Retasan Malam

1424 Kata

Dengung rendah dari kipas pendingin server mengisi kesunyian lab komputer pribadi milik Alea, sebuah ruangan yang tersembunyi di balik dinding ganda apartemennya yang tampak bersahaja. Udara di dalam lab itu terasa kering dan berbau ozon, sisa dari aktivitas perangkat keras yang bekerja melampaui batas normal selama berjam-jam. Cahaya biru dari deretan monitor LED memantul di permukaan kacamata Alea, memberikan rona pucat yang mistis pada wajahnya yang tampak lelah namun penuh konsentrasi. Di luar sana, kota sudah lama tenggelam dalam pelukan malam, namun bagi Alea, waktu barulah dimulai ketika barisan kode mulai menari di bawah jemarinya. Marco berdiri di ambang pintu, bersandar pada kusen kayu dengan tangan bersedekap. Ia memperhatikan punggung Alea yang tampak tegang, menyadari betapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN