yang ada di dalam goa ini. Selain para monster kecil yang aku temui di luar, aku sama sekali tidak menyangka jika aku akan menemukan monster bos seperti ini.
"Kita beruntung."
[Kau benar.]
"Jadi apa kau sanggup menghadapinya?"
Aku bertanya dan berusaha menggunakan [Appraisal] untuk mengetahui seberapa kuat monster bos yang ada di sana, tapi sepertinya appraisal tidak berguna untuk mendeteksi status bos monster ini.
"Aku yakin dia sangatlah kuat!"
[Jika dia lemah. Maka dia hanyalah monster rendah seperti di luar ruangan ini. Bodoh!]
Benar apa yang dikatakan Augus, baiklah sepertinya aku akan menguji keberuntungan ku lagi di tempat ini. Setelah melawan bos Monster tersembunyi sebelumnya, kini aku sangat yakin jika aku mampu mengalahkan monster ini.
Walau jelas dibutuhkan banyak usaha dan tenaga untuk menjatuhkannya.
Perlahan aku berjalan masuk, perlahan demi perlahan hingga akhir aku bisa melihat wujud dari bos monster yang akan aku hadapi kali ini
Dia adalah Minotour, salah satu manusia banteng terbesar dengan satu kapak besar di tangan kanannya, aku yakin, serangan Area yang dimiliki oleh monster ini sangatlah kuat, dan kekuatan daya serangnya bukan sebuah candaan belaka.
"Dia kuat."
[Maka aku akan menjadi lebih kuat darinya.]
Sungguh kepercayaan diri yang sangat bagus, sepertinya Augus tidak pernah merasa pesimis dengan musuh yang dia hadapi, di selalu menganggap dirinya lebih kuat dari para monster-monster yang ada di hadapannya. Bahkan ketika itu bos monster sekalipun, dia selalu percaya diri dengan setiap kondisi yang kami hadapi.
"Maka mari buktikan apakah kau benar-benar kuat seperti yang kau katakan."
Aku menyeringai sebelum akhirnya aku memilih untuk berlari sembari mengubah bentuk Augus menjadi sebuah pedang panjang. Dan seketika itu Minotour yang tengah terpejam membuka matanya, dia menyapaku seketika dan memberikan tatapan yang begitu tajam di sana.
Setelahnya dia bangkit, mengangkat kapak di tangannya dan segera memberikan sebuah hempasan kearah ku. Aku sudah mengambil kesempatan untuk bersiap saat serangan seperti ini datang, dan benar saja, ketika Minotour ini memberikan serangan yang sangat kuat aku bisa menghindarinya dengan kecepatan yang aku dapatkan dari Augus. Itu lebih berguna dari apa yang aku kira sebelumnya.
"Jangan berkecil hati. Aku sudah tahu apa yang akan mau lakukan."
Pengalaman adalah pelajaran paling berharga yang pernah ada, itulah kenapa aku lebih senang mendapatkan banyak pengalaman dari pada duduk diam dan tak berguna, walau aku lemah. Setidaknya aku masih bisa mengumpulkan banyak pengalaman sebelumnya. Meskipun nyawa menjadi taruhan.
Aku menghindari setiap serangannya, lalu mengambil momentum untuk melompat ke arah Minotour, setelahnya aku berusaha memberikan luka sayatan pada lengannya, tapi apa yang aku lakukan sama sekali tidak berguna. Kulitnya benar-benar keras. Pertahanan diri seorang bos monster bukan lah tandingan untuk ku, dan ketika aku berusaha untuk menyayatnya lagi, dia hanya memantulkan bilah tajam Augus dengan mudah.
[Kulitnya! Aku benci kulit keras itu!]
"Hey. Sudah aku katakan bukan. Kau tidak boleh mengeluh saat sudah ada di dalam, ini sudah menjadi resiko untuk mu yang sudah begitu angkuh dan berpikir mampu mengalahkan satu monster bos itu!"
[Aku tidak berpikir jika dia memiliki kulit yang sangat keras!]
"Tenanglah, dia pasti memiliki titik lemah di dalam dirinya, aku yakin itu."
Karena bagiku, setiap monster dan manusia di dunia ini pasti memiliki sebuah celah kelemahan pada diri mereka masing-masing, walau itu sekecil butiran pasir, mereka tetap memilikinya. Tinggal bagaimana kita mencari celah dan memanfaatkan peluang yang ada.
"Percaya saya padaku. Aku akan membereskannya, dan memberikan inti core miliknya untukmu."
[Aku sudah tidak membutuhkan inti core lagi, aku butuh keterampilan dan kemampuan bertahannya, itu lebih berguna untukku dan juga kau.]
"Baiklah, jika itu Mau mu, maka aku akan mengabulkannya."
Aku mempelajari pola serangan dari monster di hadapanku, perlahan dan pasti aku mulai melihat titik lemahnya, walau itu ditutupi dengan kulit tebal dan aura yang sangat kuat, tapi sepertinya aku bisa menyusun rencana untuk ini.
Aku menyeringai, lalu sebentar saja Augus sudah berubah bentuk menjadi sebuah belati, tepat saat Minotour itu berlari ke arahku. Aku segera mengambil langkah. Dengan mudah aku menghindar terjangannya dengan cara melompat ke samping, dan setelah itu, aku berusaha untuk mengambil langkah dan momentum yang sesuai.
Aku melompat untuk memberikan serangan, tapi sepertinya aku terlambat, Minotour itu segera menoleh dan menatapku yang tengah melayang, ini adalah posisi paling buruk karena aku tidak bisa menghindari serangannya.
Dan benar saja, tak lama setelahnya aku melihat Minotour itu menghempaskan tangannya ke arahku hingga mengenai tubuhku dan membuatku terhempas jauh kebelakang.
BRAKKK!
tubuhku menghantam tembok dan membuatku harus mengeluarkan sedikit darah dari mulutku. Itu adalah serangan yang benar-benar fatal. Aku tidak bisa bergerak untuk beberapa saat karenanya, dan hal itu menjadi kesempatan untuk Minotour menyerang ke arahku. Ini adalah saat-saat di mana aku harus menerima serangan tanpa bisa bergerak untuk menghindar.
"Sial!"
[Apa kau tidak bisa menggerakkan kakimu!]
"Aku sudah mencobanya sialan!"
[Cepat lakukan jika kau tidak ingin mati!]
Persetan dengan u*****n yang di lontarkan boleh Augus, nyatanya aku sekarang tidak bisa bergerak sedikitpun, bahkan kondisi ini benar-benar membuatku terdesak.
Busshhh!
BRAAAKKK!
"Ugh!"
Aku terpental, mataku berkunang-kunang dan tanganku bergetar, Augus bahkan kembali ke bentuk cincin karena aku tidak memiliki tenaga untuk menahannya.
Tidak sampai di sana, dengan tubuh yang masih terlempar di udara, aku bisa merasakan jika Minotour itu masih mengejar ku, dan kini sebelum aku mencapai tanah, dia memukul ku hingga membuat tubuhku terhempas ke atas tanah dan membuatku terkapar tak berdaya.
Perbandingan kekuatan adalah hal terpenting di dunia ini, dan aku berada terlalu jauh dibawahnya, bahkan keterampilan dan status yang aku miliki tidak sebanding dengan Monster bos ini.
Sialan! Apakah ini akhir dari perjalananku?
Apakah aku akan benar-benar mati di tempat ini?
Aku benar-benar tidak berdaya sekarang, bahkan saat Minotour itu berdiri di hadapanku. Dia seolah memberikan tatapan merendahkan yang mengatakan jika aku lemah.
Yah! Lemah, itu adalah diriku sampai sejauh ini, aku tidak pernah berkembang kau tahu. Bahkan aku sudah melalui banyak kesulitan hanya untuk bisa bertahan hidup, itu semua karena aku lemah! Aku benar-benar lemah.
[BERGERAK BODOH! Apa kau ingin mati di tempat ini!]
Suara itu melengking di kepalaku, seolah menjadi pukulan yang sangat kuat dan membuatku tersadar kemudian.
Mati tanpa perlawanan?
Sejak kapan aku menjadi seorang pengecut yang ingin mati tanpa sebuah perlawanan, bukankah itu lucu? Aku sama sekali tidak menyangka jika aku akan membiarkan diriku di permalukan seperti ini di hadapan Augus.
[Bangunlah lemah! Jika kau tidak bergerak saat ini. Maka kau akan benar-benar mati!'
Aku menarik senyum seketika saat mendengar itu. Yah aku lemah, aku memang lemah, bahkan untuk membunuh goblin saja aku harus membutuhkan Augus.
Tapi ... Lemah bukan berarti kalah.
Aku tidak akan menyerah saat ini juga. Perjalanan ku masih sangat panjang, dan aku tidak akan mati dengan mudah.
Aku adalah Alea, pemburu yang paling lemah dan paling tertinggal di antara Bosra pemburu yang lain!
Aku adalah Alea! Si pemburu yang tidak rendah dianggap oleh banyak orang.
"LALU KENAPA!"
Aku merubah Augus menjadi pedang panjang yang memiliki dua bilah besar yang mampu ku gunakan untuk menahan pukulan dari kapak besar itu.
Dengan tangan bergetar. Dan tenaga yang hanya tersisa sedikit saja. Aku mengangkat Augus. Menggunakannya sebagai tameng tepat sebelum Minotour itu menghempaskan kapaknya ke arah ku!
*PRANNNNK!*
Suara dua senjata yang beradu menimbulkan percikan dan ledakan energi yang sangat kuat.
Seperti yang aku duga sebelumnya, saat Augus berada di dalam genggaman ku, maka aku sama kuatnya sepeti dirinya, perlahan, energi Kekuatan itu mulai mengalir ke dalam tubuhku. Menyusuri tiap pembuluh darah di dalam tubuhku dan membuatku bertenaga.
"LALU KENAPA KALAU AKU LEMAH!"
Aku Berteriak! Itu adalah satu-satunya cara untuk membangkitkan semangatku yang hampir hancur karena terdesak oleh serangan ini.
"AKU TIDAK AKAN MATI! AKU TIDAK AKAN MATI!"
Dengan tenagaku yang tersisa aku berusaha untuk menahan pukulan keras itu. Pukulan yang berhasil membuatku tertunduk karena kekuatan yang begitu luar biasa. Porsi tubuhnya pun jauh lebih besar dari pada aku, dan itulah kenapa dia memiliki jumlah tekanan gravitasi yang lebih besar di setiap serangannya.
"Sial!"
"ARRRGHGHHHH!"
Aku tidak akan kalah, aku mengambil kesempatan. Melihat sekitar sebelum akhirnya aku mendapat kesempatan untuk mendapatkan sebuah momentum yang aku gunakan untuk berguling ke samping, dan setelahnya aku segera mengambil posisi untuk berjongkok dan melompat untuk mengambil jarak dari Minotour itu.
"Hosh! Aku pikir aku akan mati sialan!"
[Hahahaha! Kau benar-benar hampir membuatku jantungan sialan!"
"Jangan mengumpat ku, aku benar-benar hampir mati bodoh!"
[Hahaha, aku tahu aku tahu. Kau memang benar-benar manusia lemah!]
"Setidaknya aku masih bisa selamat kali ini!"
[Tapi perjalanan mu masih panjang bung! Bahkan dia belum tergores sedikitpun, tapi kau-]
Aku tidak menjawab. Aku masih fokus memperhatikan monster yang masih belum terluka di sana.
[Kau sudah hampir babak belur karena satu serangannya.]
"Itu jelas! Karena aku lemah bukan?"
Aku tersenyum kecil. Lemah bukan berarti kalah. Aku sudah sedikit mengetahui pola serangan dari Minotour itu. Dan sekarang. Saatnya melakukan serangan balik.
Aku boleh saja babak belur, tapi aku masih memiliki banyak potion yang akan aku habiskan untuk bertahan dan keluar dari tempat ini hidup-hidup.
Aku mengambil satu potion penyembuhan, lalu setelah meminumnya, perlahan lukaku mulai pulih, tenagaku juga mulai membaik. Dan aku siap!
Kali ini aku benar-benar siap.