Bisa Kalian Jelaskan Apa Yang Terjadi di Sini?

1248 Kata
Mata Reza berbinar-binar ketika mendengar persetujuan dari bibir Laura. Itu artinya penderitaannya setahun ke depan akan berakhir. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada rumah tangganya, rumah tangga kontrak yang akan ia jalani bersama Laura. Namun, satu yang pasti, Reza hanya akan bertemu dengan satu orang wanita saja selama 1 tahun ke depan, bukan menemui aneka wanita yang disodorkan oleh mamanya setiap minggu. “Kamu yakin dengan keputusan kamu, Laura?” “Bukannya kamu tadi menginginkan aku menjawab iya?” Laura balik bertanya. “Tentu saja aku menginginkan kamu menjawab iya karena kita memiliki visi dan misi yang sama. Sekarang lebih baik kita naik ke lantai dua. Aku akan memesan private table sehingga tidak akan ada yang mendengarkan rencana kita. Rencana ini hanya akan diketahui oleh kita dan sahabat kita. Aku yakin kamu pasti akan memberitahu sahabat-sahabat kamu, kan?” tebak Reza yakin. “Tentu saja. Tidak ada rahasia antara aku dan sahabatku soalnya.” “Begitu pun aku. Apa kamu mempercayai dua sahabatmu?” tanya Reza ingin tahu. “Apakah kamu juga mempercayai tiga sahabatmu?” Laura balik bertanya. “Tentu saja. Mereka tidak akan membuka mulut mereka selagi aku memintanya,” ujar Reza meyakinkan. “Apalagi aku. Sahabatku benar-benar bisa menjaga semua rahasiaku dengan baik selama ini.” Reza menarik nafas lega. “Oke, sekarang ikut aku ke lantai dua! Ada banyak poin-poin yang harus kita bicarakan di sana.” Laura lalu mengikuti langkah Reza naik ke lantai dua dan setibanya di sana, Reza mulai memesan makanan. Dan ketika makanan telah tiba di atas meja, Reza pun meminta Laura untuk menyantap makanannya terlebih dahulu sebelum mereka membahas semuanya. “Kita makan aja dulu. Berusahalah bersikap santai padaku karena setahun ke depan kita akan bekerja sama dengan baik untuk mematahkan prinsip orang tua kita agar berhenti menjodohkan kita!” ujar Reza lembut. Laura mengangguk lalu mulai menyantap makanannya sambil menatap wajah tampan yang ada di depannya. Laki-laki tampan ini benar-benar mencintai sahabatnya dan sepertinya belum bisa move on dari Liora sehingga dia memutuskan untuk tidak menikah ataupun mencari jodoh lainnya. Berbeda dengan dirinya yang memang belum menemukan siapa pun yang dia cintai, Reza sudah pernah menemukannya. Namun sayang, cintanya kandas karena Liora lebih memilih Frans yang merupakan sahabat dari Reza sendiri yang sama-sama bekerja sebagai dokter kandungan di rumah sakit yang sama. Tidak bisa Laura bayangkan bagaimana menderitanya Reza harus bertemu dengan Liora dan Frans terus-menerus. Wajar saja kalau Reza mengambil keputusan untuk menghindari Liora dan juga Frans dengan mengatur jadwal sedemikian rupa agar tidak bertemu di rumah sakit. Jujur, Laura menjadi pilu menatap wajah tampan di hadapannya yang begitu terluka karena pernikahan Liora dan Frans. Dari fakta itu saja, Laura yakin Reza benar-benar tidak akan mengganggunya. Dia pasti akan menjadi partner yang baik untuk mengelabui orang tua mereka. Itu juga alasannya kenapa Laura menerima penawaran Reza karena ia tahu Reza adalah laki-laki yang baik, menghormati dan menjaga martabat seorang wanita serta berhati lembut. “Poin-poin yang akan kita bahas adalah soal skinship. Aku pastikan tidak akan ada skinship berlebihan selain bergandengan tangan, kecupan ringan di kening ataupun pelukan ringan dan itu pun hanya di depan orang tua kita ataupun di depan sanak keluarga. Selain itu kita adalah teman. Aku tidak akan mungkin mengambil kesempatan darimu, Laura,” ujar Reza membuka pembicaraan setelah selesai menyantap makanannya bersama Laura. “Good! Apalagi aku. Di otakku belum kepikiran untuk melakukan hal aneh-aneh dengan lawan jenis karena aku lebih fokus pada pekerjaanku. Bahkan aku akan mengembangkan sayap untuk membuka toko sepatu branded sebentar lagi. Jadi, aku nggak kepikiran sama sekali untuk melakukan hal aneh-aneh. Kamu bisa pegang janjiku. Aku tidak akan menggodamu ataupun menjerumuskan kamu agar menjadi milikku. Aku tidak akan mungkin melakukan itu.” Laura juga menegaskan tak akan berniat memiliki hubungan romantis dengan Reza. “Bagus, aku suka itu. Aku benar-benar suka kelugasan kamu, Laura,” puji Reza. “Thanks. Satu lagi yang harus kamu ketahui, aku adalah orang yang gamblang. Kalau aku tidak suka aku akan mengatakannya. Aku tidak bisa mengerem mulutku sendiri. Jadi, kamu harap maklum saja dengan kecerewetan dan kebawelanku selagi kita bekerja sama setahun ke depan,” jelas Laura. Ia ingin kenyamanan saat bekerja sama dengan Reza karena satu tahun bukanlah waktu yang singkat. “Oke, no problem. Aku juga lebih memilih menghadapi kegamblangan kamu dibanding harus bertemu dengan wanita yang berbeda-beda setiap minggu. Itu benar-benar melelahkan, kamu tahu itu, kan?” keluh Reza. “Kamu masih mending, Dokter Reza. Kamu ‘kan tidak harus berpura-pura seperti aku? Kamu hanya bersikap tak acuh dan dingin pada teman kencanmu. Sedang aku tak bisa begitu. Aku tidak bisa duduk berdua saja dengan seseorang yang mengabaikanku. Aku paling tidak bisa diam-diaman. Lebih baik pergi daripada harus diam-diaman saja. Karena itu aku lebih memilih jalan ini, jalan ekstrem, yaitu berdandan aneh-aneh juga mengatakan hal-hal gila yang membuat pasangan kencanku lari meninggalkanku.” “Bagus, sepertinya keputusan kita memang benar-benar sudah tepat. Kita akan menandatangani perjanjian hitam di atas putih agar tidak ada yang melanggar satu sama lainnya. Sudah dipastikan setelah menikah kita akan tinggal bersama. Untuk sementara kamu harus tinggal di apartemenku, Laura,” ujar Reza serius. Laura menggeleng pelan, merasa keberatan dengan usul Reza. “Itu benar-benar berat bagiku, Dokter Reza. Aku juga punya rumah sendiri dan rumahku jauh lebih besar dibanding apartemen. Bukan bermaksud untuk menyombong, tapi aku sudah nyaman di kediamanku. Bagaimana kalau kamu saja yang ikut ke kediamanku? Aku benar-benar tidak bisa tinggal di apartemen,” usul Laura. Reza berpikir sejenak. Ternyata Laura tak mau ikut dengannya. Kalau ia menolak permintaan Laura, sudah pasti gadis cantik itu akan membatalkan keputusannya. Sepertinya tidak masalah baginya tinggal di rumah Laura karena yang ia butuhkan hanyalah tempat tidur. Reza juga akan menghabiskan waktunya seharian di rumah sakit, kan? “Baiklah, aku setuju tinggal dengan kamu, Laura.” “Good,” seru Laura gembira. “Aku punya banyak kamar di rumahku, Dokter Reza. Kamu bisa pilih kamar mana yang kamu mau dan maaf, aku tidak bisa menjadi seorang ibu rumah tangga ataupun seorang istri yang akan melayani kamu seperti menyiapkan makanan kamu dan mencuci baju kamu. Aku tidak bisa. Aku saja sering beli makanan karena aku benar-benar tidak punya waktu untuk mengolah bahan masakan di dapur.” “Kalau itu kamu jangan pusing! Anggap saja aku orang asing yang menumpang menginap di rumahmu! Urusan makan dan cuci pakaian biar aku urus sendiri.” “Oke, sepertinya tidak akan jadi masalah komitmen kita setahun ke depan,” seru Laura lega. “Memang tidak akan jadi masalah karena kita akan hidup masing-masing. Aku hanya seorang musafir yang menumpang menginap di rumahmu. Lagi pula aku hanya akan pulang di malam hari karena kamu tahu sendiri ‘kan pekerjaanku di rumah sakit benar-benar padat?” terang Reza. “Sama, aku juga hanya akan pulang di sore hari, paling cepat jam 05.00. Seharian aku akan berada di toko dan di salonku yang bersebelahan di mall. Bahkan aku akan jauh lebih sibuk ketika mempersiapkan toko sepatuku nanti.” Reza tersenyum. Batinnya tenang sekarang dan yakin pernikahan kontraknya akan berjalan dengan lancar. “Aku akan mempersiapkan surat-menyuratnya dan kita juga harus mempersiapkan cara tepat untuk berterus terang pada orang tua kita, Laura,” ucap Reza. Baru saja akan membahas rencana yang akan mereka lakukan terkait pengenalan kedua belah pihak terhadap keluarga masing-masing, tiba-tiba suara dua orang wanita membuat mereka refleks menoleh ke arah pintu restoran. Mereka berdua terkejut ketika mendapati mama mereka sedang melangkah ke arah mereka dengan tatapan serius sambil berseru. “Bisa kalian jelaskan apa yang terjadi di sini?” Bersambung ...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN