Choi In Ha dan juga Kang Mi Re kini menempati tempat tinggal yang sama. Dimana disaat ayah dan juga In Ha tinggal di villa putih tepat disebelah rumah Kang Ha Neul dan juga Lee Kwang So. Suasana canggung berada dengan kakak setelah sudah lama tidak bertemu.
Kala itu, Ibu In Ha dan juga ayahnya meninggal dunia, sebelumnya tinggal di Malaysia. Tetapi keadaan orang tua In Ha sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja, hingga Kang Mi Re dititipkan dengan Jiran mereka di Malaysia.
Tetangga ayah dan ibu In Ha sudah seperti keluarga dekat mereka hingga mempercayakan sepenuhnya Kang Mi Re bersama Jiran mereka. Berharap suatu saat mereka akan kembali untuk menemui anaknya kembali. Disaat Kang Mi Re mencari kedua orang tuanya, ternyata sudah tak lagi tinggal sesuai alamat yang diberi ayah dan ibu angkat Mi Re. Itulah mengapa Kang Mi Re kembali lagi.
Kini takdir mempersatukan keluarga Kang Mi Re kembali, meskipun takdir buruk datang disaat yang sama. Memandang Adiknya On Ha sedari tadi melamun memandangi foto kedua orang tuanya membuat Mi Re mendekati adiknya tersebut berharap bisa meredam kesedihan nya. Kang Mi Re memeluk In Ha, terlihat tangisan In Ha pecah di suasana penuh kesedihan tersebut.
"kamu beneran kakak aku?" tanya In Ha setelah berhasil membuat tangisannya berhenti.
"iya" jawab Mi Re dengan sekali angguk.
"apakah ibu tidak pernah bercerita mengenai diriku?" tanya Mi Re penasaran.
"sejak kecil, ibu sakit dan terus saja memanggil nama orang lain. Aku bahkan tidak tau siapa itu" kata In Ha mengingat masa lalunya.
"ibu sakit sudah lama?" tanya Mi Re kembali.
"kata ayah, ibu mulai sakit ketika pindah kesini. Bahkan dia selalu termenung di depan foto anak bayi yang aku ketahui itu bukanlah diriku" jawab In Ha dengan samar mengingat.
"Aku sangat menyesal terlambat mencari kalian. Sebenarnya orang tua angkat ku telah mengatakan hal ini sejak lama, tetapi diriku terbakar emosi merasa ditelantarkan sendiri" jelas Mi Re.
"Aku yakin orangtua kita tidak bermaksud seperti itu. Pasti ada alasan dibalik itu semua" sambung In Ha.
"iya aku tau. Hanya saja pikiran ku saat itu tidak ingin menerima alasan apapun dari mereka. Hingga akhirnya aku sadar dan mencoba mencari keluargaku, walaupun tetap saja aku tidak bisa bersama kedua orangtua kandungku. Aku masih memiliki adik yaitu kamu sekarang In Ha. Kamu akan tetap menjadi keluarga ku" kata Kang Mi re memeluk adiknya dengan hangat.
"Aku mengira diriku akan sendirian setelah mereka berdua tiada. Tuhan masih mengirimkan mu untuk menemaniku disini kak" kata In Ha merasa bersyukur.
Kamar kedua orangtua mereka menjadi saksi bisu mempersatukan kakak dan adik yang telah bertahun-tahun terpisah. Memulai hubungan baru dan saling melengkapi layaknya keluarga pada umumnya. Choi In Ha juga tidak mempermasalahkan Kang Mi Re mendekati Kwang So pacarnya. Bagaimanapun kelak mereka akan menjadi ipar.
"oh ya, kamu pacar Kwang so kan?" tanya Mi Re.
"iya kak, kami berdua pacaran. Kakak dan Kwang So..." jelas In Ha terputus.
"kami berdua sahabatan" sambung Kang Mi Re tidak ingin adiknya mencurigai perasaannya.
Kang Mi Re sedari awal menaruh rasa suka pada pacar adiknya yaitu Lee Kwang So, akan tetapi Mi Re juga tau diri karena lelaki yang ia suka memiliki wanita lain. Terlebih lagi wanita itu adalah adiknya sendiri. Ada baiknya hanya dirinyalah yang mengetahui isi hati sebenarnya.
"kakak suka dengan Kwang So?" tanya In Ha membuat Mi Re menyemburkan minuman yang di minumnya.
"Wang So? suka? haha ya gak mungkin lah" jawab Mi Re menutupi perasaannya.
"Aku bisa lihat kakak menaruh perasaan pada Kwang So. Hanya saja memilih untuk menutupi itu demi diriku" pekik In Ha dalam hati.
Kang Mi Re akan kembali keesokan harinya, bahkan dia mengajak In Ha untuk ikut bersamanya. In Ha menolak karena masih menyelesaikan sekolahnya yang hampir selesai.
"kamu yakin tidak ingin pindah saja? nanti kakak yang urus surat pindah kamu" sahut Mi Re berharap.
"nanggung kak, sudah semester akhir. Lagian beradaptasi kembali dilingkungan yang baru bukanlah hal yang mudah" jelas In Ha menolak.
"ya sudah. Kakak selalu mendukung segala keputusan kamu" kata Mi Re sambil memegang pundak adiknya untuk memberi semangat.
Tak lama setelahnya Kwang so dan juga Ha Neul datang mengantarkan makanan untuk In Ha dan juga Mi Re. Mereka berdua mencoba menghibur, akan tetapi perasaan keduanya malah berubah aneh disaat yang dihibur tak lagi memperlihatkan kesedihannya.
"Ini aku bawakan makanan buat kalian" kata Ha Neul.
"Iya, daging khusus kami datangkan dari Australia. Jadi saat itu, kangguru sedang tidur saat kami menangkap temannya si sapi. Ketika mendadak para kangguru terbangun, akhirnya kami kejar-kejaran" sahut Kwang So menghibur.
"untungnya kangguru tidak bisa naik pesawat. Ya gak?" sambung Ha Neul menyenggol Kwang So.
"Iya betul sekali, kalian tau kenapa kangguru tidak bisa naik pesawat?" tanya Kwang So pada In Ha dan juga Mi Re.
"ya karena dia hewan makanya gak boleh" jawab Mi Re menebak.
"salah. Karena Kangguru tidak punya pasport" kata Kwang So dan Ha Neul secara bersamaan di akhiri dengan tawa mereka berdua.
Melihat ekspresi In Ha dan juga Mi Re biasa saja, Kwang So merasa gagal menghibur keduanya. Beberapa saat kemudian, In Ha terpancing tertawa dan disambung dengan tawa Kang Mi Re.
"yang iya aja kangguru bikin pasport" kata In Ha masih dalam keadaan tertawa.
"kan gak salah dong" jawab Kwang So.
"iya deh, kamu menang" kata In Ha menyerah ditengah perdebatan mereka yang tidak masuk akal.
Mencicipi masakan buatan mama Ha Neul adalah mood booster mereka semua. Makanan yang dibuat penuh kehangatan. Seperti buatan Ibu kandung mereka.
"ngapain kak Ha Neul memandangi Kakak ku seperti itu?" tanya In Ha begitu memperhatikan tatapan Ha Neul.
"Siapa yang memandang siapa? kamu salah liat" jawab Ha Neul tidak mengakuinya.
Ha Neul menjadi salah tingkah kepergok sedang menatap Kang Mi Re. Di tengah makan bersama itu, Kwang So tak mau kalah. Menggoda pacarnya yang telah lama tidak saling bertemu. Kwang So dahulu sering membuat In Ha salah tingkah ketika SMA. Bahkan saat mereka sudah pacaran, meskipun melalui telpon.
"kamu ngapain mandingin aku seperti itu?" tanya In Ha kepada Kwang So yang tengah memandangnya.
"kamu cantik" jawab Kwang So terkhasima.
"dasar cowok, gombal aja terus. Nih kakaknya ngehalangin" sambung Mi Re mendengar ucapan Sahabatnya.
In Ha tertunduk dengan sedikit mengesampingkan poni sebelah kirinya di sela kuping. Pertanda dirinya begitu malu telah dipuji oleh pacarnya didepan orang lain.
"kamu bakalan pergi lagi kan besok" jawab In Ha sedih.
"aku juga berat harus meninggalkan kamu sayang" kata Kwang So sedikit membuat orang disebelahnya bereaksi.
Mendengar kalimat sahabatnya begitu lebay. Ha Neul refleks memukul pundak Kwang So yang berada di sebelahnya.
"jangan ngegombalin adik aku. Hari masih pagi, takutnya dia muntah" sahut Ha Neul ditengah suasana penuh keromantisan In Ha dan juga Kwang So.
"jomblo tau apa?" kata Kwang So malah berbalik meledek Ha Neul.
"kalian berdua lucu juga ya, cocok jadi partner komedi" kata Mi Re sambil menertawakan keduanya.
Menunggu keesokan hari yang berat melepas kakak dan juga pacarnya pergi, In Ha memberikan satu pesan pada Kwang So.
"Jagalah baik-baik kakak ku demi aku" kata In Ha meminta.
Mendengar hal itu, Mi Re langsung membanjiri suasana dengan tangisannya dan memeluk erat adiknya In Ha. Seakan berat hati untuk meninggalkan adiknya hidup sendiri. Mi Re tidak bisa berbuat banyak karena itu semua sudah menjadi keputusan In Ha.
"baiklah tuan putri Aku akan melaksanakan titah dari anda" jawab Kwang So bersedia.
"Jaga gadis jerawat bisul kita dengan baik ya bro. Jika dia bersedih, beritahu padaku" kata Kwang So pada Ha Neul.
"In Ha aja nih? kamu gak khawatir dengan ku juga? aku kan juga ingin di khawatir kan" sahut Ha Neul bercanda.
"Ya udah sini aku aja deh yang khawatir. Jaga diri baik-baik ya. Jangan sampai sakit, aku tidak ingin adikku sedih" jawab Kang Mi Re pada Ha Neul.
"cie cie" ejek Kwang So sambil menunjuk keduanya.
Ha Neul hanya bereaksi malu malu mendengar kata-kata dari Mi Re.