Bab 53 Pengalihan Rencana

1149 Kata

Masih begitu pagi, bahkan aroma matahari juga baru muncul di sebagian. Sepagi itu aroma masakan Selin telah tercium. Sadina mengetuk pintu kamar Sajaka. Sedikit lama pintunya terbuka. Setelah lebih dari tiga kali percobaan Sajaka akhirnya muncul di depan pintu dengan muka bantal. Matanya setengah tertutup. Kelihatan masih mengantuk. Tangannya menutup mulut yang terbuka lebar menguap. Ini hari libur. Dan hampir semua anak bermalas-malasan di hari libur. Sebagian sengaja bangun kesiangan, walau hari libur selalu banyak gangguan. “Ada apa?” tanya Sajaka berusaha membuka mata. Cowok itu bersandar pada sisi pintu. Baru dua jam ia terlelap akibat semalaman bermain games. Sangat langka ia melakukan ini, karena setiap harinya pasti mengurus soal=soal olimpiade. Jadi ketika mempunyai kesempatan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN