Pelunasan hutang Mahar

1283 Kata

Sore hari menjelang maghrib, Dirman memutuskan pulang. Menantunya masih mengikutinya dari belakang. Hati Dirman terasa hangat kala mengingat dia seperti memiliki anak laki-laki saat ini. Dewa sudah dianggapnya anak sendiri yang bahkan baru seminggu yang lalu memperkosa putrinya. Bukan bermaksud menjerumuskan putrinya, Riana, tapi hati kecil Dirman mengatakan Dewa anak yang baik, dan itu terbukti Riana di perlakukan senang sangat baik meskipun seringkali putrinya tersebut berkata ketus kepada suaminya. Terlebih setelah dipikir-pikir siapa yang mau menerima putrinya yang sudah 'rusak' itu. "Assalamu'alaikum" Dirman dan Dewa serentak. "Wa'alaikum salam." sahut Riana dan Parti serentak pula. Dewa tersenyum, hatinya pun tersentuh. Mungkin seperti ini lah rasanya mempunyai keluarga kec

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN