Kevin langsung turun ke lantai bawah ketika mendengar suara deru motor seseorang berhenti di depan rumahnya. Sudah lama rumahnya tidak kedatangan orang ini. Ibunya tahu siapa saja teman dekat Kevin sering bertanya mengapa yang datang ke rumah tidak selengkap biasa. Kevin hanya bilang kalau satu temannya sedang sibuk mempersiapkan perlombaan tingkat nasiona. Jadi ibunya mengerti, memang sejak dulu salah satu sahabat Kevin punya banyak prestasi. Meski Kevin tidak sepenuhnya mengatakan kebenaran. Sebab kebenaran lain adalah karena sahabatnya sudah mempunyai teman baru. “Tumben lo ke sini.” Kevin membuka pintu. Sajaka memamerkan sekantung makanan yang ia beli di perjalanan sambil tersenyum lebar. “Kenapa? Bilang aja sebenarnya lo kangen, kan?” Kevin berdecih. “Dih. Heran aja uda

