“Harus banget ya ninggalin mereka berdua?” Selin terus menggusur Sajaka keluar dari rumah. Sajaka sesekali menengok ke belakang, tampak khawatir pada keadaan Sadina bersama orang asing. Pastinya Sadina tidak nyaman, kelihatan sekali dari gerak-geriknya yang ingin segera pergi. Namun Selin selalu kurang perhatian pada perasaan orang lain, malah sengaja meninggalkan Sadina sendirian bersama orang itu. “Emangnya kenapa? Mereka kan adik-kakak bukan orang asing.” “Mama nggak lihat Sadina nggak nyaman?” “Itu karena dia belum akrab aja sama kakaknya. Waktu awal-awal Sadina tinggal di sini juga gitu, kan? Nggak langsung akrab sama kita. Bahkan jarang banget lihat dia di rumah padahal selalu diam di kamarnya. Jangan khawatir. Mama yakin sebentar lagi mereka bakal akrab.” “Ma.” “Hm?” Sel

