“Kak Haradisa datang ke rumah Tante Selin lagi.” Ucapan Sadina menghentikan suapan. Sendok yang dipegang Deral mengambang di udara. Kemudian Deral dan Kirana saling bertatapan. Mereka tahu soal kakak perempuan Sadina yang tiba-tiba muncul itu. Deral belum pernah bertemu dengan kakak Sadina itu. Dalam ingatan masa kecilnya pun nama Haradisa terasa sangat asing. Mungkin mereka tidak pernah bertemu. Sangat disayangkan padahal hubungan adik kakak antara ibunya Sadina dan ayahnya Deral sangat dekat. Persaudaraan mereka tertular pula pada anak-anak mereka. Walau hanya sebatas hubugan sepupu, tetapi Deral selalu merasa kalau Sadina ialah saudara kandung seayah dan seibu. “Mau ngapain lagi dia?” tanya Deral sinis, nada ketidaksukaannya pada kabar ini terdengar sangat jelas. Kir

