Bab 43 Saling Debat

1216 Kata

Tidak berapa lama dari kepergian mobil Selin, halaman rumah Deral malah dikunjungi sebuah motor. Orang yang mengendarainya kemudian berhenti tidak jauh dari pagar rumah dan melepas helm. Seketika Sadina melambaikan tangan. Jauh dari sikapnya menyambut tamu yang sebelumnya. Sadina lebih bersikap hangat kali ini.   “Sajaka!” Senyum Sadina lebar.   Sementara Deral telah siap dengan gestur kaku berdiri di samping Sadina. Dalam hati ia menyibir kedatangan teman Sadina ini. Sudah diberi sikap tidak ramah tetap saja berani datang. Deral bingung harus bagaimana lagi agar Sajaka berhenti mendekati adiknya. Sial juga Deral tidak bisa mencegah kedekatan mereka karena mereka tinggal satu atap.   “Kamu kok udah ke sini aja jam segini?” Sadina menghampiri Sajaka yang baru turun dari kendaraan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN