“Lo gila.” Kevin geleng-geleng kepala. Ide Sajaka menutupi seseorang dari sebuah kasus yang sedang mereka selidiki bukan hanya kesalahan besar, melainkan juga pelencengan dari sikap Sajaka. Dalam hal ini Sajaka telah melibatkan perasaan. Ini sangat bukan sikap Sajaka sekali. “Itu bukan hal sulit, kan?” Sajaka mengernyit. “Lo cuma perlu menghapus satu nama dari daftar, terus nggak bilang-bilang ke siapa pun. Gue rasa itu pekerjaan yang paling mudah.” “Ka, sadar apa yang barusan lo bilang? Ini namanya licik. Emang itu kerjaannya gampang, tapi lo nggak mikir apa akibat yang bakal kita dapat nantinya kalau seandainya ketahuan? Gue tahu lo sesayang itu sama Sadina, tapi nggak gini juga cara menyayangi seseorang. Selain menyalahi aturan, lo udah menyalahi rasa sayang lo pada itu.

