Langkah kaki Marco bergema di lorong beton yang dingin saat ia membimbing Alea menuju jantung kekuasaannya. Udara di markas mafia ini terasa berat oleh aroma cerutu yang mengendap, bau mesiu, dan pelumas senjata yang tajam. Mereka melewati deretan pintu besi tebal sebelum Marco berhenti di depan sebuah panel kayu mahoni yang tampak biasa. Dengan satu tekanan sidik jari dan pemindaian retina yang singkat, dinding tersebut bergeser tanpa suara, mengungkapkan sebuah ruangan rahasia yang tersembunyi jauh di balik hiruk-pikuk aktivitas kriminal di luar sana. Ruangan itu sunyi dan kedap suara. Cahaya lampu neon berwarna putih kebiruan menyinari deretan monitor pengawas dan meja strategi yang terbuat dari kaca baja. Alea melangkah masuk, merasakan suhu udara yang drop drastis karena sistem pendi

