In Ha mencoba pergi dengan Kang Ha Neul ke rumah sakit karena ayah In Ha masuk rumah sakit. Mobil ayah In Ha ditabrak truk pengangkut semen. Hingga dibawa ke ruang UGD. In Ha hanya bisa menangis didepan ruang ayahnya di rawat. Meskipun ayah In Ha jarang sekali hadir di setiap In Ha butuh, tetapi ayah In Ha ayah terbaik yang iya punya. Ayah pekerja keras. Semenjak kematian ibunya, In Ha dan ayahnya saling melengkapi. Di tengah kesibukan ayah In Ha, setiap malam ayahnya melihat dirinya yang tengah tidur dan mengecup seraya mengucapkan selamat malam pada In Ha.
Dokter Keluar dari ruang UGD dengan membawa berita, ayah In Ha coma. Kerena tabrakan itu membuat ayah In Ha kritis saat dibawa ke rumah sakit. In Ha menangis dan memeluk Ha Neul.
"tenanglah. Sebaiknya kita masuk kedalam melihat keadaan Ayah kamu" kata Kang Ha Neul
In Ha dan Ha Neul masuk kedalam ruangan dan melihat kondisi ayah In Ha yang terbaring tak sadarkan diri. In Ha langsung terduduk di kursi sebelah tempat tidur ayahnya seraya menggenggam tangan ayahnya yang tengah koma. Isak tangis In Ha begitu membanjiri seisi ruangan. Hingga telpon berdering dari Kwang So tidak lagi iya perhatikan. Ha Neul memberi kabar pada pacar In Ha tentang keadaan saat ini.
"halo Ha Neul, ada apa?" jawab Kwang So.
"ayah In Ha masuk rumah sakit bro" kata Ha Neul.
"apa? oke oke, aku pesan tiket langsung pergi kesana" sahut Kwang So cemas dan segera pulang ke negaranya.
In Ha sedari tadi tidak selera makan. tubuhnya begitu lemah tak terisi makanan apapun. Yang ada dipikiran nya saat ini aadalah ayahnya. In Ha memeluk dan mencium tangan ayahnya berharap In Ha dapat melihat ayahnya sadar kembali.
"ayah, In Ha gak suka lihat ayah diam saja seperti ini. Bangunlah ayah, ayah kan gak suka liat putri ayah menangis. Ku mohon ayah, bangun lah" kata In Ha berbicara kepada ayah nya yg tidak sadarkan diri.
"In Ha sebaiknya kamu makan sesuatu. Sedari tadi kamu belum ada makan. nanti kamu sakit" kata Ha Neul cemas.
"aku gak lapar kak" jawab In Ha tak selera makan.
Ha Neul benar benar khawatir. Ibu Ha Neul datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi ayah In Ha saat ini dan langsung memeluk putri angkatnya dengan erat untuk meredam tangis In Ha.
"maaf sayang. Mama baru dapat kabar" kata mama yang datang memeluk In Ha.
In Ha membalas pelukan mama Ha Neul dan menangis sejadi-jadinya di pelukan mama Ha Neul. Sementara itu, Lee Kwang So masih berusaha mencari penerbangan yang keberangkatannya paling cepat agar cepat sampai. Kang Mi Re menawarkan diri untuk ikut dengan Kwang So, tetapi Kwang So takut hal terburuk terjadi jika ia mengajak Mi Re bersama nya. Pikir Kwang So yang tengah panik membiarkan Mi Re ikut bersamanya, tidak enak hati pada temannya itu sehingga mereka berdua kembali ke negara Kwang so.
Setelah memesan tiket yang keberangkatannya paling cepat, Mi Re yang melihat Kwang So gelisah menyodorkan air mineral pada Kwang So untuk membuatnya tenang. Bahkan Kwang So sangking cemasnya beberapa kali menabrak pengguna jalan karena begitu terburu-buru. Yang ada di pikiran Kwang So hanya Choi In Ha.
"sial, delay lagi" kata Kwang so kesal ada penundaan keberangkatan.
"tenanglah. Ini hanya memerlukan waktu 3 jam saja sebelum keberangkatan" sahut Kang Mi Re meredam kecemasan Lee Kwang So.
"aku tak tau lagi. Yang ada di pikiranku saat ini adalah kondisi In Ha sekarang. Dia mudah terpuruk dengan hal seperti ini. Bahkan aku tak bisa segera mungkin untuk menjaganya disana" jelas Lee Kwang So mengenai ke khawatirannya.
Choi In Ha mendadak panik melihat ayahnya yang tiba-tiba kejang diatas tempat tidur. In Ha memegang erat tangan ayahnya dengan penuh harap agar ayahnya bisa lekas membaik.
"dokter" teriak Choi In Ha dengan lantang sambil menangis.
"sus, tolong panggil dokter segera. pasien sedang dalam keadaan kejang" kata kang Ha Neul yang mencoba keluar mencari bantuan.
Tak lama setelah itu, In Ha keluar dari beserta Ha Neul dan Ibunya. In Ha semakin cemas dan hanya menangis sedari tadi. Pundak Ibu Ha Neul telah dipenuhi dengan air mata In Ha yang tak kuasa di bendung. Kang Ha Neul pun juga mencoba menenangkan In Ha yang masih kalut dalam kesedihan melihat kondisi ayahnya. In Ha merangkul kan tangannya seketika itu pada kang Ha Neul juga. Kakak yang sangat ia sayangi seperti saudara kandungnya sendiri.
Setelah keberangkatan Lee Kwang So dan juga Kang Mi Re, sesampainya di bandara mereka langsung menuju rumah sakit. Langkah yang kalang kabut di koridor rumah sakit, hingga bertanya ke meja resepsionis keberadaan ayah In Ha akhirnya Lee Kwang So menemukan Pacarnya sedang menangis di luar ruang UGD. Kwang so langsung berlari, bahkan ia melupakan Mi Re yang tengah Ikut bersamanya.
"In Ha" kata Kwang So memanggil.
deru air mata In Ha pun berhenti sesaat ketika melihat ada Lee Kwang So datang dan berada tepat di dekatnya. Tak kuasa menahan rasa itu, In Ha langsung berlari kearah Kwang So juga seseguk menangisi keadaan ayahnya. In Ha yang cemas juga tak memiliki rasa cemburu yang biasanya Choi In Ha lontarkan kepada Kwang So. Kini In Ha hanya memikirkan keadaan ayahnya.
"ayah, tadi tiba-tiba kejang" kata In Ha mengatakan dengan kurang jelas.
"oke tenang ya. aku disini. ayah akan baik baik saja. tenang lah" jawab Kwang so menenangkan In Ha.
Kwang So masih saja memeluk kekasihnya itu, tangannya tak henti membelai rambut belakang In Ha seraya menepuk lembut pundak In Ha. Kwang So hanya ingin membuat In Ha mengurangi rasa kecemasan nya saat ini.
Sementara itu, Kang Mi Re memperkenalkan diri dengan Kang Ha Neul dan Ibu nya. Ibu Ha Neul menerima salam perkenalan Mi Re dengan lembut. Dan mereka semua duduk menunggu kabar dari dokter. Dengan durasi waktu lebih dari 30 menit, akhirnya dokter keluar dari ruangan.
"mohon maaf, pasien tidak dapat tertolong" kata dokter memberikan kabar buruk pada semuanya.
Choi In Ha syok, rasanya hal itu tidak mungkin. Membuat In Ha masuk ke ruangan dengan begitu histeris mendengar kabar dari dokter. Wajah ayah In Ha sudah terlihat pucat, bahkan tangan ayah In Ha sudah terasa dingin. In Ha tak henti hentinya memeluk jasad ayahnya yang tengah pergi untuk selama-lamanya.
Di tengah tangis In Ha yang pecah, Entah mengapa suara tangisan yang terdengar lebih histeris datang dari pintu masuk ruangan. Kang Mi Re menangis sejadi-jadinya melihat orang yang tengah berbaring untuk selamanya itu adalah orang yang selama ini dia cari-cari.
"ayah" sahut Mi Re membuat seisi orang di ruangan terkejut.
"Ayah ini aku Choi Mi Re, anak ayah" Mi Re pun memeluk Ayah In Ha yang tidak lain adalah ayah Mi Re juga.
"ayah" bahkan In Ha tidak menghiraukan orang lain karena rasa kehilangannya.
Kang Ha Neul membisik kepada Lee Kwang So mengenai apa yang saat ini dilihat oleh mereka.
"sebenarnya apa sih yang terjadi? kenapa kang Mi Re juga ikutan menangis dan menyebut ayah In Ha sebagai ayahnya?" bisik Kang Ha Neul bingung
"entahlah aku juga tak mengerti" jawab Kwang So kembali bingung melihat keadaan mendadak aneh.