Riana berdiri dan keluar menemui sang tamu. Diam-diam Dewa membuntutinya dari belakang. Laki-laki itu sungguh sudah tergila-gila terhadap istrinya di balik sikap dinginnya selama ini. Meskipun cara mendapatkan Riana sangat kotor tapi Dewa sungguh mencintai nya dari hati. "An, apa kabar?" sapa suara perempuan yang mau tak mau membuat hati Dewa lega. Kecemburuannya tak beralasan. Meski demikian dia tetap berdiri bersembunyi di balik pintu yang setengah tertutup. "Ya begitulah Lis. Mau bagaimana lagi. Kamu percaya kalau aku di perkosa 'kan?" Hati Dewa mencelos. Perbuatan impulsif nya ternyata meninggalkan luka mendalam di hati istrinya. "Aku percaya An. Selama kita bersahabat dari kecil mana pernah kamu bercerita tentang cowok itu. Itu cowok, pasti dari kota kalau melihat penampilannya

