Part 13 Profesional Stella

1370 Kata
"Tidak bisa," protes seorang wanita cantik yang tidak menyetujui keputusan ini. "Kenapa harus Stella yang terpilih? Aku lebih baik dari Stella. Aku juga memiliki prestasi yang tidak kalah dari dia, kenapa harus Stella yang kembali menjadi pemeran utama dalam laga project kali ini?" tambahnya membuat semua orang terkejut karena baru kali ini ada yang menolak keputusan final yang diumumkan. Terlebih lagi sekarang ada Erlan di tengah-tengah mereka. Apa wanita itu tidak takut aksinya akan mendatangkan murka CEO BTA? pikir mereka. "Memiliki prestasi yang lebih tinggi dari Stella?" Hugo menjawab setelah mendapatkan persetujuan dari Erlan. "Yah, bahkan aku memiliki profesionalitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan Stella," jawabnya penuh keyakinan. "Kita semua tahu kalau pemilik prestasi tertinggi aktris perempuan dari BTA agency sampai saat ini masih berada dalam genggaman Stella. Hanya Stella pemilik berbagai macam penghargaan terbanyak di sini, tapi …." Hugo menjeda kalimatnya dan menatap dingin pada wanita yang sekarang tengah berdiri dengan berani. "Tapi aku salut pada keberanianmu yang berani melayangkan protes dalam meeting yang dihadiri langsung oleh Tuan Grissham," lanjutnya. Hugo menatap Erlan yang berdiri sembari merapikan jasnya. Sepertinya Hugo ingin ikut andil dalam pembicaraan. "Lucy, dengan penuh percaya diri kamu merasa lebih baik dari Stella. Sekarang, aku ingin mendengar kelebihan apa yang kamu punya hingga memiliki kualifikasi lebih baik dan bisa mengalahkan Stella?" Erlan bersuara dengan dingin seperti biasanya. "Jika aku memiliki kualifikasi lebih baik dari Stella, apa peran utama ini memiliki kemungkinan untuk digantikan olehku?" tantang Lucy sebelum menjawab. Ya, wanita yang menentang keputusan Hugo sebelumnya adalah Lucy, sahabat dekat Megan. 'Kamu memiliki nyali terlalu besar, Lucy. Kamu belum melihat wajah asli Erlan. Jadi, dengan percaya diri menantang Erlan di depan banyak orang tanpa memikirkan resiko yang akan kamu tanggung,' batin Megan. Akan tetapi, dia bahagia melihat suasana yang tidak kondusif seperti ini. "Yah, aku memberikan peluang besar padamu jika memang kamu bisa membuktikan berbagai macam kelebihan yang kamu miliki," kata Erlan menyetujui. "Baiklah kalau begitu. Tuan Grissham, kita tahu bahwa laga projects kali ini pemeran utama pria akan berasal dari agency lain," kata Lucy memulai. "Dan sudah menjadi rahasia umum jika dalam syuting nanti akan ada part dimana kedua MC berhubungan intim. Bukan hanya sekali dua kali, tapi part seperti ini akan terjadi beberapa kali." Lucy menatap Erlan sembari tersenyum miring. "Menurut kabar, pihak agency lain ingin agency kita profesional dalam bermain peran. Mereka mau pemeran utama wanita full naked ketika syuting adegan itu nanti. Bahkan, tidak memungkiri bahwa bisa saja mereka meminta MC melakukan hubungan itu dengan sungguhan bukan hanya akting semata. Semuanya demi tercipta hal luar biasa yang akan menggemparkan dunia." Lucy menatap Stella yang masih diam saja. Dari wajahnya, sepertinya Stella tidak berminat untuk menanggapi. "Sementara kita tahu kalau selama ini Stella tidak pernah mau full naked dalam proses syuting. Baik saat full naked atau saat berhubungan intim, Stella selalu menggunakan peran pengganti. Sedangkan project kali ini agency lain menolak peran pengganti dalam part-part penting yang disukai penonton. Mereka mau semua MC profesional dalam bekerja." Lucy menjeda penjelasannya. Dia menatap para peserta meeting yang masih memusatkan perhatian padanya. "Paling full Stella hanya menggunakan bikini atau lingerie seksi. Dan bagian yang menjadi tombak film selalu menggunakan peran pengganti, tapi Stella yang mendapatkan keuntungan. Di sini, aku bersedia full naked ketika pengambilan syuting nanti. Bahkan, jika memang diperlukan aku juga bersedia berhubungan intim sungguhan dengan MC laki-laki demi terciptanya hasil terbaik. Aku membanggakan hal ini sebagai profesionalitas pekerjaanku. Dan kalian semua yang ada di sini juga paham kalau aku selalu totalitas," terang Lucy panjang lebar mengakhiri. Banyak orang yang mengangguk mendukung Lucy dan membenarkan. Stella memang kurang totalitas karena dia hanya memakai bikini sebagai batas akhir tanpa mau melakukan adegan lebih. Dan menurut mereka Lucy bisa menjadi kandidat lebih baik. Sementara Megan, hatinya mulai gelisah jika Erlan sampai menyetujui saran Lucy. Rencananya beberapa waktu lalu akan berakhir sia-sia jika bukan dia yang berakhir memenangkan projects ini. "Stella, bagaimana pendapatmu? Apa kamu ingin memberikan pembelaan?" tanya Erlan pada Stella yang terlihat masih merenungi sesuatu. "Aku akan totalitas saat proses syuting nanti. Aku akan full naked dan bersedia berhubungan intim sungguhan jika memang hal itu diperlukan." Jawaban Auristella membuat semua orang terkejut. Terletak Erlan yang tidak senang mendengarnya. "Aku tidak akan menggunakan peran pengganti dari awal sampai akhir. Karena selama ini aku masih dianggap tidak profesional, maka sekarang aku akan menunjukkan bahwa semuanya tidak benar. Aku selalu totalitas dan profesional dalam bekerja, bagaimana, cukup?" tambah Stella. "Kenapa kamu melakukan ini?" Erlan menyahut dengan cepat. "Karena aku harus menunjukkan kesungguhanku sebagai rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan padaku. BTA agency bukan hanya sekali dua kali mempercayai aku dalam memegang peran utama, tapi aku yang dianggap belum totalitas, maka aku akan memperbaiki statement itu dalam project kali ini," jawab Stella dibalas anggukan oleh Erlan. "Lucy, apa sudah cukup jawaban Stella untuk memuaskanmu?" Kali ini Hugo mengambil alih karena Erlan sudah duduk kembali di kursi kebesarannya. "Jawaban Stella sedikit membuatku puas, tapi aku ingin meminta jawaban lebih pada pihak agency atas pertanyaan ini sebagai perwakilan dari banyak aktris di bawah naungan BTA," dustanya. "Silakan," kata Hugo memberi izin. "Kenapa bisa Stella yang terpilih menjadi pemeran utama sementara di sini banyak aktris yang lebih berpengalaman dan lebih senior? Dalam banyaknya laga projects, Stella selalu memiliki kesempatan besar untuk dipilih. Yah, dia memang memenangkan banyak penghargaan, tapi bukan berarti harus selalu Stella dan Stella, bukan?" tuntut Lucy meminta penjelasan. "Apa karena Stella memiliki hubungan spesial dengan Tuan Grissham. Jadi, dia selalu berpeluang besar mendapatkan banyak project?" sambung aktris yang lain. "Bagaimana kalau dalam pemilihan ini ada ketidakadilan di dalamnya?" "Yakin, kalau Stella selalu memenangkan projects dengan jalur murni?" "Jangan-jangan Stella menggunakan Tuan Grissham sebagai penopang utama memenangkan banyak hal yang diraihnya selama ini." Berbagai komentar dari banyak aktris akhirnya keluar memenuhi ruangan. Walaupun mereka mengatakannya tidak terlalu keras seperti Lucy, tetapi cukup untuk didengar oleh semua orang yang ada di dalam. "Kalau kalian iri pada keberhasilan Stella dalam mendapatkan projects, kalian bisa protes hal ini Tuan Grissham secara langsung," ujar Emily menanggapi terlebih dahulu. "Ya, selagi Tuan Grissham ada di tengah-tengah kita, silakan buka suara atas ketidaksetujuan kalian. Aku yakin Tuan Grissham akan menanggapi jika memang kalian memiliki alasan yang kuat," sambung Hailey. Emily dan Hailey tidak mungkin membiarkan orang-orang semakin menjelekkan Stella. Sementara yang bersangkutan, Stella masih diam seperti manusia tak berdaya. "Tuan Grissham, kami ingin mendengar keputusanmu. Apa memang benar Stella menggunakan status hubungan kekasih kalian hingga membuatnya mudah mendapatkan projects?" desak seorang aktris tidak sabar mendengar jawaban Erlan. "Bagaimana kalau pihak agency pria yang meminta mereka berpasangan dengan Stella?" balas Erlan menjawab dengan sebuah pertanyaan. "Bagaimana kalau tuntutan penonton yang mengharapkan Stella kembali hadir menghiasi jagat perfilman Hollywood?" Erlan masih melanjutkan. Matanya melirik sekilas pada Stella. "Jangan membawa urusan pribadi dalam sebuah pekerjaan karena semua yang Stella dapatkan sampai saat ini murni hasil kerja kerasnya sendiri. Begitu juga dengan projects yang Stella dapatkan sekarang, itu karena banyak pihak yang memintanya. Bukan pilihan dari kami. Karena Stella yang mereka harapkan, maka kami tidak bisa mengambil keputusan lain selain dari menerimanya," terang Erlan dengan sangat jelas. Lucy duduk dengan wajah memerah malu. Kalau sudah banyak pihak yang meminta Stella secara langsung, itu artinya dia tidak diharapkan oleh mereka. "Benar kata Tuan Grissham," timpal Hugo setelah Erlan duduk yang berarti pria itu sudah selesai memberikan penjelasan. "Karena itu kami memutuskan Stella untuk menjadi peran utama kali ini. Mengenai alasan, kalian sudah mendapatkan jawabannya. Dan untuk kamu, Lucy," lanjut Hugo menatap Lucy yang kini berkeringat dingin. Lucy sangat takut dia akan mendapatkan hukuman karena sudah berani melawan keputusan Erlan. Seperti beberapa aktris sebelumnya, mereka dikeluarkan dari Bara Talent Agency karena menentang keputusan yang sudah bulat. Dan Lucy tidak mau nasibnya akan berakhir sama seperti orang-orang itu. "Peraturan yang ada BTA sangat jelas dan kita menerapkannya dengan ketat. Siapapun yang berani menentang keputusan pihak agency, maka dia harus menerima hukuman. Dan untuk kamu, Lucy, karena kamu yang sudah membuat keributan di ruangan ini untuk pertama kali, maka silakan tinggalkan ruangan ini sebelum aku mengeluarkanmu secara paksa dan tidak terhormat. Hal itu pasti tidak akan baik untuk wanita berprestasi sepertimu," lanjut Hugo mengakhiri dan menyampaikan keputusan. 'Satu lalat sudah mati, tinggal beberapa lalat lagi yang harus aku matikan,' batinnya. "Jangan salahkan Lucy. Dia hanya mengeluarkan pendapat dan kalian tidak boleh bertindak tidak adil padanya."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN