Semalaman Dewa tak bisa tidur nyenyak, bukan karena tidak nyaman tempat tidurnya atau di ganggu serangga penyebab gatal dan bentol di kulit. Tapi karena dia menahan hasratnya yang kembali meninggi karena mengingat kembali rasa yang pernah di kecapnya saat berhubungan dengan istrinya. Dewa terus menerus gelisah dan tak tahu cara menenangkan juniornya. Alhasil, Dewa bangun kesiangan hari ini. "Dek, kita ke pasar hari ini ya. Bisa anterin Abang?" "Iya," jawab Riana lirih dengan muka cemberut. Dewa tidak peduli dengan wajah cemberut Riana, karena bagaimanapun mimik wajah Riana di matanya selalu terlihat cantik dan selalu sukses membangunkan juniornya. "Kita berangkat sekarang ya, Abang sudah pamit sama Bapak dan Ibu tadi. Yuk." Riana mengekor di belakang Dewa dan mereka berjalan menu

