"Lucy hanya mencoba mengeluarkan pendapatnya. Kita beruntung karena dia mau berkata jujur daripada hanya diam memendam sendiri dan nantinya akan timbul dendam. Namun, akan lebih baik kalau seperti yang dilakukan Lucy," tambah wanita itu menarik perhatian yang lain.
"Kamu sadar apa yang kamu lakukan ini?" tanya Hugo memicing menatapnya.
"Tentu saja aku sadar karena pro dan kontra dalam setiap pekerjaan pasti selalu ada," jawabnya penuh keyakinan.
"Jadi maksudmu apa, Stella?" sahut Erlan.
Ya, wanita yang menentang Hugo mengeluarkan Lucy dari ruang meeting adalah Stella. Bukan tanpa alasan setelah melakukan itu, tetapi dia meyakini ada sesuatu yang besar di balik protes yang dilakukan Lucy.
"Biarkan Lucy tetap di sini. Biarkan Lucy tetap seperti biasanya di BTA agency karena kalau kalian memberikan sanksi kepada Lucy artinya agensi ini tidak terbuka pada setiap saran dan kritik. Bukankah sejak awal BTA selalu berkoar-koar ingin menerapkan keadilan dan menerima saran juga kritik? Jangan sampai kalian melanggar janji yang sudah dibuat sendiri dengan mengeluarkan Lucy dari sini," terang Stella dengan panjang lebar.
Awalnya Lucy sudah sangat gelisah dan merasa malu karena diusir dari ruangan, tetapi pembelaan Stella berhasil membuat hatinya tenang. Walaupun, masih ada kebencian dalam dirinya terhadap Stella.
"Tidak bisa," tolak aktris yang lain.
"BTA agency memang tidak menolak saran dan kritik, tetapi BTA agency selalu menjunjung tinggi kedisiplinan untuk wajib mematuhi semua peraturan," tambah seorang aktris yang berdiri di samping Emily.
"Yah, Lucy sudah membuat keributan dengan menentang keputusan pihak BTA agency yang sudah memilih Stella. Seharusnya menjadi hal wajar kalau Lucy diusir dari ruangan ini, sama seperti aktris sebelumnya yang melakukan hal yang sama," sahut aktris yang lain.
"Saran dan kritik berbeda dengan protes untuk meninggikan diri sendiri demi mendapatkan keuntungan seperti yang dilakukan Lucy. Kalau Lucy tidak diusir, berarti BTA agency sudah lemah akan peraturan yang sudah diterapkan selama bertahun-tahun. Di masa depan akan ada lebih banyak yang memprotes keputusan atasan," sambung yang lainnya semakin memojokkan Lucy.
Lucy hanya diam saja, tetapi wajahnya pucat seiring dengan banyaknya orang yang protes menentang dia dan menginginkan dia diusir. Padahal, sebelumnya Lucy sangat yakin kalau pendapat yang diajukan mendapat dukungan dari sebagian besar yang hadir. Namun, kenyataan berbeda dari apa yang diharapkan.
"Stella bisa melarang Lucy diusir dan menahannya tetap di sini. Dia sanggup berkata seperti itu apa karena ada Tuan Grissham yang pasti akan mengabulkan? Stella menggunakan kekuatan Tuan Grissham untuk menyetir setiap peraturan sesuai dengan keinginannya?"
Stella diam. Saat membela Lucy, Stella melupakan bahwa saat ini dia memiliki status hubungan kekasih dengan Erlan. Dan bukan tidak mungkin orang akan berpikiran buruk tentangnya dengan menghubungkan hal itu.
'Seperti inilah keributan yang sebenarnya aku nantikan sejak tadi. Saling menghujat, saling menyalahkan, dan saling menjatuhkan satu sama lain. Sementara aku ….' Dia membatin dan menjeda kalimatnya sembari tersenyum menatap mereka yang masih berdebat.
'Aku hanya diam saja menikmati alur dan tontonan gratis yang mereka ciptakan. Hanya menunggu sedikit saja maka aku yang diam akan menjadi pemenangnya,' lanjutnya.
Megan tersenyum teringat dengan percakapannya dengan Lucy sebelum ini. Yah, walaupun Lucy merupakan sahabat baiknya sendiri, tetapi Megan tidak akan segan untuk menggunakan wanita itu sebagai batu loncatan mengangkat nama baiknya.
"Lucy, apa kamu sudah tahu siapa pemeran utama yang akan terpilih kali ini?" Megan mendatangi Lucy yang saat ini tengah bermake up bersama asistennya.
"Bukankah pemeran utama baru akan diumumkan nanti yang dihadiri langsung oleh Tuan Grissham?" jawab lucu sembari mengerutkan keningnya tidak mengerti maksud Megan.
"Memang baru akan diumumkan nanti, tapi aku mendapatkan bocoran kalau laga project kali ini terdapat sedikit kecurangan," balas Megan sembari duduk di kursi yang berada di samping Lucy.
"Kecurangan? Maksudmu?" tanya Lucy.
"Dari informasi yang aku dengar, pemeran utama yang seharusnya didapatkan seseorang yang berhak, akhirnya diganti oleh orang lain karena alasan pribadi. Bisa dibilang, orang yang menggantikan memiliki dukungan pribadi," terang Megan dengan bahasa yang terdengar ambigu di telinga Lucy.
" Maksudmu, Megan? Bisakah kamu mengatakannya dengan jelas? Aku sedang tidak berminat bermain teka-teki," pinta Lucy. Dia akan melakukan pemotretan dan Lucy tidak mau ada sedikit saja penampilan yang tidak sempurna dari dirinya nanti.
"Pemeran utama yang seharusnya kamu dapatkan akhirnya diganti oleh Stella karena dia memiliki dukungan pribadi dari Erlan. Yah, Erlan kekasih Stella, jadi apapun yang diinginkannya pasti terpenuhi dengan mudah." Jawaban Megan membuat wajah Lucy memerah.
"Kamu tidak sedang bercanda, Megan?" desis Lucy mulai emosi.
" Tidak ada untungnya buatku menyebarkan kebohongan. Kalau kamu tidak percaya padaku, kamu bisa bertanya kepada yang lain karena aku mendapatkan informasi ini juga dari mereka. Tidak ada yang berani memberitahumu karena mereka tidak ingin menyakitimu yang kecewa atas keputusan tidak adil ini," Megan menjawab dengan santai seolah apa yang dikatakannya memang benar.
"Kalau memang seperti itu kebenarannya aku tidak akan membiarkan Stella mendapatkan project ini. Aku akan memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi hakku. Kalaupun nanti aku harus mendapatkan sanksi, aku siap menerima demi menegakkan kebenaran," gumam Lucy sembari menatap dingin dirinya sendiri di pantulan kaca.
Megan tersenyum. Ternyata memancing amarah Lucy tidak terlalu sulit untuknya.
"Semoga berhasil, Lucy. Aku akan selalu mendukungmu," ujar Megan mengakhiri sembari beranjak dari sana dengan senyum penuh kemenangan.
Mengingat hal itu senyum di wajah Megan semakin mengembang. Ternyata keributan yang terjadi saat ini sangat luar biasa di luar ekspektasinya.
"Kalian tidak bisa semena-mena seperti ini. BTA agency selalu profesional terhadap semua aktrisnya. Tidak ada urusan pribadi yang dibawa ke dalam pekerjaan," tegas Hugo marah pada aktris yang mulai terlihat membangkang kepada keputusan yang sudah ditentukan.
"Kalau kalian tidak terima pada keputusan pihak agency, pintu keluar terbuka lebar untuk siapapun. Bahkan kalian juga dipersilahkan keluar dari Bara Talent Agency jika ingin mencari kenyamanan pada agency lain di luaran sana," sambung Erlan dengan nada bicaranya yang semakin dingin dan membuat mereka langsung membisu.
"Keputusan pemilihan pemeran wanita ini diminta langsung oleh mereka dan BTA agency sudah memikirkannya dengan matang hingga menyetujuinya, maka siapapun yang tidak berkenan, silahkan ajukan diri padaku dan aku akan membuatkan surat pernyataan kalian keluar dari BTA agency," tambah Hugo.
"Dan kamu, Stella, aku harap kamu bisa profesional dalam bekerja. Tunjukkan pada mereka yang meragukanmu bahwa pilihan ini memang sangat tepat dan menjadikan kamu branding diri yang lebih baik lagi," lanjutnya.
Setelah itu, Erlan keluar lebih dulu dari ruangan disusul oleh Hugo dan para petinggi agency yang lainnya.
Tentu saja para aktris lain tidak ada lagi yang memprotes karena lebih baik mereka menerima Stella yang menjadi pemeran utama daripada harus keluar dari BTA agency.
Kalau sudah keluar dari BTA agency, maka mereka akan sulit mendapatkan pekerjaan di agency lain. Siapapun yang ditendang dari BTA agency pasti memiliki riwayat buruk yang membuatnya ditolak dimana-mana. Setidaknya, seperti itulah yang terjadi selama ini. Maka dari itu, mereka terus mengabdikan diri pada BTA dan berharap tidak membuat masalah.
'Kenapa hasil akhirnya malah seperti ini? Kemana mereka yang tadi bersuara melayangkan protes? Kemana Lucy yang katanya tidak peduli jika harus dikeluarkan dari BTA agency?' senyuman Megan menghilang.
'Usahaku sia-sia jika akhirnya justru seperti ini. Aku benci orang yang tidak menurutiku. Aku benci rencanaku gagal karena Stella,' tambah Megan dalam hati, lalu dia keluar dengan kekesalan yang sangat terlihat di wajahnya.
"Stella, selamat. Kamu menang selalu menjadi yang terbaik," ucap Emily tersenyum dan memeluk Stella.
"Walaupun aku kecewa karena bukan aku yang dipilih, tapi aku tetap bahagia karena pihak agency tidak memilih orang yang salah," tutur Hailey menyambung.
"Kalian terlalu berlebihan, tapi terima kasih karena kalian selalu ada untukku dan membelaku," balas Stella sembari memeluk satu persatu sahabatnya. Dia menatap semua wanita cantik yang berjumlah sekitar 10 orang dan selalu menjadi sahabat baiknya.
"Tapi, Stella, apa kamu yakin akan syuting full naked dan melakukan adegan ranjang tanpa peran pengganti?" Hailey bertanya sesuatu yang sejak tadi membuatnya penasaran.
"Yah, Stella, kamu serius akan mengikuti perkataan Lucy dengan berhubungan badan sungguhan dengan pemeran utama pria nanti?" Emily juga bertanya dengan tidak kalah penasaran.