Lebih baik mati daripada hidup menanggung penderitaan.
Hal menyedihkan itulah yang aku rasakan hingga membuatku tak lagi berdaya. Apalagi ketika aku sudah tidak memilih harapan. itu sebelum aku mengenal Augus, tapi sekarang, semua berbeda, juga dukungan yang aku dapatkan dari Felix, semua itu adalah bantuan yang sangat bagus.
Kini dengan tangan mencengkram erat Augus yang sudah ku bentuk menjadi pedang panjang dua tangan aku menatap Minotour yang juga menatapku dengan marah.
"Jangan sekali-kali meremehkan ku." Aku tersenyum, ini akan menjadi penentuan, sejauh mana aku berkembang bersama Augus.
Kali ini aku tidak akan menyia-nyiakan potensi yang sudah diberika kepadaku, ini adalah saatnya pembuktian.
Aku menyeret bilah tajam Augus dengan tatapan lekat yang tak putus dari wajah Minotour di sana. Dengan senyum tipis tersungging sudut bibirku, aku mengambil ancang-ancang.
WUSHHH!
dengan kecepatan di atas rata-rata aku berlari menerjang ke arah Minotour, hingga saat aku memangkas jarak, aku segera mengangkat pedan dan segera menebas dengan kekuatan penuh ku, tapi tidak semudah itu untuk melukai bos Monster ini. Dia dengan mudah menepis pedangku hanya dengan kapaknya dan tatapannya menatapku dengan tatapan merendah.
Aku tersenyum saat melihat celah yang ada di sana. Jika harus beradu kekuatan dengannya aku tidak akan sanggup, dia jelas memiliki tenaga yang tidak bisa dibandingkan dengan kekuatan pemburu level 1 seperti ku, tapi walau kemah aku bisa melihat sebuah celah walau itu tidak mungkin sekalipun. Dengan secepat yang aku bisa, aku mengubah bentuk Augus menjadi sebuah pistol dan segera melompat kesamping untuk menghindari efek serangan dari tebasan Minotour.
Kau ketika tubuhku melompat aku bisa melihat dengan gerakan lambat lengan yang memegang kapak itu. Maka dengan posisi yang sudah aku tunggu sedari tadi. Aku segera mengarahkan pistol itu ke arah lengan, tepat di bagian sendi yang terlihat terbuka di sana.
"Bagus. Aku bisa melihat titik lemahmu sekarang!"
"DOOORR!!"
Dengan sangat mudah aku membidik bagian itu. hingga membuat Minotour di sana berteriak memekik kesakitan dan membuat kapaknya terjatuh ke atas lantai.
Itu adalah pemandangan yang bagus. Aku tidak ingin membuang kesempatan yang ada, aku segera merubah Augus menjadi sebuah belati dan berlari menerjangnya, mengambil bekas luka tembak tadi untuk memperlebar serangan.
"ARGGGG!!!"
Monitor yang melihat ku langsung mengibaskan tangannya berusaha untuk melemparkan aku sebisa mungkin. Itu adalah refleks yang paling sering dilakukan oleh yang mendapat serangan dadakan seperti itu.
Aku terlepas dan terlempar cukup jauh. Namun kali ini aku bisa mengambil langkah tanpa harus menerima benturan yang ada.
Aku tersenyum besar berhasil menancapkan belati pada lengan yang memiliki bekas luka di sana. Hingga luka itu terlihat menganga dan darah terlihat mengucur dari sana.
Itu adalah wajah kesakitan yang sangat indah di mataku. Dan meraung lalu menatapku dengan tatapan marah, dan aku hanya bisa bersiap saat tiba-tiba dia menyerang ke arahku.
"Apa itu sakit?" Aku mengambil langkah. Berjalan mundur ke belakang untuk menunggu momentum yang pas untuk melakukan serangan. Atau memblokir serangan jika tiba-tiba dua menerjang ke arahku.
Tatapannya merah nyalang dan begitu tajam. Aku bahkan dibuat harus mundur hanya untuk menjaga jarak dari efek serangan itu.
[Dia marah!]
"Aku tahu itu." Tentu saja siapa monster yang tidak marah ketika aku berhasil meninggalkan bekas luka di lengan penuh ototnya itu.
Dan sepertinya, aku tidak hanya meninggalkan bekas luka di sana, tapi aku akan mengakhiri ini. Mengambil semua kemampuan Minotour yang ada di sana dan menjadikannya sebagai kekuatan ku.
Semakin aku mendapatkan kekuatan, maka akan semakin berkembang apa yang aku miliki, itu adalah tujuan ku untuk membuktikan jika aku tidak Selemah yang mereka kira. Aku memiliki kekuatan dengan tubuh kemah tak berdaya ini.
Cengkraman ku pada Augus semakin kuat, aku sudah menunggu momen ini, belati kecil tadi kini sudah aku ubah menjadi sebuah pedang besar yang akan aku gunakan untuk memblokir serangan yang datang. Dan begitu aku mendapatkan kesempatan, aku akan melukai lengannya sebelahnya lagi dan membuat ya benar-benar tidak bisa memegang kapak besar itu lagi.
Aku menunggu dengan sabar tanpa memutuskan kontak mata dengannya. Ini adalah provokasi yang paling bagus untuk membuat seekor monster marah.
"Benar. Marahlah dan datanglah kepadaku."
Aku menunggumu, menunggu momentum yang bagus untuk memutuskan otot di lengan kekarnya itu lagi.
Aku bersiap. Bahkan saat Minotour itu mulai menggerakkan kakinya seperti banteng yang akan menerjang musuhnya, dan setelah itu dengan kecepatan yang cukup cepat, dia berlari ke arahku.
Aku sudah menyiapkannya.
Dan dengan mudah aku bisa menghalau kapak yang diayunkan kepadaku, walau aku harus tertahan dan harus terpukul mundur karena tenaganya yang begitu kuat, tapi aku bisa menahannya, dia memberikan dorongan yang membuatku harus mencari cara untuk menahannya.
Aku tersenyum kecil dengan tatapan yang tak lepas dari sepasang matanya. Lalu setelah dia mulai melambat aku mengambil momentum itu dan merubah Augus menjadi pistol kembali, sebelum akhirnya aku melompat ke sisi lain dan membidik apa bisa aku bidik, seperti tadi aku membidik tepat di bagian sendi dan otot dari lengannya.
*DOOORR!*
TRANGG!
mataku membulat seketika ketika aku melihat Minotour ini menghalau peluru mana dari Augus dengan kapaknya, dia melindungi lengannya dengan kapak sembari menatapku dengan tatapan yang mengatakan.
"Jangan remehkan aku."
Dia tersenyum sebelum akhirnya berjalan dan mengambil langkah saat aku belum siap sekalipun.
Dia berlari menerjang tubuhku yang masih memiliki pertahanan terbuka. Melihat itu aku segera mengincar bagian kaki, dengan kecepatan pistol sepertinya aku bisa membidik salah satu kakinya dengan mudah.
DOOORR!
Satu tembakan pertama meleset, aku tak habis akal, dengan mana yang terus beregenerasi aku tidak terlalu takut jika aku akan kehabisan banyak mana kali ini.
DOOORR!
Tembakan kedua berhasil mengenai betis Minotour, tapi sepertinya banteng satu ini masih sanggup untuk berlari dan menganggap peluru mana yang di berikan oleh Augus tidak berpengaruh sama sekali.
Monster bos memang kuat. Dan untuk menghadapinya, aku tentu harus menyusun rencana. Namun pergerakan cepat itu tetap saja tidak bisa aku halau. Aku berusaha mengambil posisi hingga akhirnya Minotour itu berlari ke arahku dan memberikan tebasan tepat di bagian kepala, aku berusaha menunduk dan setelahnya merubah Augus menjadi belati tajam dan menyerang luka tembak di bagian betis tadi.
"ARRRGHGHHHH!"
Dia memekik untuk kedua kalinya, kulitnya memang tebal tapi satu kelemahannya adalah, dia tidak akan sanggup untuk menahan serangan jarak dekat dan robekan otot pada tubuhnya.
*BUGH!*
UGH!
aku terlempar saat Minotour ini menendang tepat di perutku, dia memberikan serangan yang membuatku terpental dan akhirnya menatap dinding tembok.
Rasa nyeri aku rasakan, sakit yang tak tertahan dan membuatku harus menahan sakitnya dampak yang diberikan.
Aku mendengkus kecil, lalu berusaha untuk berdiri sembari mengeluarkan potion penyembuhan yang aku miliki. Sebisa mungkin aku harus memulihkan diri karena pertarungan masih sangat panjang.
Aku akui dia kuat, tapi satu kekurangannya adalah. Dia lambat, tidak seperti belalang sembah. Aku bisa membaca pergerakannya, tapi sepertinya dia pun sama, dia bisa membaca pergerakan ku bahkan dia bisa menghalau peluru mana yang aku tembakkan.
Itu adalah masalah yang sedikit sulit untuk di hadapi. Aku mulai berdiri ketika aku pulih. Merubah bentuk Agus untuk menjadi sebuah pedang panjang satu tangan. Karena aku memiliki rencana setelah ini.
Aku tersenyum, lalu mengambil kuda-kuda untuk melesat ke arahnya. Aku mengincar bagian kaki yang belum terluka, walau dia tanggap akan serangan yang datang, tapi kecepatan yang dimiliki adalah kelemahannya. Aku berlari dengan cepat, memanfaatkan bonus status dari Augus yang memberikan ku kecepatan yang sangat bagus.
Ngomong-ngomong soal Augus, entah kenapa sedari tadi dia terlalu tenang untuk situasi seperti ini. Rasanya sedikit aneh saat melihat Augus yang terlalu tenang seperti sekarang ini.
Aku mengabaikannya, lalu setelahnya aku berlari berusaha untuk mengambil apa yang aku incar, aku berusaha mengincar kamu kanannya, melukai otot-ototnya hingga membuatnya tidak bisa bergerak, aku tahu ini akan sulit, tapi aku tidak akan pernah tahu jika aku tidak mencobanya.
Aku terus berlari, hingga sepintas tatapanku bertemu dengan tatapan tajam dari monster bos ini, dia menggenggam erat kapan di tangannya, dan saat momentum yang tepat datang, dia segera mengayunkan kapak besar itu ke arahku.
Sayang sekali, pergerakan lambat itu seolah bisa terbaca dengan mataku. Aku tersenyum dan bergerak ke sisi kiri untuk menghindari serangannya, tapi siapa sangka jika dia mengangkat kembali kapaknya dan menyerang ke sisi kiri tepat ke arahku, aku langsung melompat, dan setelahnya menginjak kapak yang tengah diayunkan itu untuk menjadi momentum untuk aku melompat jauh ke depan, itu lebih baik karena dengan ini aku bisa menjangkau kakinya dengan mudah.
Pertama-tama aku mengangkat pedangku dan menusuk tepat di bagian betisnya, itu adalah satu cara ketika aku tidak mampu menebas kulitnya yang keras.
Dengan momentum dan dorongan yang aku dapatkan aku berharap ini akan berhasil, maka ketika pedang panjang menatap dengan sempurna, aku segera menariknya ke samping untuk memberikan luka sobek dari dalam
"Aaaarrggghhh!"
Dia mengaung untuk kesekian kalinya, tubuhnya limbung saat otot yang menahan tubuh besarnya itu terputus, aku segera mengambil jarak dan tersenyum melihat tubuh itu tergeletak di sana.
Napas ku terengah, aku sudah mencapai batas kekuatan dan ini akan sangat sulit untuk aku hadapi jika pertarungan ini masih berlanjut. Aku akan benar-benar berakhir. Terlebih aku tidak tahu jurus dan teknik apa lagi yang akan dikeluarkan oleh Minotour ini.
Tapi aku yakin, itu akan membuat ku kerepotan nantinya.
"Aku akan mengakhiri ini"
[Kau yakin?]
Aku mengangguk sebagai jawaban, aku tidak pernah seyakin ini sebelumnya, aku yakin aku bisa menghabisinya, apalagi dengan tubuh yang sudah penuh luka itu, aku bisa mengambil alih pertarungan ini.
Dengan senyum. Aku menggenggam erat pedang di tanganku. Lalu berlari dengan cepat dan melesat ke arahnya. Tepat ketika aku sudah berada di hadapannya aku segera melompat, merubah Augus menjadi sebuah mekanisme bor di tangan dan memutarnya dengan kekuatan mana, aku tersenyum ini adalah kemajuan di saat aku memiliki banyak imajinasi di kepalaku dan mana yang berlimpah.
Aku bisa memberikan serangan kuat dan menyerang tepat di bagian jantungnya.
Tubuh yang keras bukanlah masalah. Karena aku bisa dengan mudah menembus kulit itu dengan kekuatan bor yang berputar sangat cepat.
"Kkaakjjjhhh!"
"Aku tahu itu sakit, tapi maafkan aku. Aku tidak bisa terlalu lama di tempat ini!"
Aku tersenyum, lalu menambahkan mana yang cukup banyak untuk mempercepat perputaran yang ada pada bor ku, ini adalah kecepatan yang sangat cepat hingga membuat tanganku bergetar karenanya.
"HANCURRR!!!"
aku berteriak saat melihat bagian jantung monitor ini mulai tertembus. Aku percaya mekanisme yang dia miliki sangatlah kuat, karena aku harus menggunakan seluruh kemampuan ku untuk menembus pertahanan itu.
"AYO! AYO! AYO!"
DDRRTTTTT
BUGH!
napas ku terengah saat aku berhasil membuat lubang besar di tubuhnya, bos Minotour sudah tidak bisa bergerak lagi dan aku keluar sebagai pemenangnya.
Stamina yang ku gunakan sudah benar-benar habis dan aku sudah tidak bisa bergerak lagi sekarang.
Bahkan saat Minotour dengan tubuh sekarat mengangkat kapaknya, aku tidak bisa mengelak, aku berpikir jika aku tertimpa kapak besar itu maka aku akan mati di tempat ini.
Namun saat aku menatap lekat pada tangan yang kini berhenti dan jatuh di sisi lainnya, aku bisa bernapas lega, sepertinya Minotour benar-benar aku kalahkan.
Sistem : monster bos tersembunyi Minotour berhasil di kalahkan. Bonus statistik berhasil di dapatkan, bonus penghasilan di dapatkan. Item langka di dapatkan.
Aku tersenyum puas, menggunakan Augus menjadi penopang tubuh sebelum akhirnya aku mengeluarkan potion dan menenggaknya secara langsung.
Aku yakin potion ini tidak akan sanggup untuk memulihkan stamina ku, tapi setidaknya aku bisa menaikkan bar darah yang aku miliki agar aku tidak mati di tempat ini.
"Kau lihat?"
Aku tersenyum puas, dengan tubuh lelah aku berusaha berjalan ke arah tubuh Minotour ini.
"Aku mengalahkannya."
[Aku tahu itu ... Tapi ...]
[Apa-apaan kau! Kau membuat tubuhku kotor karena darah monster sialan ini!]
"Tapi setidaknya aku berhasil mengalahkannya!"
Aku tersenyum kecil lalu menatap tubuh besar Monster bos di hadapanku.
"Dan sekarang waktunya makan."
Aku benar-benar puas, bahkan senyum masih mengambang dengan sempurna di wajahku ketika aku mulai merubah Agus menjadi sebuah pedang besar dan menancapkannya tepat di bagian tubuh Minotour ini.
"Aku harap kau puas dan kenyang lalu menjadi semakin kuat di tempat ini."
Aku menyaksikannya, tubuh Minotour yang mulai hilang di lahap Augus dengan senyum tipis menghiasi bibirku.
Selamat tinggal.
(Keterampilan Augus diaktifkan)
(Endurance +1400, Physical Strength +1220, Magic +1110, Spirit +1110, Agility +1110 telah ditambahkan ke status)
(Skill penguasaan pedang dua tangan ditambahkan)
(Skill pelahap berhasil diakumulasikan)
Itu adalah sebuah pendapat yang sangat luar biasa, bahkan semua daftar itu adalah sebuah status yang bagus untuk kenaikan yang dialami Augus, ini adalah sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Dia bertambah kuat seiring berjalannya waktu, dan aku bisa merasakan efek yang aku dapatkan ketika Augus terus bertambah kuat.
Aku vusa merasakan bagian tubuhku dipenuhi dengan kekuatan yang berlimpah, luapan kekuatan Augus yang aku dapatkan tepat ketika dia berhasil menembus levelnya saat ini. Setelah itu, dorongan putus asa yang menghantuiku selama ini mulai menghilang secara perlahan, aku bisa merasakan sensasi dan debar ini. Sungguh perasaan dan sensasi yang sangat luar biasa.
[Jangan senang dulu, ini masih belum berakhir!]
Benar, tujuan utama kami di tempat ini bukanlah bos monster, itu hanyalah sebuah bonus yang aku dapatkan ketika aku bisa mengalahkannya dengan tanganku sendiri, sekarang aku masih memiliki tujuan lain yang harus aku selesaikan.
Aku menarik Augus, merubahnya menjadi cincin sebelum akhirnya aku berjalan masuk lebih dalam ke arah ruangan bos ini. Samar aku bisa melihat sebuah bila bercahaya putih yang memancarkan aura berbeda di dalam sana.
[Aku semakin merasakannya.]
Aku mengangguk tanpa menjawab. Aura ini, tekanan dan kekuatan yang meledak ini seolah membuatku tak bisa bergerak.
Tekanan yang maha dahsyat menarik kakiku untuk terpaku diatasi lantai. Kekuatan ini adalah sesuatu yang sebenarnya.
Kekuatan yang samar tertutup oleh hawa keberadaan Minotour tadi, dan ini aku bisa memastikan, memastikan jika hawa keberadaan ini nyata adanya.
Dia adalah Ego. Egi murni yang belum terbentuk. Hanya saja kekuatan dan keberadaan ego ini tidak sama seperti ketika aku mendapatkan Augus.
Aku mengepalkan kedua tanganku berharap aku bisa mendapatkan kekuatan lebih dari Augus, aku harus bisa menyelesaikan ini.
Tekanan kuat ini tidak akan membuatku mati, aku bisa melewatinya. Ini hanyalah salah satu dari sekian banyak tantangan yang akan aku hadapi nanti.
[Bertahanlah, kau hampir menggapainya.]
Aku mengangkat wajahku, menatap sebercak cahaya putih yang muncul di hadapanku, dia terlihat sangat nyata dan memancarkan kekuatan yang membuatku tak bisa bebas untuk bergerak.
Aku berusaha mengangkat tubuhku, tekanan ini akan aku lawan bagaimanapun caranya, aku hanya harus membuktikan jika aku pantas untuk mendapatkannya, dia sama seperti Augus. Dan aku bisa mengatasinya.
[Jangan terlalu gegabah, kita hanya akan membuat keadaan semakin memburuk karenanya.]
"Apakah kau yakin? Aku tidak yakin jika aku akan berhasil mendapatkannya...." Suaraku melemah di akhir, aku merasa jika tenaga ku mulai terkuras hanya untuk bisa menggapai cahaya itu, bahkan ketika aku mengangkat tangan kananku untuk menggapai inti cahaya itu, rasanya seperti aku mengangkat beban 100 ton tanpa bisa aku gerakkan sedikit pun, tanganku seolah menjadi beban yang menghalangi pergerakan ku.
[Sudah ku katakan jangan gegabah!]
Aku mendengar itu. Suara bentakan yang seolah samar terdengar di telingaku. Mataku berat. Dan pandangan mulai meredup, itu adalah hak yang tidak pernah aku duga sebelumnya.
Apakah aku akan kalah di tempat ini?
Apakah aku akan mati?
Sangat lucu, aku sudah berjuang tapi apakah ini sebuah akhir yang aku dapatkan?
[Bodoh! Buka matamu sialan! Kau hanya akan mati ketika kau kehilangan kesadaran!]
Aku tidak bisa mendengar suara Augus dengan jelas suaranya samar dan terdengar sangat jauh. Kesadaran ku mulai menghilang dan aku memejamkan mata untuk kesekian kalinya.