10 - Bukan Duniaku

1109 Kata

Suara televisi mengisi ruangan dengan samar. Sebuah acara berita tengah tayang, tapi Sella bahkan tidak tahu apa yang sedang dibicarakan. Sorot matanya kosong, pandangannya tertuju pada layar namun pikirannya melayang jauh entah ke mana. Ia duduk di sofa ruang tengah dengan punggung sedikit membungkuk, kedua tangannya terlipat di pangkuan. Di atas meja, secangkir teh yang sudah dingin masih utuh, tidak tersentuh sejak tadi. “Jadi begini, ya, hidupmu, Kak Sella…” gumamnya pelan. “Kehidupan yang dari luar terlihat indah, tapi ternyata ada banyak sisi kelam di dalamnya.” Sella menarik napas panjang. Sejak kepulangannya dari rumah Mama Ratna hari ini, pikirannya terus berisik. Tentang Dimas yang selalu dingin, tentang Mama Ratna dan Rasty yang terus menuntut ini dan itu padanya, tentang keb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN